- Home
- Full Post Style
Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Shalat Idul Adha 1441 Hijriyah di halaman Kantor Bupati Agam, Sumatera Barat, Jumat (31/7), dengan menerapkan protokoler kesehatan COVID-19.Pelaksanaan shalat Idul Adha dimajukan dari pukul 08.00 WIB menjadi 7.30 WIB mengingat kondisi cuaca yang sudah mulai gelap.“Pelaksanaan shalat Idul Adha langsung dimulai karena hari mau hujan,” kata Kasubag Agama Bagian Kesra Sekretariat Daerah Agam, Yosman di Lubukbasung, Jumat.Pelaksanaan shalat Idul Adha menerapkan protokoler kesehatan, jemaah yang data berasal dari sekitar Kantor Bupati Atau Lubuk BasungJamaah yang datang, harus mencuci tangan, suhu tubuh diperiksa, pakai masker, duduk di lokasi yang telah disediakan dan lainnya.“Lokasi duduk jemaah telah dipasang tali rafia, agar mereka tidak berdekatan,” katanya.Kisah keluarga Nabi Ibrahim itu sangat indah yang dibangun nabi, sehingga mendapatkan anak yang saleh.“Kisah rumah tangga Nabi Ibrahim ini harus kita contoh,” katanya.(rz)
Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Sebanyak 3.437 ekor hewan qurban yang akan disembelih pada Idul Adha 1441 Hijriyah sudah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Sumatera Barat.Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu didampingi Kasi Kesehatan Masayarakat Veteriner, Iswan Hendri di Lubukbasung, Kamis,Dikatakan ke 3.437 ekor hewan kurban itu berasal dari sapi 3.351 ekor, kerbau tiga ekor dan kambing 83 ekor.“Ini merupakan data hewan kurban yang terperiksa oleh Tim Pengawas dan Pemeriksa Kesehatan Hewan Qurban pada Rabu (29/7). Hewan kurban itu telah diterbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH),” tambahnya.Ia menyebutkan tim dengan jumlah anggota 41 orang masih melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di pasar ternak, pedagang pengumpul, masjid dan mushala di 16 kecamatan.Pemeriksaan hewan kurban itu sampai selesai pemotongan di masjid dan mushala.Tim ini dibagi lima tim kecil dengan anggota petugas Puskeswan, dokter hewan, paramedik, mentari hewan dan penyuluh.Tim itu melakukan pemeriksaan sebelum dipotong berupa usia, fisik luar dan lainnya. Selain itu melakukan pemeriksaan bagian organ dalam setelah dipotong.Khusus untuk bagian dalam, tambahnya, tim akan memantau hewan kurban yang dicurigai mengidap cacing hati.“Apabila kita temukan, organ dalam sapi akan dibuang karena beresiko untuk kesehatan apabila di makan,” katanya.Ia menambahkan, pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1441 Hijriyah diprediksi 4.684 ekor terdiri dari sapi 4.163 ekor dan kambing 185 ekor.Pada Idul Adha sebelumnya jumlah pemotongan hewan kurban 5.613 ekor terdiri dari sapi 5.441 ekor dan kambing 174 ekor.
Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Kelok (Tikungan) 44 yang amblas di Kelok 10 Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, selesai lebaran sudah bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda enam.Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, Rudi Harison didampingi Kepala Bidang Bina Marga, Hermon Triyoga di Lubuknasung, Rabu, selesai lebaran Idul Adha jalan kelok 44 sudah bisa dilalui dengan dipasang jembatan darurat berupa bailey agar jalan provinsi itu bisa dilalui.mengatakan pemasangan jembatan itu bakal dilakukan setelah Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Sumbar dan Ahli Geologi dari Universitas Andalas Padang melakukan survei untuk memeriksa kondisi tanah di Kelok 10.“Tim ini melakukan survei pada Rabu (29/7) siang dan hasil analisa tim itu baru dapat disimpulkan pemasangan jembatan bailey dan program jangka panjang,” tambahnya.Ia mengemukakan, jembatan bailey itu mampu menahan beban sekitar 30 ton dan pemasangan jembatan itu dengan waktu satu minggu.Jembatan bailey merupakan jembatan rangka baja ringan berkualitas tinggi yang mudah dipindah-pindah (movable) dan umumnya digunakan sebagai jembatan darurat bersifat sementara.Keberadaan jembatan itu dalam rangka untuk membuka jalan provinsi yang menghubungkan Lubukbasung, Agam menuju Kota Bukittinggi.Sebelumnya jalan itu ditutup untuk kendaraan roda empat setelah badan jalan amblas sepanjang 25 meter dan lebar 2,5 meter akibat curah hujan tinggi pada Minggu (26/7) malam.Penutupan jalan ini berdasarkan rekomendasi dari UPTD DPUTR Sumbar setelah melakukan survei ke lokasi pada Senin (27/7).“Kendaraan roda empat dialihkan ke Palembayan atau Padang Pariaman untuk sementara waktu dan Dinas Perhubungan Agam telah memasang papan larangan dan rambu-rambu lalulintas,” jelasnya.
Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Setelah adanya lima warga di Kabupaten Agam Sumatera Barat dinyatakan positif COVID-19, proses belajar mengajar (PBM) tatap muka direncanakan awal Agustus 2020, terpaksa dibatalkan kembali.“Kita terpaksa membatalkan kembali rencana awal untuk proses belajar mengajar (PBM) tatap muka pada awal Agustus 2020, yang disebabkan adanya warga agam Positif COVID -19” Kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Isra di Lubukbasung, Selasa.Dia mengatakan surat edaran untuk memperpanjang PBM secara dalam jaringan dan luar jaringan sudah dibuat.“Informasi staf telah kita sampaikan ke Bupati Agam dan apabila sudah turun maka akan kita sampaikan ke seluruh PAUD, TK, SD dan SMP di Agam,” tambahnya.Namun dengan adanya penambahan lima kasus positif COVID-19 di Gaduik, Kecamatan Tilatangkamang,Agam, maka PBM secara dalam jaringan dan luar jaringan bakal diperpanjang.“Perpanjang PBM secara dalam jaringan dan luar jaringan bakal lama setelah Agam dinyatakan zona penyebaran COVID-19,” ujarnya.Ia menambahkan, berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun 2020/2021 Pada Masa Pandemi COVID-19.Dalam SKB empat menteri itu, jelasnya, PBM tatap muka boleh dilakukan apabila daerah itu merupakan zona hijau, tidak ada kasus positif COVID-19, tidak ada kasus kematian dan lainnya.“Dengan dasar itu, PBM secara tatap muka kita perpanjang dan apabila tetap dilakukan tatap muka maka kita akan melanggar SKB empat menteri itu,” katanya.Proses belajar mengajar secara dalam jaringan telah dimulai saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).Namun saat normal baru PBM dilakukan secara daring dan luar jaringan dalam mencegah penyebaran COVID-19.(eko/rz)