Ramadhan Fishing Festival Jadi Langkah Awal Bangkitkan Potensi Wisata Bendungan Tanju

Screenshot_20260225-1812482.jpg

Dompu,NTB.Benuanews.com.Bendungan Tanju bukan sekadar hamparan air di utara Manggelewa. Ia adalah lanskap yang sedang berubah bukan oleh proyek besar, tetapi oleh keberanian anak-anak muda Desa Tanju.

Sebagian dari mereka bahkan masih belasan tahun. Mereka tidak menunggu program, tidak menunggu anggaran, tidak menunggu legitimasi. Mereka bergerak dengan cara paling dasar: swadaya, gotong royong, dan keyakinan bahwa Desa bisa dibangun oleh warganya sendiri.

Di saat sebagian masyarakat masih melihat Desa sebagai ruang yang stagnan, generasi muda Desa Tanju justru menjadikannya sebagai panggung perubahan. Mereka mengajak warga terlibat, menghidupkan partisipasi, dan menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari negara karena terkadang ia lahir dari keberanian masyarakat lokal bersama Pemerintah Desa yang selalu hadir di belakang mereka.
Dengan anggaran yang terbatas, dukungan finansial memang tak besar, tetapi dukungan kebijakan dan moral diberikan secara penuh.

Abdul Haris, salah satu penggerak anak muda di Desa Tanju, menyebut bendungan ini sebagai ruang yang lahir dari sejarah dan pengorbanan.
“Dulu ini rumah kami. Sekarang berubah jadi bendungan, dan kami ikhlas. Pengorbanan itu tidak boleh berhenti sebagai cerita—kami ingin ia jadi fondasi masa depan Desa Tanju. Kalau dulu kami menyerahkan tanah, hari ini kami menuntut masa depan dari tanah itu,” katanya.

Kepala Desa Tanju Buyung Susanto, S.H. menegaskan komitmennya mendorong gerakan kreatif generasi muda.
“Kami ingin Desa Tanju menjadi ruang inovasi dan event-event besar. Ini bukan hanya wisata, tapi peluang ekonomi Desa. Jika dikelola serius, ini bisa menjadi salah satu sumber PAD Desa ke depan,” ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat setempat Yakni H.Arjuna, mengaku tersentuh melihat semangat anak-anak muda di Desa Tanju.
“Saya bangga sekaligus khawatir kalau masyarakat hanya menonton. Masa depan Tanju ada di tangan mereka. Kalau kita tidak ikut bergerak, kita sedang menyerahkan masa depan Desa kepada segelintir anak muda yang bekerja sendirian,” katanya.

Gerakan ini membuka satu kesadaran penting: Bendungan Tanju bukan hanya infrastruktur, tetapi peluang. Ia bisa menjadi ruang wisata, ruang ekonomi baru, dan simbol kebanggaan Dompu.

Di titik ini, Desa berhenti menjadi objek pembangunan dan mulai bertindak sebagai subjek yang sadar akan nasibnya sendiri.

Bendungan Tanju kini tidak hanya menyimpan air, tetapi juga ambisi generasi muda untuk menulis ulang masa depan Desa mereka.

Anak-anak Muda Desa Tanju mengadakan Turnamen Mancing Bendungan Tanju dengan tarif Rp.50 K perorang yang akan di ikuti oleh 100 orang pendaftar pertama dan akan di mulai pada 01 Maret 2026 mendatang.

Bagi yang berminat dan punya hobby mancing silahkan daftarkan diri anda di:
Kontak Person: +6283834678209 atau +6285930023066

(IMRAN KHAN)

scroll to top