Limapuluh Kota,-Benuanews.com Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Payakumbuh-Lima Puluh Kota, Aspon Dedi, menegaskan bahwa wartawan merupakan mitra strategis guru dalam menyampaikan informasi kepada publik, sekaligus berperan penting dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi salah seorang narasumber dalam Seminar Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lima Puluh Kota yang mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju”, di Aula Kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani), kawasan Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kamis (29/10/2026).
Di hadapan ribuan tenaga pendidik Kabupaten Lima Puluh Kota, Aspon Dedi yang akrab disapa Popon itu mengingatkan pentingnya pemahaman guru terhadap tugas, fungsi, serta profesionalitas wartawan dalam menjalankan kegiatan jurnalistik.
Menurutnya, guru perlu mengetahui siapa wartawan yang benar-benar menjalankan tugas jurnalistik sesuai aturan dan kode etik, serta mampu membedakannya dari oknum yang hanya mengaku sebagai wartawan.
“Guru juga harus memahami kinerja wartawan, siapa wartawan, apa tugasnya, serta bagaimana membedakan wartawan yang sesungguhnya dengan orang yang hanya mengaku-ngaku sebagai wartawan,” ujar Popon.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik. Dengan pemahaman tersebut, guru diharapkan dapat menjalin kemitraan secara tepat dengan insan pers yang bekerja secara profesional.
“Jurnalis merupakan mitra kerja guru. Namun, guru juga harus mengetahui dengan siapa mereka bermitra. Jangan sampai salah menjalin kemitraan sehingga menimbulkan persoalan, intimidasi, atau hal-hal lain yang dapat merugikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Popon mengajak para guru agar tidak merasa alergi terhadap wartawan. Menurutnya, wartawan membutuhkan informasi untuk disampaikan kepada masyarakat, sementara guru dan institusi pendidikan juga membutuhkan publikasi agar berbagai kegiatan, prestasi, serta program pendidikan dapat diketahui masyarakat luas.
“Guru tidak perlu alergi terhadap wartawan. Wartawan membutuhkan informasi untuk diberitakan, sementara guru juga membutuhkan publikasi agar kegiatan dan capaian dunia pendidikan diketahui oleh masyarakat. Karena itu, PWI Payakumbuh-Lima Puluh Kota siap berkolaborasi dengan PGRI Kabupaten Lima Puluh Kota dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada publik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi antara guru dan media massa perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui pemberitaan yang informatif, edukatif, berimbang, dan bertanggung jawab.
Popon juga menilai pers memiliki kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan pendidikan, mulai dari menyebarluaskan informasi yang akurat dan mudah dipahami, mengangkat praktik baik yang dilakukan guru dan sekolah, hingga menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran dan pelaksanaan kebijakan pendidikan.
“Pers juga memiliki peran dalam dunia pendidikan. Di antaranya menyebarkan informasi yang akurat dan mudah dipahami, mengangkat praktik baik guru, sekolah, dan komunitas pendidikan, serta mengawasi penggunaan anggaran dan pelaksanaan kebijakan secara bertanggung jawab,” tutupnya.
PGRI Dorong Peningkatan Profesionalisme Guru
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Lima Puluh Kota, Indrawati, menyampaikan bahwa seminar nasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Guru Nasional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme tenaga pendidik.
Indrawati menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lima Puluh Kota dan seluruh pihak yang telah hadir serta mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap seminar ini dapat menjadi momentum bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, dan etos kerja dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.
“Tujuan PGRI melaksanakan seminar ini adalah untuk membangun kesadaran, meningkatkan disiplin dan etos kerja, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan. Hal ini sejalan dengan tema seminar yang kita usung,” ujar Indrawati, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Ia juga menegaskan bahwa kedisiplinan dan kompetensi guru merupakan faktor penting dalam memastikan proses belajar mengajar (PBM) berjalan dengan baik.
Menurutnya, guru harus terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta meningkatkan kualitas diri agar mampu memberikan pendidikan terbaik kepada peserta didik.
“Guru kita memiliki kemampuan yang perlu terus ditingkatkan agar proses pembelajaran menjadi lebih baik. Salah satu cara memuliakan diri adalah dengan meningkatkan kompetensi dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Guru harus terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan bekerja keras untuk mencapai kemajuan,” tambahnya.
Dihadiri Sejumlah Tokoh dan Pemangku Kepentingan
Seminar nasional tersebut turut dihadiri Bupati Lima Puluh Kota, Ketua PGRI Kabupaten Lima Puluh Kota, Kepala Dinas Pendidikan, Kapolres 50 Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, unsur kepolisian, tokoh pendidikan, serta Ketua PGRI Provinsi Sumatera Barat.
Selain Aspon Dedi, sejumlah narasumber lainnya turut memberikan materi, di antaranya Prof. Ganefri, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, serta Kapolres 50 Kota.
Tidak hanya seminar, kegiatan tersebut juga diisi dengan peluncuran buku antologi puisi berjudul “Suara Alam dalam Lembar Rasa” karya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Lima Puluh Kota.
Peluncuran buku ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan karya para guru, sekaligus menunjukkan bahwa tenaga pendidik tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran, tetapi juga memiliki potensi dalam mengembangkan literasi dan karya sastra.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara insan pers, tenaga pendidik, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta mencerdaskan kehidupan masyarakat.(Lili)
