Seorang Warga Bonto Nompo Kab. Gowa Tewas Gantung Diri

IMG-20200819-WA0004-1.jpg
Benuanews (Gowa Sulsel) Seorang Warga Bontonompo  Kab Gowa Tewas Gantung Diri Dalam Kamar.Personil Polsek Bontonompo Polres Gowa bergegas menuju TKP pasca mendapatkan informasi terkait adanya seorang warga Dusun Bontomanai Desa Kalebarembeng Kec. Bontonompo Kab.Gowa gantung diri dalam kamar.Korban yang diketahui bernama Sirajuddin Alias Sira, (25), Petani, beralamat di Dusun Bontomanai Desa Kalebarembeng Cec. Bontonompo Kab. gowa ditemukan tewas di dalam kamar oleh orang tuanya sendiri.Kronologis kejadian berawal korban pada Selasa (18/08/2020) pukul 12.30 WITA masuk kedalam kamar kemudian mengunci pintu lalu mengerjakan aktifitasnya sehari-hari.Pada pukul 18.40 WITA orang tua korban melihat lampu kamar korban tidak menyala kemudian orang tua korbanpin memanggil.Karena korban tidak menyahut selanjutnya orang tua korban (Syahrir Dg Nangga) mendobrak pintu kamar dan saat kamar terbuka kemudian ditemukan korban dalam keadaan gantung diri menggunakan tali ikat pinggang yang diikat di balok plafon kamar korban.Pasca dilakukan evakuasi oleh personil Polsek Bontonompo, selanjutnya Kapolsek bersama anggota melakukan komunikasi dengan orang tua korban untuk membawa korban ke Rumah Sakit guna dilakukan visum/autopsi.Hasil komunikasi kemudian, orang tua korban menolak untuk dilakukan otopsi selanjutnya pihak kepolisian menyerahkan jenazah namun terlebih dahulu dilakukan penandatanganan berita acara penolakan dilakukannya otopsi oleh orang tua korban lalu korban disemayamkan di rumah orang tua korban (TKP), ungkap Kapolsek Bontonompo IPTU Syahrir.By. : Budibenuanews

Gedung Waringin Akan Menjadi Tempat Pusat Kegiatan Adat

walikota-batam-ru.jpg
Batam (benuanews kepri) – Gedung Waringin yang terletak di Sikupang akan menjadi simbol Kota Batam dan Pusat Kegiatan Adat di daerah tersebut.Hal tersebut disampaikan Walikota Batam Muhammad Rudi, keberadaan gedung daerah tersebut dinilai penting sebagai sarana untuk mempresentasikan adat istiadat yang ada di Kota Batam. Selasa (18/8).Seperti yang diketahui, aset gedung beringin ada pada Badan Pengusahaan (BP) dan akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Selama ini, gedung terletak di samping Kantor Camat Sekupang tersebut terbengkalai.“Nantinya akan difungsikan sebagai kantor Adat Melayu Kepri,” ujarnya.Ia mengaku, keberadaan pusat adat Melayu tersebut tidak menghilangkan adat-adat yang ada di Batam. Namun, Batam harus punya jati diri dan perlu diperkuat agar adat khas daerah ini muncul dan diterapkan masyarakat.“Setiap daerah punya adat. Kita butuh mengembangkan adat-adat untuk menunjukkan siapa jati diri kita,” ujar Rudi.Sebelumnya, Rudi juga sudah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam mengecek langsung kondisi gedung tersebut. Kondisi gedung ini terlihat berdebu dan beberapa titik sudah mengalami kerusakan akibat lama terbengkalai.“Kita masih menunggu instruksi lanjutan, rencana memang akan dijadikan gedung daerah,” ujar Ardiwinata Kepala Disbudpar Batam.Namun, Ardi belum memaparkan bagaimana rincian dan fungsi seutuhnya gedung tersebut. Ia berharap semua pihak mendukung agar Batam memiliki gedung daerah dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan kebudayaan di Batam.“Di tengah keberagaman budaya di Batam, tentu kita tak melupakan budaya asli tanah Melayu ini sehingga perlu adanya gedung daerah,” ujarnya.(df)

23 Warga Agam Masih Dirawat di Rumah Sakit Rujukan

Covid-ilustrasi.jpg
Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Warga Agam yang terpapar COVID-19 masih dirawat di tiga rumah sakit rujukkan, hal tersebut disampaikan Dinas Kesehatan daerah tersebut.
“mereka yang terpapar masih dirawat dirumah sakit dan ada satu orang yang isolasi mandiri” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Agam, Tri Pipo di Lubukbasung, Selasa.
lebih rinci disampaikan, dirawat di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Kota Bukittinggi 11 orang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung delapan orang, Rumah Sakit Rasidin Kota Padang tiga orang dan isolasi mandiri satu orang.
Ia mengatakan ke 23 pasien COVID-19 itu merupakan warga Kecamatan Ampekkoto delapan orang, Kecamatan Tilatangkamang empat orang, Kecamatan Malalak satu orang.Selain itu Kecamatan Kamangmagek satu orang, Kecamatan Banuhampu empat orang, Kecamatan Ampekangkek dua orang, Kecamatan Canduang dua orang dan Kecamatan Matur satu orang.“Delapan dari 16 kecamatan di Agam belum ada kasus positif COVID-19 seperti, Kecamatan Palupuh, Palembayan, Lubukbasung, Tanjungraya, Tanjungmutiara, Ampeknagari, Baso dan Sungaipua,” katanya.Ia menambahkan, kasus positif COVID-19 di daerah itu 54 orang, sembuh 30 orang dan meninggal dunia tiga orang.Sedangkan orang tanpa gejala 146 orang dan orang dalam pengawasan 31 orang.“Tidak ada pasien dalam pantauan di Agam dan ini data yang kita peroleh dari 23 puskesmas,” katanya.Pipo mengimbau warga untuk tetap menerapkan protokoler kesehatan dengan cara memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan lainnya.Ini dalam rangka agar tidak ada penambahan kasus positif di daerah itu setelah diterapkan normal baru.(tim)

Himbauan Kapolsek Kepada Pendaki Gunung,

IMG-20200818-WA0078.jpg

Gowa (benuanews sulsel) – Dibawah Kaki Gunung Lompobattang, Kapolsek Tompobulu Polres Gowa Berikan Himbauan Kepada Para Pendaki*

Demi menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya, Kapolsek Tompobulu Polres Gowa IPTU Hendra Mangera, SH memberikan memberikan himbauan kepada para pendaki yang akan melakukan pendakian ke gunung Lompobattang.

Di ketahui bersama bahwa untuk melakukan pendakian ke gunung Lompobattang, para pendaki yang datang dari berbagai daerah itu harus melewati salah satu wilayah di Kecamatan Tompobulu yaitu RK Parangbintolo Lingkungan Lembang Bu’ne Kel. Cikoro dan kendaraanya pun mereka parkir di rumah Ketua RK yaitu Daeng Juma dan Deang Hasan.

Di katakan oleh Kapolsek kepada para pendaki yang saat itu berada di Rumah Daeng Juma bahwa para pendaki di harapkan tetap berhati hati dan utamakan keselamatan karena cuaca dalam pendakian ke gunung Lompobattang tidak menentu.

Lebih lanjut Kapolsek yang di dampingi oleh personilnya berpesan selama dalam pendakian jangan merusak alam ataupun meninggalkan sampah berserakan. Apabila terjadi hal yang sekiranya perlu bantuan, kiranya sesegara mungkin melakukan koordinasi.

“Selain melaksanakan pemantauan dan pendataan, kami juga memberi himbauan kamtibmas kepada pendaki. Hal tersebut agar para pendaki lebih berhati-hati sehingga bisa selamat dan kembali dalam keadaan selamat pula” ujar Kapolsek.

Sebelum melakukan pendakian, para pendaki juga mengisi buku daftar pendakian serta meninggalkan kartu identitas dan memberikan nomor kontak agar bisa dilakukan komunikasi apabila dalam keadaan darurat.

Budibenuanews

scroll to top