Mataram NTB benuanews.com – Respon cepat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Selaparang dalam menindaklanjuti aduan masyarakat melalui call center 110 terkait dugaan penganiayaan di Simpang 4 Arum Jaya, Jalan Airlangga, Gomong, Kota Mataram, Minggu dini hari (19/04/2026).
Sejumlah personel piket fungsi Polsek Selaparang bersama tim Pamapta Polresta Mataram langsung menuju lokasi kejadian. Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan tiga remaja yang diduga menjadi korban penganiayaan.
Ketiganya segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi SH., menjelaskan bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
Dari lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua unit sepeda motor, empat anak panah, serta satu bilah pisau belati.
Ia merinci, korban berinisial SR mengalami luka di bagian punggung yang diduga akibat anak panah. Sementara korban RSA mengalami luka sobek di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala, pinggang, siku, jari tangan, serta kerusakan pada pakaian. Sedangkan korban AZ mengalami luka di bagian kepala dan betis.
“Luka-luka tersebut diduga akibat benda tajam yang digunakan oleh para terduga pelaku,” jelas Kapolsek.
Berdasarkan keterangan sementara dari saksi, peristiwa bermula saat korban AZ yang dibonceng rekannya melintas dari arah selatan ke utara. Saat tiba di lokasi, korban diduga diserang oleh belasan orang tak dikenal hingga mengalami luka.
Rekan korban berhasil melarikan diri.
Tak lama berselang, korban SR dan RSA yang melintas di lokasi sempat terjatuh setelah menabrak kendaraan di sekitar kerumunan, lalu turut menjadi sasaran serangan oleh kelompok yang sama.
Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami motif serta mengidentifikasi para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang.
“Kami belum mengetahui penyebab pasti kejadian ini maupun identitas para pelaku. Saat petugas tiba di lokasi, para terduga pelaku sudah tidak berada di tempat,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah awal yang dilakukan petugas adalah menyelamatkan korban serta mengamankan lokasi kejadian. Saat ini, sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan proses penyelidikan masih terus berlangsung.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Kami juga masih menunggu laporan resmi dari korban,” tegasnya.
Kapolsek Selaparang mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban, agar tetap tenang dan tidak terpancing emosi, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
“Kami berharap masyarakat dapat menahan diri agar tidak menimbulkan masalah baru yang dapat mengganggu proses penyelidikan,” pungkasnya.(Dv)