Bawaslu Agam Rekrut 24 Peserta Untuk Pengawas Pemilu 2029 Dari Berbagai Kalangan

IMG-20260512-WA0007-2.jpg

Agam, Benuanews.com – Penyelenggaraan Pemilu di Indonesia adalah yang paling kompleks di dunia yang memiliki kecenderungan adanya pelanggaran yang semakin beragam variannya. Dalam rangka mengawal Pemilu yang berintegritas, Bawaslu membutuhkan kolaborasi dan konsolidasi bersama masyarakat dalam mengawasi Pemilu.

Untuk memperkuat partisipasi masyarakat, Bawaslu Republik Indonesia secara resmi membuka Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 pada Selasa (12/05) yang akan dilaksanakan oleh Bawaslu seluruh Indonesia secara luring dan daring. Dibuka oleh Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty di Tangerang, Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 memiliki tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu dan Pemilihan 2029 yang Bermartabat.”

Demokrasi menjadi mandat yang harus dikawal semua pihak baik penyelenggara, masyarakat, dan Pemerintah Daerah untuk berkolaborasi memastikan Pemilu berjalan Luber Jurdil. Lolly kemudian menyebut komitmen tak terputus Bawaslu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pembentukan kader pengawasan partisipatif.

Dimulainya “Gerakan Sejuta Relawan Pengawasan Partisipatif” pada tahun 2014, Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang diluncurkan Bawaslu pada tahun 2018 hingga 2022, dan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digagas sejak tahun 2022 merupakan bentuk komitmen Bawaslu dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan Pemilu.

Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif diikuti oleh peserta P2P di seluruh Indonesia. Dalam pembukaan acara, Lolly Suhenty mengemukakan pengembangan 4 karakter kader P2P yang harus dimiliki yaitu Logis, Kritis, Berani, dan Berdampak. Ia berharap seluruh peserta memiliki karakter tersebut, sehingga pelaksanaan P2P mencapai tujuannya yaitu “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu dan Pemilihan 2029 yang Bermartabat.”

Kader P2P harus memiliki karakter logis, kritis, berani, dan berdampak. Akan kita buktikan dari 30 ribu lebih kader, kami harapkan semua akan berfungsi dan bergerak pada Pemilu 2029 mendatang,” tutup Lolly.

Mengikuti kegiatan melalui Zoom dari Kantor Bawaslu Agam, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Agam Yuhendra menjelaskan skema kepesertaan P2P di Kabupaten Agam. “Jika tahun kemarin kita mengajak partisipasi OKP dan Ormas, tahun 2026 ini Bawaslu Kabupaten Agam memilih partisipasi pemilih pemula, guru, dan masyarakat umum sebagai bagian dari pengembangan Pendidikan Pengawas Partisipatif,” ungkapnya.

Partisipasi guru diharapkan dapat memberikan pengayaan materi pelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai pengawasan partisipatif sehingga dapat ditanamkan kepada siswa didik. Partisipasi siswa selaku calon pemilih pemula juga diharapkan dapat menjadi pioneer bagi lingkungan sebayanya selain itu sebagai Osis dapat menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan informasi kepemiluan dalam kegiatan sekolah. Masyarakat umum juga diharapkan dapat bergerak di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Harapannya P2P dapat berfungsi dan bergerak, tidak hanya sekedar terlaksana namun menjadi bukti kinerja Bawaslu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

P2P diharapkan dapat menjadi magnet untuk membuat geliat gerakan pengawasan partisipatif begitu nyata yang dimulai di masa non tahapan menuju Pemilu 2029,” ujar Yuhendra.

scroll to top