MAKASSAR-Benuanews.com-Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, secara resmi membuka Pelatihan Panen dan Pascapanen Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan I – IV di Aryaduta Hotel, Makassar, Senin (3/11/2026).
Kegiatan ini merupakan inisiatif Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian, serta IPB Training.
Sebanyak 116 petani kelapa sawit yang terpilih dari Luwu Utara terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan intensif ini. Mengingat keikutsertaan mereka dalam rangka meningkatkan kompetensi teknis para petani sawit mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Abdullah Rahim menekankan bahwa pelatihan ini memegang peranan yang sangat penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas unggulan daerah di Kabupaten Luwu Utara.
“Ini merupakan sebuah program yang sangat penting untuk pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara,” ujar Bupati Andi Abdullah Rahim. Ia pun mengungkapkan keyakinannya bahwa petani bisa mengembangkan sektor perkebunan sawit.
“Saya optimistis bahwa dari pelatihan ini akan menghasilkan para petani sawit yang sudah siap untuk mengembangkan sektor perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara,” tutur Bupati Andi Abdullah Rahim di hadapan para peserta yang hadir.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dalam upaya mengawal kemajuan sektor perkebunan. Dikatakannya, pemda berkomitmen penuh memberikan dukungan, mulai pendampingan teknis, akses terhadap inovasi pertanian, hingga penguatan rantai pasok.
“Sebagai pemerintah daerah, kami akan bekerja maksimal men-support agar hasil perkebunan sawit di Luwu Utara makin baik dan memberikan kesejahteraan bagi petani kami yang ada di Luwu Utara. Sukses untuk semua petani di Luwu Utara,” tambahnya penuh semangat.
Dengan pelatihan ini, Pemda Luwu Utara berharap peserta dapat menjadi agen perubahan di kelompok tani masing-masing. Ilmu yang diperoleh nantinya diharapkan langsung diaplikasikan, sehingga produktivitas sawit melonjak, bermutu tinggi, dan berdaya saing global. (LHr#)