Polsek Mataram Kawal Dua Prosesi Ngaben, Arus Lalu Lintas dan Kamtibmas Tetap Kondusif

IMG-20260115-WA0023.jpg

Mataram NTB benuanews.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Mataram menerjunkan personelnya untuk mengamankan dua prosesi upacara adat ngaben (kremasi) yang berlangsung bersamaan di wilayah hukumnya, Kamis (15/01/2026). Pengamanan dilakukan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama prosesi adat berlangsung.

Kapolsek Mataram AKP Mulyadi, S.H., mengatakan kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang tengah melaksanakan kegiatan adat dan keagamaan.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman serta memastikan rangkaian upacara ngaben berjalan tertib, lancar, dan kondusif, tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya, khususnya arus lalu lintas,” ujar AKP Mulyadi.

Prosesi pertama berlangsung di Jalan Trisula, Lingkungan Pajang Barat, Kelurahan Pejanggik. Upacara ini mengantarkan jenazah almarhumah Ni Nengah Simpen (90), seorang pensiunan guru, menuju Setra Karang Jangkong, Cakranegara. Pengamanan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Pejanggik Aiptu Nyoman Gede Budiarta, Bhabinkamtibmas Mataram Timur Aiptu Nurul Mukminin, Unit Patroli Polsek Mataram, serta didukung pecalang Pajang Bersatu.

“Kami juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, kami mengimbau para pelayat agar tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas selama prosesi berlangsung,” tambah Kapolsek.

Sementara itu, prosesi kedua digelar secara paralel di Simpang Empat Pagesangan. Upacara ngaben almarhum I Wayan Matre, warga Lingkungan Pagesangan Selatan, dilaksanakan dengan iring-iringan menuju Setra Harsana Pagesangan. Di lokasi ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pagesangan Aiptu I Gede Gunartha bersinergi dengan Unit Lalu Lintas Polsek Mataram untuk mengatur arus kendaraan, mengingat padatnya pelayat dan iring-iringan yang melintas di jalur utama.

AKP Mulyadi menegaskan, kedua kegiatan pengamanan tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi yang baik antara kepolisian, pecalang, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Kerja sama yang solid antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah, terutama saat berlangsungnya kegiatan adat dan keagamaan,” pungkasnya.(Dv)

scroll to top