Labuhanbatu Selatan – Benuanews.com
Seorang penumpang mengeluhkan pelayanan yang diterimanya saat menggunakan Bus Chandra untuk perjalanan menuju Medan. Keluhan tersebut terkait perbedaan informasi mengenai ketersediaan tempat duduk dan tarif yang diterima selama perjalanan.
Menurut keterangan penumpang, dirinya membeli tiket resmi di loket dengan tarif Rp100.000. Saat pembelian tiket, ia mengaku mendapat informasi bahwa kursi penumpang masih tersedia di dalam bus.
Namun, setelah naik ke dalam kendaraan, penumpang mengaku tidak menemukan kursi yang dijanjikan. Ia menyebut kru bus kemudian menjelaskan bahwa kursi akan tersedia setelah ada penumpang yang turun di kawasan Simpang Kompi.
Setelah kursi tersebut kosong dan ditempatinya, penumpang mengaku kembali diminta berpindah ke bangku tambahan atau bangku tempel. Sementara itu, menurut pengakuannya, sejumlah penumpang lain yang naik di tengah perjalanan tetap menempati kursi utama.
Tak hanya soal tempat duduk, penumpang juga mengaku mendapat penjelasan dari kru bahwa ongkos perjalanan yang tercatat hanya Rp40.000. Padahal, menurutnya, ia telah membayar Rp100.000 sesuai tarif yang tertera pada tiket yang diterima dari loket penjualan.
Perbedaan informasi mengenai tarif dan fasilitas tempat duduk tersebut diduga menjadi pemicu kesalahpahaman antara penumpang dan kru bus selama perjalanan sehingga terjadi adu argumentasi dan penumpang diturunkan di jalan.
Penumpang berharap pihak perusahaan dapat meningkatkan koordinasi antara petugas loket dan kru lapangan agar pelayanan kepada pelanggan lebih baik serta tidak menimbulkan kebingungan bagi penumpang yang telah membeli tiket secara resmi.
Menanggapi keluhan tersebut, Mandor Bus Chandra Kota Pinang, Bullah, mengakui adanya kekeliruan dalam pelayanan yang dialami penumpang.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (2/6/2026), Bullah menyatakan pihaknya menerima masukan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan ke depan.
“Memang ada kesalahan terkait kejadian itu dan akan menjadi bahan evaluasi bagi kami ke depan,” ujar Bullah.
Meski demikian, Bullah menjelaskan secara rinci penyebab terjadinya perbedaan informasi antara petugas loket dan kru bus yang bertugas selama perjalanan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen atau direksi Bus PT Chandra belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan penumpang maupun langkah yang akan diambil perusahaan untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.(K.N)