- Home
- Full Post Style
PADANG (benua) — Sesuai janji Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit beberapa waktu lalu (2/7), saat peninjauan daerah terisolir tepatnya di Nagari Muaro Sungai Lolo dan Silayang Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman.Wagub mengatakan, di daerah itu pihaknya telah menerima banyak keluhan masyarakat, terutama permasalahan infrastuktur jalan dan berupa masalah dalam hal pembangunan yang belum mereka nikmati, termasuk permasalahan fasilitas kesehatan disana yang akan segera diselesaikan dan diatasi.“Kalau kita lihat disana, masih ada kasus kesehatan yang hatus menjadi perhatian kita semua, seperti gizi buruk. Stunting dan bibir sumbing masih ada,” ucap Nasrul abit diruang kerjanya.Wagub Sumbar membuktikan permasalahan bibir sumbing rencananya hari ini akan dilakukan operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Bayangkara dari berbagai daerah.“Isya Allah, ada 3 (tiga) orang anak dari Muaro Sungai Lolo yang akan dioperasi. Mudah-mudahan berjalan lancar,” ujarnya.Ini membuktikan janji Nasrul Abit bukan hanya sekedar janji, tapi dibuktikan dengan kerja nyata pada masyarakat Sumbar.Selanjutnya Wagub Sumbar menyampaikan, bahwa penderita stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Sementara untuk bibir sumbing bisa berdampak berdampak pada anak dengan bibir sumbing.Karena bibir sumbing sangat berpengaruh berbagai masalah kesehatan, seperti sulit makan, sulit bernapas, sulit bicara, terkena stunting, hingga masalah sosial.“Bahkan penderita bibir sumbing mengalami malu untuk hadir berhadapan bersama orang. Inilah yang harus kita menyikapinya, ini janji saya untuk pada masyarakat disana,” ulasnya.Lanjut Wagub Sumbar menceritakan ketika bertemu bagaimana, rendahnya kepercayaan diri bagi penderita bibir sumbar. Masih ingat ketika ia menanyakan salah satu anak yang diperkirakan berumur 8 tahun yang hendak pergi sekolah.Saat ditanya wagub Nasrul Abit, Anak itu meringis, sembunyi dibalik pintu sambil menangis, menahan malu menghadapi orang. Wagub memahami perihal itu. Lebih lanjut Wagub berjanji akan memberikan operasi gratis pada anak tersebut.“Bibir sumbing bukan aib, penderita bibir sumbing bisa sembuh melalui operasi, jangan kucilkan mereka ataupun dibully,” tambahnya. (nov)
PADANG (benua) — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menutup kegiatan Rapat Koordinasi Komite Peduli Bencana Kota Padang di Hotel D’Dhave, Senin (27/7). Kepada seluruh peserta diingatkan tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana, termasuk menghadapi bencana wabah Coronavirus disease 2019 (Covid-19).“Kita harus mempersiapkan semuanya untuk menghadapi bencana. Tidak hanya bencana alam saja tapi termasuk wabah virus corona ini,” ujar Wagub Sumbar Nasrul Abit.Sumatera Barat terkenal dengan daerah rawan bencana. Tidak hanya itu, Sumbar dianggap sebagai daerah supermarket bencana seperti letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, longsor, banjir, angin topan dan lainnya.“Kita berharap dengan adanya rapat koordinasi ini, peserta bisa memahami semua bentuk bencana yang akan kita hadapi,” ucapnya.Saat ini bangsa Indonesia dalam keadaan drarurat bencana, Nasrul Abit minta pada peserta untuk bisa bekerjasama dengan semua pihak untuk mengatasi Covid-19 di Sumbar.“Kita semua tahu, sampai saat ini vaksin anti virus corona belum ditemukan. Jadi kita bersama BPBD memberikan sosialisasi ke masyarakat, agar tetap ikuti protokol kesehatan,” sebutnya.Selain itu, ancaman terbesar bencana di Sumbar adalah gempa dan tsunami yang dikhawatirkan dapat merenggut banyak korban jiwa. Terutama masyarakat yang berada di pinggir pantai.Wagub Nasrul Abit mengatakan, menurut 5 profesor ahli gempa dari Jepang memprediksi Kabupaten Kepulauan Mentawai akan terjadi gempa dahsyat berkekuatan 8,9 skala richter (SR). Hal ini telah ditelitinya di daerah Mentawai.Gempa dahyat tersebut masih ada di 20 mil Kepulauan Mentawai hanya tinggal tunggu waktu aja. Menurut para pakar Jepang tersebut, jika gempa dahsyat itu terjadi, prediksi Nasrul, akan menyebabkan gelombang tsunami sampai tinggi 12 meter.Oleh karenanya menjadi suatu keharusan bagi Sumatera Barat untuk memiliki mitigasi bencana dan perencanaan yang matang untuk penyelamatan masyarakat Sumbar dari bencana stunami.Selanjutnya Wagub Sumbar mengapresiasi dan berharap pada rapat koordinasi tersebut bisa menghasilkan suatu keputusan dalam penanganan bencana, mengurangi resiko serta membentuk strategi mencegah jatuhnya korban jiwa.Sebagai penutup Nasrul Abit mengingatkan, walaupun ada informasi dari para ahli gempa itu, jangan jadikan sebuah kabar yang menakutkan bagi masyarakat Sumbar. Tapi jadikan masyarakat lebih waspada. (nov)
PADANG (benua) — Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan strategi para pemangku kepentingan dalam menangani Pandemi Covid-19 di Sumbar telah berada pada jalur yang tepat.“Kita sudah on the track. Tracing, Test, Isolation dan Treatment sudah jalan semua. Kebijakan juga sudah, bahkan hingga 2021 alokasi dana penanganan Covid-19 tetap disediakan,” kata Gubernur Irwan dalam Seminar Penyusunan Naskah Akademik Ranperda tentang Tatanan Baru Berbasis Kearifan Lokal yang diselenggarakan di Aula Lantai 1 Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/07/2020).Menurutnya data yang dirilis otoritas terkait juga menunjukkan bahwa berbagai intervensi yang telah dilakukan, memberi kontribusi besar terhadap penurunan angka positive rate, testing rate, tracing ratio, insiden rate dan lain sebagainya.“Bahkan Presiden Jokowi memberi apresiasi terhadap penanganan Covid-19 di Sumbar,” sebutnya.Namun demikian, Gubernur tak ingin jumawa. Pihaknya mengakui bahwa sampai saat ini masih terdapat penambahan kasus positif harian, meski tidak banyak.Disamping karena belum ditemukannya vaksin Covid-19, persoalan mendasar lainnya adalah masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak mempedulikan pentingnya penerapan protokol kesehatan.“Saya berkeliling, masalahnya ada di masyarakat, lebih banyak yang tidak pakai masker, masih berkerumun, tidak ada physical distancing. Ada juga masker dipakai didagu, tidak disiplin,” ungkap Gubernur Irwan.Ia meyakini semua komponen masyarakat hingga ke pelosok telah mengetahui bahaya Covid-19.“Bukan saya menafikan pentingnya sosialisasi, edukasi, tapi tidak efektif lagi,” ucapnya.Untuk itulah Pemprov bersama DPRD setempat menginisiasi lahirnya regulasi berupa peraturan daerah yang bersifat mengikat serta adanya sanksi sebagai konsekuensi bagi masyarakat yang tidak mematuhinya.“Inilah gunanya kita perdakan, jadi akan ada sanksi, mendidik masyarakat disiplin dengan sanksi dan tetap mengedepankan kearifan lokal,” tutur Gubernur Irwan.Turut hadir seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ketua Dewan Riset Daerah Sumbar, Ketua MUI Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar, Bundo Kanduang Sumbar, Ketua Asita dan Kadin Sumbar dan undangan lainnya.(nov)
Lubuk Basung (benua) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, pasang Sistem peringatan dini atau Warning Reciever System (WRS) generasi baru di Kabupaten Agam.“Kita terima bantuan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menyebarkan informasi bencana secara secepat” kata Mhd Lutfi Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) didampingi Kabid Kebencanaan dan Logistik Syafrizal, saat menerima bantuan tersebut. Senin (27/7).Dia menambahkan, Sistem Peringatan Dini atau Warning Reciever System (WRS) dipasangkan langsung oleh BMKG dan dilakukan pelatihan terhadap anggota Satgas TRC PB dan Pusdalops PB, di posko Pusdalops Kabupaten Agam.Pelatihan untuk pengenalan alat Warning Reciever System New Generation, agar alat tersebut bisa di operasikan secara benar dan tepat, sehingga penyebaran informasi bencana lebih cepat karena bersifat ” real time” otomatis dari BMKG.Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fajar Dwi Prasetyo Kasi Observasi menyampaikan, bahwa dengan terpasangnya sistem peringatan dini atau Warning Reciever System (WRS) generasi baru bisa meningkatkan kemampuan mitigasi bencana di Kabupaten Agam.“Dengan adanya WRS kita bisa mendapatkan informasi yang sangat cepat, masyarakat bisa segera menyelamatkan diri, atau evakuasi mandiri untuk wilayah yang berpotensi tsunami,” ujarnya.Dia menambahkan terpasangnya sistem baru di Kabupaten Agam, informasi kebencanaan yang disampaikan secara cepat, maka peluang bagi warga yang terdampak untuk menyelamatkan diri semakin besar“Semakin cepat (informasi tersebut disampaikan), kemungkinan besar semakin aman warga yang berada didaerah bencana” ulasnya.Terakhir Fajar Dwi Prasetyo menyampaikan semoga ini bisa menunjang kerja BPBD Kabupaten Agam dalam pemberian informasi, dimana wilayah Kabupaten Agam merupakan wilayah pesisir pantai dan rawan bencana.(eko/rz).