JAKARTA (Benuanews.com) – Melanjutkan perjuangan terkait permasalahan listrik di Desa Tanjung Lebar, Kepala Desa Tanjung Lebar kecamatan bahar selatan kabupaten Muaro Jambi secara resmi memasukkan laporan dan proposal pengajuan ke Kantor Pusat Pengaduan dan Layanan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal di Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan.
Masyarakat Desa Tanjung Lebar telah hidup tanpa aliran listrik selama belasan tahun akibat sengketa tapal batas wilayah yang tak kunjung selesai.
Permasalahan ini sebelumnya telah disampaikan langsung oleh Kepala Desa Tanjung Lebar, Endang lestari, kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) H. Yandri Susanto di Jakarta, pada Selasa, 10 Juni 2025.
Endang lestari menyampaikan kepada Mendes PDT bahwa Desa Tanjung Lebar sudah 10 tahun belum teraliri listrik. “Bagaimana kami, pemerintah desa, bisa mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto jika listrik saja belum tersedia,” ujar Endang.
Menanggapi hal tersebut, Mendes PDT menyampaikan bahwa masih banyak desa yang belum mendapatkan aliran listrik. “Permasalahan ini akan kami tuntaskan bersama Menteri ESDM. InsyaAllah semua bisa diatasi,” ujar Yandri Susanto beberapa bulan lalu.
Melanjutkan perjuangan tersebut, Kepala Desa Tanjung Lebar, Endang lestari, didampingi Sekretaris Desa kembali berangkat ke Jakarta untuk mengajukan laporan ke Pusat Pengaduan dan Layanan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal.
“Hari ini (09/12), saya bersama Sekdes Tanjung Lebar menyerahkan surat dan proposal pengajuan. Ini merupakan lanjutan dari perjuangan beberapa bulan lalu. Kami berharap langkah ini dapat segera direspons oleh pihak kementerian dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masyarakat Desa Tanjung Lebar, agar warga bisa segera menikmati fasilitas listrik,” harap Endang lestari.
(HCS)