Pelajar SMK Terlibat Unjuk Rasa Omnibus Law

WhatsApp-Image-2020-10-10-at-02.01.22.jpeg

Jawa tengah (benuanews.com) —  Tidak kurang dari 200 pelajar SMK ikut berbaur menjadi satu dengan para mahasiswa dan kelompok buruh berunjuk rasa di Tugu Kartosuro Sukoharjo pada Kamis (08/10/2020). Merusak sarana pemisah jalan dan tanda rambu lalu lintas lain. “Kami hanya ikut diajak teman pak” jawab Suwandi kepada reporter Benuanews.

Suwandi hanya pelajar SMK merasa senang ikut kelompok unjuk rasa. Merasa banyak teman imbuhnya. Teman-temanya sekitar 14 orang dari beda sekolah. Mengangkat rambu lalu lintas dan membantingnya berulangkali. Dia dan teman lain mencari apa yang didapat, kayu atau batu. Dilemparkanya kearah petugas keamanan.

Lain halnya dengan Agus (15th) pelajar SMK juga, mengaku bergabung dengan temanya dari berbagai sekolahan. “Kami banyak pak ada sekitar 43 teman SMK dan putus sekolah” jawabnya kepada reporter. Mereka merasa tidak takut melempari petugas kepolisian. “Kami pokoknya ikut teman ramai ramai saja pak” imbuhnya.

Para pelajar tidak menerima bayaran dalam bentuk uang. Seolah merasa puas. Mereka hanya mengaku karena lama tidak masuk sekolah. Merasa vacuum dari aktivitas studi. Di bawah kelopak mata mereka sudah dari awal diolesi dengan odol pemutih gigi. Seperti sudah dipersiapkan dari awal. Ada beberapa orang yang membagi minyak oles sebagai bahan antisipasi apabila aparat keamanan menembakan peluru gas air mata.

Mereka ikut berlarian bersama teman lainya ketika pasukan motor trail menghalaunya. Berlari masuk lorong jalan kecil sambil melemparkan batu dan kayu. “Saya juga takut pak, tapi senang aja, latihan berani” jawab Ardi (17th) dari SMK luar kota. Alasanya ikut berunjuk rasa hanya karena melihat surat undangan dari media sosial kawanya. Sayangnya diantara pengunjuk rasa tidak sedikit yang tidak pakai masker.

Ketika reporter Benuanews meninggalkan lokasi pukul 6 sore, anak anak pelajar masih berkerumun dengan teman sebayanya. Diantara mereka ada yang saling kenal ada yang tidak. Rata rata usia 14-18 tahun. Pada umumnya mereka mengaku hanya ikut-ikutan diajak teman.

Kontributor : barry

(Visited 27 times, 1 visits today)
scroll to top