*Luwu Utara Dapat Banyak Tambahan Kuota Bedah Rumah Usai Bupati Temui Menteri Perumahan Rakyat*

Screenshot_20260406_220624.jpg
JAKARTA-Benuanews.com-Upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) untuk menuntaskan persoalan kemiskinan melalui bantuan bedah rumah akhirnya membuahkan hasil.Hal ini terungkap dalam audiensi yang dilakukan Bupati Andi Rahim dengan Menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Sirait, di Gedung Wisma Mandiri 2 Jalan M.H. Thamrin Nomor 5, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).“Kami baru saja melakukan audiensi dengan Menteri Perumahan Rakyat, Bapak Maruarar Sirait, untuk mendapatkan kejelasan mengenai program di Kementerian Perumahan Rakyat, utamanya terkait bedah rumah, pembangunan kawasan permukiman, dan kredit bagi pengusaha bangunan maupun developer perumahan,” beber Andi Rahim usai pertemuan.Ia mengungkapkan bahwa Menteri Maruarar Sirait memberikan lampu hijau berupa penambahan kuota bantuan bedah rumah yang cukup signifikan kepada Luwu Utara untuk tahun 2026 ini.“Alhamdulillah, Bapak Menteri Perumahan Rakyat memberikan kesempatan kepada kita di Luwu Utara untuk mendapatkan fasilitas dan bantuan bedah rumah yang lebih banyak lagi dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.Bupati mengatakan bahwa tambahan bantuan bedah rumah ini nantinya akan diprioritaskan bagi wilayah-wilayah yang memiliki angka kemiskinan ekstrem yang cukup tinggi.“Kita sudah identifikasi dari desil satu ke desil lima untuk mendapatkan program ini, sehingga bisa dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, kemudian bisa keluar dari kemiskinan ekstrem, dan membuat kehidupan mereka lebih sejahtera,” tandasnya.Untuk diketahui, tambahan kuota bedah rumah yang signifikan di tahun 2026 ini pastinya akan sangat membantu mempercepat target zero kemiskinan ekstrem.“Tak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini Bapak Menteri Perumahan Rakyat, atas segala perhatian yang diberikan kepada Luwu Utara,” ucapnya.“Dengan adanya dukungan penuh dari Kementerian Perumahan Rakyat, kami berharap indeks kesejahteraan masyarakat Luwu Utara makin meningkat seiring dengan tersedianya hunian yang layak, sehat, dan aman,” tandasnya. (LHr#)

Hakim Semprot Eks Kadinkes Muaro Jambi,Pengakuan Berani Pemotongan Terjadi di Semua Puskesmas

1001582343.jpg

JAMBI,(Benuanews.com)- Sidang perkara dugaan korupsi dana Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Kebun IX, Kabupaten Muaro Jambi, kembali mengungkap fakta baru. Mantan Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Apiffudin, dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jambi, Senin (6/4/2026).

Di hadapan majelis hakim, Apiffudin awalnya mengaku tidak mengetahui adanya praktik pemotongan dana TPP dan BOK pada periode 2022–2023. Ia menyebut baru mengetahui kasus tersebut setelah adanya laporan ke kepolisian.

“Saya taunya dari Polres ada laporan. Kemudian Polres meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Namun saat dicecar majelis hakim terkait pengawasan sebagai Kepala Dinas sekaligus Pengguna Anggaran (PA), Apiffudin menyatakan bahwa jika pun terjadi pemotongan, hal itu merupakan kesepakatan internal di tingkat puskesmas untuk menunjang pelayanan.

“Pemotongan itu kesepakatan internal,” katanya.

Pernyataan tersebut langsung mendapat sorotan majelis hakim yang mempertanyakan lemahnya pengawasan terhadap penggunaan uang negara.

“Apakah bapak melakukan pengawasan ketat? Harusnya sebagai PA memastikan uang negara digunakan sesuai ketentuan,” tegas hakim.

Tak hanya Apiffudin, saksi lain dari Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Nani Chairani, juga tak luput dari cecaran hakim. Dalam persidangan, terungkap isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebut Nani pernah menanyakan kepada terdakwa Dewi Lestari terkait pengakuan pemberian uang.

“Saya pernah tanya, ‘kenapa kakak bilang ada ngasih uang ke kami?’,” ungkap Nani di persidangan.

Dalam BAP tersebut, Dewi Lestari menjawab bahwa ada permintaan dana yang meningkat.

“Kau dak ingat yo, bos kau itu nagih dari Rp3 juta jadi Rp5 juta,” demikian kutipan jawaban terdakwa.

Namun saat hakim memperdalam siapa yang dimaksud “bos” tersebut, Nani mengaku tidak mengetahui.

Sementara itu, terdakwa Dewi Lestari membantah sejumlah keterangan saksi. Ia menyebut rapat koordinasi puskesmas tidak rutin digelar oleh Dinas Kesehatan, bahkan tidak pernah secara spesifik membahas pengelolaan dana BOK.

“Dalam rapat juga tidak pernah spesifik dibahas soal BOK,” ujarnya.

Dewi juga mengaku pernah melaporkan persoalan yang terjadi di Puskesmas Kebun IX kepada Apiffudin saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas, namun tidak mendapat solusi.

Lebih jauh, Dewi mengungkap adanya penyerahan uang sebesar Rp5 juta—yang sebelumnya Rp3 juta—kepada pihak Dinas Kesehatan melalui Nani Chairani.

“Saya yang memberikan uang itu. Untuk kepala dinas, mungkin dia lupa. Dan itu terjadi di semua puskesmas, saya yakin sampai sekarang masih berlangsung,” tegasnya.

Di luar persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Muaro Jambi, Farid, menyatakan bahwa sejumlah keterangan yang masih dibantah terdakwa akan terus didalami.

“Sejauh ini masih kita gali. Nanti kita lihat lagi dari fakta persidangan berikutnya,” katanya.

Perkara dugaan korupsi dana TPP dan BOK ini sendiri didakwa merugikan keuangan negara hingga Rp650 juta. Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda lanjutan pemeriksaan.

(Red)

Bupati Siak Afni Zulkifli Lantik 11 Anggota PAW Bapekam Koto Gasib, Tekankan Sinergi di Tengah Keterbatasan Anggaran

IMG-20260406-WA0222-1-scaled.jpg
Siak, Benua news com – Bupati Siak Afni Zulkifli melantik dan mengambil sumpah jabatan 11 orang Pengganti Antar Waktu (PAW) Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) Kecamatan Koto Gasib, yang digelar di Aula Kantor Camat Koto Gasib, Senin (6/4/2026).Sebanyak 11 anggota Bapekam yang dilantik berasal dari beberapa kampung, yakni Kampung Pangkalan Pisang, Kuala Gasib, Teluk Rimba, Buatan I, Sengkemang, Rantau Panjang, serta Kampung Keranji Guguh.Dalam sambutannya, Bupati Siak menyampaikan bahwa saat ini arah kebijakan pemerintahan mengalami perubahan yang cukup mendasar. Pada tahun 2026, pemerintah daerah mengikuti alur kebijakan pemerintah pusat, sehingga memiliki peran penting dalam mengawasi pelaksanaan program-program agar berjalan sebagaimana mestinya.Ia juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh elemen pemerintahan kampung dalam menghadapi tantangan, termasuk keterbatasan ruang fiskal.“Kita harus belajar cepat untuk memahami bagaimana menghadapi ruang fiskal yang sempit, serta tetap yakin dan percaya bahwa setiap kebijakan yang diambil bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.Mantan wartawan itu, juga mengajak penghulu dan Bapekam untuk memperkuat sinergi dan bekerja sama secara optimal, meskipun di tengah keterbatasan anggaran desa.“Saya mengajak penghulu dan Bapekam untuk kompak bekerja bersama, namun tetap mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat serta menjaga pelayanan tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.Lebih lanjut, ia berharap Bapekam dapat berperan aktif dalam mendata serta mengoptimalkan aset kampung sebagai sumber Pendapatan Asli Kampung (PAK), termasuk pemanfaatan lahan serta pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kampung-kampung.Menurutnya, kondisi saat ini bukan menjadi alasan untuk melemahkan semangat, melainkan momentum untuk bangkit dan terus berinovasi dalam membangun kampung.“Ini bukan melemahkan semangat kita, tetapi menjadi dorongan bagi kita semua untuk bangkit bersama dari kondisi yang ada,” pungkasnya.Pelantikan tersebut turut dihadiri Camat Koto Gasib, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Siak, serta Kapolsek Koto Gasib.Agus zega/ Tim.

Syafni Sikumbang : Penyuluh Adalah Ujung Tombak Petani, Produktivitas Pertanian  Harus Meningkat 

IMG-20260406-WA00851-scaled.jpg
Limapuluh Kota,-Benuanews.com Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, sektor pertanian merupakan salah satu penyangga utama perekenomian Kabupaten Lima Puluh Kota. Pemkab Lima Puluh Kota menegaskan satu arah yang tak bisa ditawar: sektor pertanian harus melompat maju. Hal itu ditegaskan Bupati Lima Puluh Kota, H.Safni Sikumbang saat membuka Rapat Koordinasi bersama seluruh penyuluh pertanian se-Kabupaten Lima Puluh Kota, di Gedung IPHI, Tanjung Pati, Senin, (06/04/2026).
Dengan nada tegas dan penuh penekanan, Bupati Safni menyampaikan bahwa tidak boleh lagi ada pola kerja biasa-biasa saja. Produktivitas pertanian harus ditingkatkan secara konkret, terukur, dan berdampak langsung terhadap kehidupan petani.
“Kalau kita masih bekerja dengan cara lama, hasilnya juga akan tetap sama. Hari ini kita butuh lompatan, bukan langkah kecil. Dan lompatan itu harus dimulai dari penyuluh,” tegas Bupati di hadapan peserta rakor.
Menurutnya, penyuluh pertanian bukan sekadar perpanjangan tangan pemerintah, melainkan ujung tombak perubahan di lapangan. Di tangan para penyuluh, pengetahuan ditransformasikan, inovasi diperkenalkan, dan harapan petani dibangun kembali.
Ia bahkan mengingatkan, keberadaan penyuluh harus benar-benar dirasakan oleh petani, bukan hanya hadir secara administratif.
“Jangan hanya datang membawa program, tapi pulang tanpa perubahan. Pastikan setiap langkah saudara melahirkan dampak. Petani harus lebih paham, lebih terampil, dan lebih produktif dari sebelumnya,” ujarnya dengan nada tegas.
Lebih jauh, Bupati Safni menekankan bahwa tantangan pertanian ke depan tidak ringan—mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga tekanan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan keberanian untuk berinovasi dan keluar dari zona nyaman.
“Tidak ada lagi alasan untuk tidak beradaptasi. Teknologi harus masuk ke sawah, ke ladang, ke kehidupan petani kita. Penyuluh harus menjadi jembatan antara kemajuan dan kebutuhan di lapangan,” lanjutnya.
Senada dengan Bupati Safni, Kepala Dinas Tanhortbun, Witra Porsepwandi, ingin memastikan bahwa seluruh penyuluh harus bergerak dalam satu irama: meningkatkan produktivitas demi mewujudkan petani yang mandiri dan sejahtera, bukan sekadar bertahan hidup.
“Kita tidak sedang menjalankan program biasa. Kita sedang memperjuangkan masa depan petani. Kalau hari ini kita bekerja setengah hati, maka yang kita wariskan adalah ketertinggalan. Tapi kalau kita bergerak sungguh-sungguh, kita sedang menanam kesejahteraan untuk generasi mendatang,” pungkasnya penuh makna. (lili).
scroll to top