*Pimpin Upacara Sumpah Pemuda 2026, Wabup Jumail: Wahai Pemuda, Bermimpilah Setinggi Langit*

IMG-20261029-WA0017.jpg

MASAMBA-Benuanews.com-Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tingkat Kabupaten Luwu Utara Tahun 2026.

Upacara digelar di Halaman Upacara Kantor Bupati, pada Rabu (28/10/2026), dan dihadiri jajaran Forkompimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah, Kabag Setda, serta para pimpinan instansi vertikal.

Dalam sambutan seragam Menteri Pemuda dan Olahraga, Wabup Jumail Mappile memberikan motivasi dan mengajak seluruh pemuda Luwu Utara agar tidak takut bermimpi besar.

“Anak-anakku para pemuda Indonesia, bermimpilah setinggi langit. Bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani,” tutur Jumail penuh motivasi.

Jumail juga menegaskan visi besar bangsa untuk membangun Indonesia yang maju tidak sekadar diukur dari megahnya infrastruktur fisik atau kecanggihan teknologi semata.

“Kita ingin membangun Indonesia yang maju, tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang makin canggih, atau kekayaan yang berlimpah,” jelasnya.

“Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak pernah menyerah, serta dari kepedulian terhadap sesama,” sambung Wabup Jumail di hadapan ratusan peserta upacara.

Wabup juga menekankan pentingnya membentuk generasi masa depan yang memiliki tiga pilar utama karakter bangsa, yakni patriotik, gigih, dan berempati.

Ia menjelaskan bahwa pilar pertama, yaitu patriotik, berarti mencintai Indonesia bukan sekadar retorika atau kata-kata manis, melainkan dibuktikan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi Ibu Pertiwi.

Sementara pilar kedua, gigih, berarti seseorang dintuntut untuk pantang menyerah menghadapi kesulitan, tidak runtuh saat diterpa kegagalan, serta terus berjuang hingga mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa.

Pilar ketiga atau pilar terakhir, yaitu berempati, di mana seseorang wajib memiliki kepekaan sosial, tidak hanya memikirkan kesuksesan diri sendiri, tetapi juga peka terhadap kesulitan sesama dan siap hadir saat rakyat membutuhkan pertolongan.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, serta kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan sesungguhnya,” terang Wabup Jumail, kembali menegaskan pesan dari Menpora.

Terakhir, ia menyampaikan pesan khusus yang membakar semangat para pemuda di Luwu Utara. Pesan wabup tersebut adalah mengajak para pemuda agar berani bercita-cita besar, namun tetap memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan dan pelayanan.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan mampu menjadi momentum reflektif bagi para pemuda untuk terus berkontribusi nyata, memperkuat solidaritas sosial, dan menjadi motor penggerak pembangunan yang berkarakter di Bumi La Maranginang. (LHr#)

scroll to top