OPS SAR KHUSUS ANGKUTAN LEBARAN 1443 H HARI KE-15

basarnas-mudik.jpeg

MENTAWAI (benuanews.com) ~ Pelaksanaan Siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran Tahun 2022 /1443 H telah memasuki hari ke-15 atau H+3.(06/05/2022). Siaga SAR tersebut berlangsung selama 21 hari dari tanggal 22 April 2022 hingga 12 Mei 2022.

“Arus balik dari daerah lain ke Kabupaten kepulauan Mentawai dengan moda transportasi laut pada hari ini (Jum’at, 06/05/2022) yaitu pagi subuh tadi dengan kapal feri KMP Gambolo dan siang ini Kapal Cepat pertama dari Padang yaitu Kapal MV Mentawai Fast. Arus balik dengan kepadatan Penumpang dengan moda transportasi Laut berjalan dengan lancar," ungkap Kakansar Mentawai Akmal, S.Sos di Dermaga Tuapejat kepada Benuanews.com.

“Hingga hari ini di hari ke-15 Operasi Siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran Tahun 2022 /1443 H berjalan dengan lancar dan sampai hari ini kejadian atau insiden kecelakaan, bencana atau kondisi membahayakan manusia masih nihil. Cuaca saat ini cerah berawan dengan gelombang cukup tinggi sekitar 1,25 – 2,5 meter dan kecepatan angin 10 – 20 knots dan diperkirakan puncak arus balik nanti pada hari Senin, 09/05/2022," ucap Kakansar lagi.

“Kami melaksanakan siaga di posko yaitu di Kantor dan di Dermaga Tuapejat dan mobile di Pantai Jati, Pantai Goisooinan, Pantai Mapaddegat, Bandara Rokot dan Dermaga Sioban. Kami Kantor SAR Mentawai beserta seluruh potensi SAR di Mentawai, berharap semoga Mentawai jauh dari segala kejadian Kecelakaan, Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia. Avignam Jagat Samagram (Semoga selamatlah Alam Semesta)," pungkas Kakansar.

Diakhir Kakansar Mentawai tetap menghimbau kepada kapal-kapal yang berlayar di Perairan Mentawai untuk tetap memperhatikan 6 hal ini :

  1. Perhatikan kondisi cuaca saat itu dan prakiraan cuaca yang di keluarkan BMKG;
  2. Pastikan kondisi fisik semua ABK baik dan logistik memadai. Begitu juga untuk pemudik (penumpang) tetap jaga kesehatan dan keselamatan;
  3. Pastikan kondisi mesin baik dan BBM mencukupi;
  4. Memiliki Peralatan Safety, seperti pelampung, peralatan Navigasi dan Komunikasi, beserta peralatan pemancar sinyal marabahaya seperti EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) yang didaftarkan di Basarnas;
  5. Tetap indahkan protokol kesehatan;
  6. Jangan lupa kalau terjadi insiden Kecelakaan, Bencana Maupun Kondisi Membahayakan Jiwa Manusia maka segera Hubungi Emergency Call Basarnas 115.(W).
(Visited 11 times, 1 visits today)
scroll to top