- Home
- Full Post Style
PADANG (benuanews sumbar) — Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumatera Barat menutup Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur di GOR Agus Salim. Tujuan ajang ini untuk mencari pecatur yang disiapkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua tahun 2021, mempertandingkan beberapa nomor Kategori Umur (KU) yaitu, kategori yunior putra, senior putra dan putri yang diselenggarakan mulai tanggal 28-30 Agustus 2020.Kejurda Percasi yang ditutup oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat yang mengatakan olahraga catur juga merupakan cabang olahraga kebanggaan Sumbar yang perlu terus dilakukan peningkatan dalam berbagai iven, di GOR Agus Salim, Minggu (30/8/2020).Iven ini digelar untuk kembali mengairahkan kejuaraan catur, karena cabor Catur jarang dilakukan iven-iven seperti ini. Untuk Nasrul Abit menyarankan agar cabang olahraga catur ini terus dilakukan pembinaan.“Catur ini adalah olahraga orang yang cerdas sangat disayangkan olahraga ini minim iven, makanya, saya minta terus gali dan cari bibit-bibit yang berbakat disini,” ulasnya.Catur salah satu stimulan untuk berfungsinya syaraf yang merangsang otak. Wajar para pecatur memiliki kualitas pola pikir yang baik.“Walau dalam keadaan pandemi Covid-19, tidak perlu berhenti, terus lakukan pembinaan terhadap atlit-atlit kita. Karena cabor catur juga kebanggaan Sumbar,” kata Nasrul Abit.Selanjutnya Wagub Sumbar Nasrul Abit Wakil mengucapkan selamat kepada peserta yang telah berhasil menjadi juara pada Kejuaraan Catur ini. Dan kepada Panitia ia berikan apresisasi panitia pelaksana Percasi Sumbar atas telah sukses dan terselenggaranya kejuaraan catur yang bertema “menjunjung tinggi sportifitas” dalam pertandingan.“Semoga dalam kejuaraan catur ini, dapat menemukan atlit-atlit yang berbakat yang nantinya bisa dikembangkan menjadi atlit berprestasi kebanggaan di Sumbar,” ucap Nasrul Abit.Wagub Sumbar menjelaskan, bahwa tahun ini dipastikan tidak ada penyelenggaraan PON tahun 2020 di Papua, dikarenakan kondisi Indonesia dalam keadaan bencana Nasional yaitu bencana virus corona (Covid-19). Ia berharap pada tahun 2021 akan dilaksanakan PON di Papua.(nov)
Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Hujan mengakibatkan banjir di daerah Kabupaten Agam Sumatera Barat, tepatnya di Lubuk Basung dan sekitarnya, di Garagahan terjadi tanah Longsor di beberapa titik, yang mengakibatkan jalan Kabupaten didaerah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.Hal tersebut disampaikan Lutfi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam di Lubuk Basung, Minggu (30/8). melalui Satgas, menyampaikan, selain banjir melanda Lubuk Basung, juga terjadi longsor didaerah Taratak Jorong III Garagahan Nagari Garagahan Kecamatan Lubuk Basung.“Longsor terjadi sebanyak empat titik, yang mengakibatkan jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat” ujarnya.Dia menambahkan,Longsor terjadi setelah hujan terjadi sekitar pukul 17.45 wib, yang diberitahukan pihak Nagari kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabaupaten Agam, pihaknya langsung menuju lokasi terjadinya longsor.Longsor selain menutup jalan Kabupaten juga menutup jalan ke perkebunan warga, laporan sementara sebanyak delapan titik, jalan tersebut juga tidak bisa dilewati warga.Saat ini tindakan yang diambil adalah melakukan koordinasi dengan pihak Nagari dan Kecamatan Lubuk Basung, selanjutkan akan dilakukan pembersihan material longsor. (eko)
Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Karena curah hujan tinggi terjadi genangan air sedalam 80 cm di Jalan Gajah Mada, sehingga terjadi kemacetan selama satu jam lebih, tepanya didepan SPBU Monggong Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabaupaten Agam Sumatera Barat. Minggu (30/8).Pantauan dilapangan terlihat genangan air di depan SPBU tersebut, sehingga jalur dua tersebut tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat, lebih kurang satu jam, sampai volume air menyusut.Salah seorang masyarakat yang ada di tempat tersebut, Deki (39) menyampaikan hujan sangat lebat sore ini terutama didaerah hulu seperti pasar Lubuk Basung dan daerah siguhung, mengakibatkan banjir didaerah ini.“tidak biasanya banjir terjadi seperti ini, karena hujan terlalu lebat dihulu, sehingga mengakibatkan banjir di daerah SPBU, mengakibatkan kendaraan tidak bisa melewatinya. Ujarnya.Dia menambahkan, awalnya banjir terjadi dibelakang Komplek Perumahan Kubang tepatnya daerah Persawahan, akan tetapi, tidak lama merembes ke jalan di didepan SPBU atau jalan raya, air diperkirakan mencapai 80 cm atau setinggi lutut orang dewasa.Dilain Pihak lain Ozi (35) juga menyampaikan, banjir yang terjadi juga menghayutkan bangunan pondok bekas warung yang terletak di atas Parit depan SPBU, bangunan tersebut masuk kedalam parit.Selain itu satu unit rumah juga terbawa banjir di daerah Surabayo Nagari Persiapan surabayo Lubuk Basung dengan pemilik rumah Yulianti (45) dengan jiwa sebanyak 4 orang.Saat ini Satgas BPBD Kabupaten Agam bersama dengan Damkar melakukan evakuasi terhadap warga yang terkena banjir, kerumah famili terdekat.Informasi didapat dari whatsapp BPBD Agam, banjir terjadi di beberapa titik di Lubuk Basung yakni, Perumahan Batu Galeh Tahap II Surabayo Nagari Persiapan Surabayo Lubuk Basung, Simpang Tembok Lubuk Basung, Jorong Surabayo Nagari Persiapan Kecamatan Lubuk Basung.(eko)
Lubuk Basung (benuanews sumbar)-Hujan deras denga intensitas cukup tinggi di Wilayah Lubuk Basung dan sekitarnya menyebabkan beberapa rumah tergenag air Minggu (30/8/20)Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, M. Lutfi mengatakan, “Satgas TRC PB bersama Damkar Agam dan Nagari telah melakukan upaya penanganan serta eavakuasi warga yang terdampak bencana banjir ke tempat yang lebih aman”.Banjir yang mengenangi Lubuk Basung dengan ketinggian rata-rata 50 sd 60 Cm namun sampai saat ini jam 19:30 ujan sudah mulai reda dan air sudah mulai surut namun cuaca masih mendung.Saat ini masyarakat yang terkena banjir sedang membersihkan rumah dan barang-barang yang terkena banjir.Pada kesempatan ini M.Lutfi menghimbau kepada warga untuk berhati -hati beraktifitas di luar ruangan lantaran cuaca tidak menentu dan menjaga saluran-saluran air supaya tidak tertutup tumpukan sampah.Eko