Hadiri Pelepasan Santri RA Al-Hidayah, Wabup Jamri: Pendidikan Usia Dini Adalah Fondasi Karakter Bangsa

FB_IMG_1782048547538-1.jpg

LABUHANBATU | Benuanews.com – Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST., menghadiri sekaligus menyaksikan langsung prosesi pelepasan santriwan dan santriwati RA Al-Hidayah Bulu Cina Angkatan ke-19, Rabu (10/6/2026). Momentum ini menandai kelulusan para peserta didik tingkat Raudhatul Athfal (RA) sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar.

Kehadiran Wakil Bupati dalam agenda ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini, khususnya yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Dalam sambutannya, Wabup H. Jamri menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tenaga pendidik yang telah dengan sabar dan ikhlas membimbing anak-anak. Menurutnya, masa usia dini adalah fase krusial dalam membentuk mental, karakter, dan spiritual generasi penerus.

“Anak-anak adalah aset berharga bagi keluarga, daerah, dan bangsa. Di usia emas inilah nilai dasar agama dan moralitas harus ditanamkan dengan kuat. Tanamkan nilai agama, kedisiplinan, serta semangat belajar agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ujar H. Jamri.

Wabup juga berpesan khusus kepada para orang tua agar tidak pernah lelah memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan bagi anak-anak di jenjang pendidikan berikutnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah RA Al-Hidayah, Nurlina, S.Pd., menjelaskan bahwa esensi pendidikan di tingkat RA adalah mempersiapkan kesiapan jasmani dan rohani anak untuk masa depan, namun dengan metode yang ramah anak.

Nurlina menekankan bahwa di RA Al-Hidayah, anak-anak tidak dipaksa untuk langsung menguasai Calistung (baca, tulis, hitung), melainkan fokus pada pengenalan huruf dan angka melalui metode bermain.

Di RA anak-anak tidak dituntut untuk langsung pintar, tapi dituntut untuk bahagia. Jika mereka bahagia, otaknya akan berkembang cerdas. Sebaliknya, jika tertekan, potensi kecerdasan anak usia 0-6 tahun justru akan terhambat,” jelas Nurlina.

Nurlina juga menyampaikan permohonan maaf jika selama mendidik terdapat ketegasan dari para guru. “Terkadang ada kata teguran atau marah, namun itu bukan karena benci, melainkan rasa sayang agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang terdidik.”
Ia juga berterima kasih atas kehadiran Wakil Bupati yang menjadi suntikan motivasi besar bagi para guru, santri, dan orang tua murid.

Acara pelepasan angkatan ke-19 ini berlangsung meriah sekaligus haru dengan ditampilkannya berbagai pentas seni islami oleh para santri, di antaranya Pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Hafalan doa-doa harian, Pertunjukan seni dan tari islami,

Agenda ditutup dengan prosesi sakral penyerahan tanda kelulusan kepada para santriwan dan santriwati, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Prosesi pelepasan ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat dan tokoh masyarakat, antara lain Asisten I Setdakab, Drs. Sarimpunan Ritonga, M.Pd., Asisten III Setdakab, Zaid Harahap, S.Sos., MM., Ketua Yayasan RA Al-Hidayah., Lurah Sidorejo., Kepala Sekolah SDN 2 dan SDN 3., Tokoh masyarakat, tokoh agama setempat, serta seluruh orang tua/wali santri. (*)

scroll to top