Reaksi Cepat diLakukan Management PTPN III Unit Bangun Mengatasi Ulat Api

photoCollageMaker_20220610_202643676.jpg

Simalungun,BenuaNews.com-Ulat Api(Sesothosea asigna-red)adalah salah satu musuh yang sangat ditakuti oleh perkebunan kelapa sawit,karena serangannya akan menurunkan produktifitas tanaman kelapasawit.Serangannya akan berdampak jangka panjang dan mempengaruhi kwalitas dan kuantitas produksi dimasa yang akan datang.(Jumat,10/06/2022)

Pada kelompok tananam penghasil(TM)serangan ulat api akan berdampak pada penurunan produksi tanaman karena terganggunya proses fotosintesis yang mengakibatkan terganggunya proses pembentukan bunga dan buah.

Pada akhir-akhir ini serangan ulat api terjadi dan menyerang tanaman produksi di PTPN III Bangun,dan yang paling parah menyerang pada areal Afdeling lll.Yang hampir disetiap pohonnya.

Ketika awak media BenuaNews menanyakan kepada asisten afdeling tentang dan tindakan apa saja yang telah dilakukan dalam menghentikan serangan ulat api,Bapak Widiantoro Wijaya,SP asisten afd lll menjelaskan bahwa,
“Pada tanggal 4 s/d 9.05.2022 telah dilaksanakan global telling di blok D20,D21,E20,E21,E22,E23, F19,F20,F21 TM 2005,seluas 66,70 ha, dari hasil telling ditemukan adanya serangan ulat api rata- rata ulat per pelepah 5-7 ekor.
Dari jumlah diatas serangan masuk dalam kriteria sedang.

pada tanggal 10.05.2022 langsung dilaksanakan pengendalian dengan fogging dengan dosis per Hektar bahan kimia
Bahan Insektisida Decis + Minyak solar + Emulgator

Selanjutnya tnggal 13.05.2022 , dilakukan kembali Hertelling dan tidak ada lagi ulat api yang ditemukan.” Jelas pak Widiantoro dengan lugas.

“Serangan ulat api saat ini sudah terkendali.yang awal mulanya dari kebun sawit tetangga,maka Kami lakukan fogging ulat api pada malam hari,penanaman beneficial plant yaitu bunga pukul delapan,bunga air Mata pengantin dan ketepeng cina,kemudian pembuatan fruit trap,dan kutip prompting.Dan hasilnya cukup memuaskan,berdasarkan Telling ulang terakhir populasi ulat sudah menurun dan terkendali.Harapan Kami kedepannya agar memperkuat pelaksanaan global telling agar tidak terjadi ledakan populasi hama ulat api” Tutup nya.

Luar biasa dan patut di contoh untuk perkebunan yang lain.

Reporter: Dedi Sinaga

scroll to top