Gedung Baru GPI Apostolos Di Resmikan Oleh Pendeta Taruli Sihombing : Ini Adalah Sebagai Mujizat

IMG-20220801-WA0079.jpg

Medan – HELVETIA , Benuanews.com
Gedung Gereja Penyebaran Injil (GPI Apostolos) di Jalan Serbaguna Ujung Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara , yang sempat rubuh usai di terjang angin puting beliung, Rabu (16/02/2022) yang lalu akhirnya di resmikan.

Kembali terbangunnya rumah ibadah umat nasrani tersebut setelah salah satu pengusaha D. Sinambela, S.H., P. Sinambela, S.H., sebagai donatur sebelumnya mendapatkan informasi melalui pemberitaan di salah satu portal website berita tentang insiden bencana alam yang merubuhkan gereja tersebut.

“Bapak D. Sinambela menghubungi saya setelah mendapatkan informasi dari salah satu portal berita media online tentang rubuhnya Gedung GPI Apostolos ini dan meminta saya untuk melakukan pengecekan lapangan tentang kebenaran informasi tersebut. Lewat itulah saya mencari dan mencoba berkomunikasi dengan bapak gembala sidang GPI Apostolos, Pdt. Taruli Sihombing, S.Th, M.Min dan menyepakati waktu untuk bertemu,” ungkap ibu R. Sinambela mewakili donatur dalam kata sambutannya di acara peresmian tersebut, Minggu (31/07/2022) sore ,kemarin .

Usai melakukan peninjauan, pihaknya langsung melakukan penandatanganan kontrak dan siap menjadi donatur pembangunan GPI Apostolos.

Sementara itu, Gembala Sidang GPI Apostolos, Pdt. Taruli Sihombing, S.Th, M.Min menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap para donatur dan menceritakan history singkat pembangunan gedung GPI Apostolos tersebut.

“Jadi, sejak tahun 2010 kami sudah mengusahai lahan ini dan berencana untuk membangun gereja. Pada tahun 2013 kami kembali menggelar doa di lahan ini untuk rencana pembangunan. Hingga akhirnya, tahun 2021 kami membentuk panitia pembangunan dan melakukan pemasangan pondasi. Hingga akhirnya naik tembok pada bulan 2022 dan tiba lah waktunya saat bencana alam puting beliung itu tiba. Perasaan saya sudah tidak enak sore itu saat saya sedang berada di gedung lama yang masih kami kontrak di Jalan Serbaguna depan. Benar saya, saat angin kencang hebat sebelum hujan saya khawatir dengan bangunan gereja ini. Setelah hujan reda, saya lah orang pertama yang menyaksikan rubuh nya bangunan gereja kami, rata dengan tanah”, ungkap Pdt. T. Sihombing di mimbar dengan mata berkaca-kaca.

Usai insiden tersebut, ia merasa terkejut karena penyebaran informasi melalui media Online dan medsos viral hingga membuat berbagai pihak datang untuk meninjau lokasi rubuhnya Gedung GPI Apostolos itu.

“Langsung viral di media online melalui pemberitaan dan media sosial. Sampai pihak kepolisian dan Muspida bolak balik datang meninjau lokasi sampai tengah malam. Mukjizat terjadi, di saat kami kehabisan dana total, tuhan punya jalannya sendiri dan atas insiden ini Tuhan memakai donatur yang sama sekali kami tidak kenal, tidak memiliki hubungan apa pun, bukan juga jemaat kami, tapi lewat bapak D. Sinambela dan bapak P. Sinambela melalui ibu R. Sinambela, boleh Tuhan pakai untuk membangun kembali rumah Tuhan ini”, bebernya.

Ia bahkan mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai pihak yang terlibat dalam hal pembangunan Gedung GPI Apostolos.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang mendukung proses pembangunan GPI Apostolos baik sebelum rubuh maupun setelah rubuh. Kami tidak dapat membalas semua bantuan yang diberikan, sekiranya Tuhan Yesus lah yang akan membalasnya. Kemudian, kami ucapkan terimakasih kepada seluruh rekan-rekan media yang turut membantu memviral kan insiden/bencana yang kami alami, biar lah Tuhan yang memberkati dan memberikan rezeki serta kesuksesan kepada rekan-rekan media”, pungkasnya.

Prosesi peresmian gedung GPI Apostolos tersebut diawali dengan gunting pita yang dilakukan langsung oleh Pimpinan Daerah 01 (Sumut – Aceh) GPI, Pdt. Pardomuan Marpaung S.Th, Ibu Rohani Sinambela mewakili donatur Daniel Sinambela dan Paulus Sinambela serta Gembala Sidang GPI Apostolos, Pdt. Taruli Sihombing, S.Th, M.Min.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian ulos dan cinderamata sebagai ucapan terimakasih kepada donatur Daniel Sinambela dan Paulus Sinambela diwakili oleh Rohani Sinambela. Selanjutnya pemberian tanda ucapan terimakasih atas jasa dari dua orang kepala tukang sebelum rubuh dan setelah Gedung rubuh, Lase dan Adi.

( Darmayani )

scroll to top