Saat Ini Air PDAM Mengalir Bak Rembulan Hanya Timbul Sebentar Kemudian Menghilang dan Harus Menunggu Lagi Untuk Mengalir

IMG_20260327_153357_927.webp
Payakumbuh ,–Benuanews.com  Pelayanan air bersih di Kota Payakumbuh kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Keluhan memuncak lantaran distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dinilai sangat tidak normal, bahkan warga menyebutnya layaknya “rembulan”: muncul sebentar sehari, namun menghilang berbulan-bulan lamanya.
Ironisnya, kondisi ini terjadi meskipun sumber air dari penyedotan di Batang Agam dinilai sudah tersedia. Pertanyaan besar pun muncul, kemana perginya aliran tersebut hingga sampai ke tangan pelanggan justru “menguap” dan keran hanya mengeluarkan angin dan berbunyi seperti mendorong angin
Piring Menumpuk, Warga Terpaksa Borong Air Galon
Keluhan pedas dilontarkan warga melalui media sosial. Salah satunya disampaikan oleh salah seorang warga ,di akun Facebook pribadinya. Ia menggambarkan betapa sulitnya kehidupan sehari-hari tanpa pasokan air yang pasti.
“Piring udah menumpuk di rumah mau dicuci, air tidak ada sama sekali,” tulisnya dengan nada frustrasi.
Masalah ini bukan terjadi di satu titik saja. Bahkan di wilayah Payakumbuh Barat pun mengalami nasib serupa. Akibat ketidakpastian ini, warga terpaksa mengeluarkan biaya ekstra yang tidak sedikit. Demi memenuhi kebutuhan dasar mandi, cuci, dan kakus (MCK), tidak sedikit rumah tangga yang sampai membeli air galon hingga belasan hingga puluhan liter per rumah.
Denda Cepat Bertindak, Air Lambat Bertindak
Yang menjadi sumber kemarahan terbesar warga adalah ketimpangan sistem yang diterapkan. Warga menyoroti ketidakadilan dimana pihak pengelola sangat sigap dan tegas dalam hal penagihan, namun sangat lambat dan tuli dalam hal pelayanan.
“Kalau terlambat pembayaran perbulan pasti didenda. Tapi kalau air tidak ada berbulan-bulan, siapa yang bertanggung jawab?” ujar salah satu warga dalam kolom komentar Facebook.
Warga merasa dipermainkan. Setiap bulan mereka membayar iuran tepat waktu, namun hak mereka untuk mendapatkan air bersih tidak dipenuhi. Tagihan terus berjalan, denda siap menjerat, namun kualitas layanan jauh dari kata layak.
Warga Desak Pemko & PDAM Bertindak Nyata
Masyarakat kini menuntut keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh dan seluruh jajaran manajemen serta pekerja di PDAM untuk segera turun tangan.
“Tolonglah, pihak pemerintahan kota Payakumbuh memperhatikan warganya. Kami membayar tiap bulan, airnya mana?” seru warga.
Kinerja yang amburadul dan manajemen yang dinilai tidak profesional ini harus segera diperbaiki. Warga tidak mau terus menerus menjadi korban dari ketidakmampuan pihak pengelola mengelola sumber daya yang sudah ada. Jika sumber air sudah ada, seharusnya aliran lancar sampai ke rumah pelanggan, bukan malah hilang ditelan ketidakjelasan.
Rakyat membayar untuk mendapatkan air, bukan untuk mendapatkan janji manis dan pelayanan yang seperti “hantu”. Segera benahi sistem, atau berhentilah memungut biaya jika tidak mampu memberikan pelayanan (lili)
scroll to top