Lakalantas Di Poros Sapaya Merenggut Nyawa

IMG_20200826_104820.jpg
Gowa (Benuanews), Kecelakaan lalulintas terjadi kemarin siang di jalan poros Sapaya sekira pukul 10.15 WITA, Kasat Lantas Polres Gowa, AKP Mustari langsung bereaksi bersama personil laka menuju TKP saat menerima informasi di lokasi kecelakaan yang menewaskan Pr. Ani di Poros sapaya Kp. Parapungata Dusun Taipa le’leng Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Selasa, 25/8/2020 jam. 10:15 siang.Kecelakaan naas itu telah merenggut nyawa Pr. Ani Daeng Bollo (41 tahun). Warga Dusun Bangkala, Desa Je’ne madingin, Kecamatan Pattallassang. Korban tewas di tempat dalam kondisi sangat mengenaskan. Badannya hancur terlindas mobil truk bahkan Isi perutnya terburai, setelah sempat terseret mobil sejauh 22 meter.Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Gowa, AKP Mustari membenarkan peristiwa yang menewaskan Ani. Ia menerangkan bahwa Ani saat itu berboncengan dengan Nur Sakina (15 tahun). Korban menggunakan sepeda motor Yamaha Meou Soul GT dengan nomor polisi DD 3766 MM. Ani terlindas mobil truk Dyna dengan nomor polisi DW 8406 BV yang melaju dari arah barat berlawanan. Truk Dyna dari arah timur dengan muatan tanah timbunan dikemudikan oleh Anwar (22 tahun), warga Desa Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat.“Kejadiannya sekitar pukul 10:15 Wita. Ani terlempar ke sebelah kanan dan terlindas oleh ban mobil dari depan dan belakang mobil truk Toyota Dyna. Korban meninggal dunia di tempat setelah terseret sejauh 22 meter,” beber Mustari.Sementara Nur Sakina yang membonceng Ani juga mengalami luka cukup serius. Ia langsung dilarikan ke RSUD Syekh Yusuf untuk mendapatkan penanganan medis, lukanya serius karena terbuka pada kepala bagian atas. Plus memar pada mata kanan.Sedangkan mayat Ani dibawa oleh mobil Satlantas Polres Gowa ke rumah duka. Terpisah, Kades Jenemadingin, H. Rusmin Nuryadin mengaku, Ani bersama anaknya Nur Sakina rencana menghadiri  acara pesta perkawinan keluarganya di Desa Kampili.“Korban meninggal dunia tanpa disaksikan suaminya Supriadi Daeng Sija. Suami almarhumah saat ini berada di Jayapura mencari rejeki. Sudah lama tidak pulang karena Covid-19,” tutur Sang Kades.Editor by. : Budibenuanews

Salwi T Resmi Menjabat Datuak Rangkayo Moelia dari Pasukuan Melayu

WhatsApp-Image-2020-08-25-at-17.03.06.jpeg
Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Pengangkatan Sako Datuak Rangkayo Moelia dari suku melayu Nagari Tiku Limo Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Sumatera Barat, sudah lama ditunggu kaum pasukuan melayu, akhirnya Minggu (23/8) siang, Salwi T resmi menjabat Datuak Rangkayo Moelia.“Walaupun Pengukuhan Datuak Rangkayo Moelia, ada hambatan seperti kondisi COVID – 19,  tetap dilaksanakan secara adat dan persetujuan pasukuan melayu yang dinobatkan oleh tunggua sako serta persetujuan kaum” kata Boim salah seorang keluarga kaum, yang dikomfirmasi, Selasa (25/8).Dikatakan, sesuai kesepakatan pusako kaum Datuak Rangkayo Moelia suku Melayu pada Sabtu malam (22/8),  pelaksanaan malewakan gala Datuak Rangkayo Moelia disepakati Minggu (23/8) dilaksankan secara sederhana saja tanpa harus disaksikan atau dihadiri oleh khalayak ramai walaupun pusako.Waupun masyarakat telah ramai datang,  mengingat adanya anjuran dari Kapolres Agam, agar tidak melaksanakan kegiatan keramaian di lokasi Balairong telah disediakan oleh panitia, karena izin keramaian dari Polsek Tiku dan Polres Agam belum keluar. dan untuk  menghindari penularan  Pandemi Covid 19,  walaupun panitia sudah dapat rekomendasi Walinagari Tiku Limo Jorong dan sudah mengajukan permohonan.“Dasar kita tetap melaksanakan penobatan atau pengukuhan Salwi T sebagai Datuak Rangkayo Moelia, sudah dilengkapi secara adat, walaupun penobatan dilakukan dengan cara sederhana” ujarnya.Boim melanjutkan, penobatan Datuak Rangkayo Moelia, boeleh saja dilaksanakan diluar balerong, asalkan dilaksanakan di daerah Tiku Limo Jorong, dan seluruh kaum setuju, karena penobatan Datuak Rangkayo Moelia merupakan haknya suku kaum melayu.Datuak Rangkayo Moelia merupakan tareh tabana (sudah lama tidak dijabat oleh salah seorang kepala kaum) sebelum tahun 1950 dijabat oleh  Sutan Oemar yang juga seorang nyiak palo saat itu pada tahun 1913 sampai 1950, Sutan Oemar Datuak Rangkayo Moelia meninggal, sampai saat ini baru dijabat kembali oleh Salwi T.Bukti keberadaan Sutan Oemar Rangkayo Moelia, sudah ada semenjak tahun 1913, surat ranji dan pakuburan semuanya ada sampai dengan binkah tanah Datuak Rangkayo Moelia juga ada.Terakhir Boim menyampaikan Masyarakat Tiku Limo Jorong  merasa senang sekali dengan adanya malewakan gala Datuak Rangkayo Moelia,  ini terlihat dari antusias masyarakat bergotong royong mendirikan balairong , waktu acara penyembelihan kabau ( kerbau ) masyarakat ramai menyaksikan,  karena sudah lama dinanti – nanti, telah dilantiknya Salwi T sebagai pemangku gelar Datuak Rangkayo Moelia , maka tabangkit Batang Tarandam salomoko, ini merupakan Rahmat dari Allah SWT untuk anak Nagari dan seluruh Masyarakat Tiku Limo Jorong.Acara dihadiri Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P diwakili DR. Dany Amrul Ichdan SE,MSc. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Ketum  Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (JPKP ) Maret S Sueken.Pada kesempatan ini pula telah dilakukan secara sederhana penganugerahan gelar sebagai kerabat kaum Suku Melayu, gelar Bagindo nan moelia kepada. DR. Dany Amrul Ikhdan, Gelar Sutan nan moelia kepada. Ketum JPKP Maret S Sueken dan gelar Sidi nan moelia kepada Adi Prabowo.  (tim)

Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

WhatsApp-Image-2020-08-25-at-20.17.32.jpeg
PADANG (benuanews sumbar) — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian bersinergi dengan TP PKK Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam Gerakan Bersama Pakai (Gebrak) Masker.Bersama “Gerakan Tiga Juta Masker” se Provinsi Sumatera Barat resmi dilaunching oleh Ketua Umum Tim Pengerak PKK Tri Suswati Tito Karnavian, bersama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno dan Ketua Umum TP-PKK provinsi Sumbar Nevi Zuairina di Auditorium gubernuran, Selasa (25/8/2020).Pada acara tersebut dihadiri juga Wakil gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama Wakil Ketua TP-PKK Sumbar Wartawati, jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Provinsi Sumbar, Bupati Walikota dan Tim Pengerak PKK se Sumbar serta Kepala OPD Sumbar.Sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang disiplin menjalani protokol kesehatan, terutama penggunaan masker yang baik dan benar, seluruh Pemerintah Daerah melalui TP PKK yang ada di provinsi, kabupaten/kota mendukung penuh program Gebrak Masker yang diluncurkan oleh Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian.Setelah sebelumnya secara serentak dan massif hampir setiap hari di seluruh Indonesia, TP PKK baik yang dihadiri secara langsung oleh Ketum TP PKK bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian atau tetap berjalan tanpa kehadiran keduanya.Dalam Launching Gerakan Tiga Juta Masker di Provinsi Sumbar yang dihadiri seluruh TP PKK Kabupaten/Kota, Forkopimda se-Sumbar dan jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (25/8/2020) di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, secara simbolis dibagikan sebanyak 3 juta masker dan sejumlah paket bantuan sosial yang merupakan hasil gotong royong Pemda bersama pihak swasta dan seluruh elemen masyarakat di Sumbar.Dalam sambutannya Tri menyampaikan bahwa gerakan ‘Gebrak’ masker, gerakan bersama pakai masker ini akan disosialisasikan oleh para kaum ibu, yaitu dari para pengurus TP PKK Sumbar, walaupun mungkin ada pengurus dari bapak-bapak, tapi ia yakin mayoritas adalah pengurusnya ibu-ibu.“Saya yakin juga ibu-ibu ini memiliki banyak peranan yang sangat penting sekali di rumah dalam menegakkan aturan karena sebetulnya penegak aturan disiplin di rumah itu adalah kaum ibu. Ibu yang sudah sejak dalam kandungan mengasuh anaknya sampai anaknya mungkin sudah punya cucu pun masih juga membuat aturan di rumahnya ataupun keluarganya, sehingga gerakan memakai masker ini akan berhasil di Provinsi Sumbar ini”, ujarnya.Ketum TP PKK juga tidak lupa menyampaikan apresiasi dan ungkapkan rasa terima kasih kepada Gubernur sumbar dan jajarannya dalam mendukung kegiatan tersebut. Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya untuk disiplin taati protokol kesehatan Covid-19.“Saya selaku Ketum TP PKK berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah menginisiasi 3 juta masker di Sumbar ini, dan dari keterangan Bapak Gubernur kemarin bahwa sebelumnya juga sudah melaksanakan kegiatan protokol kesehatan di masyarakat yang walaupun masyarakat masih banyak yang belum menyadari pentingnya protokol kesehatan di tengah pandemik Covid-19 ini, masih banyak yang mengira bahwa Covid19 tidak akan sampai ke keluarganya atau dirinya bahkan ada yang menganggap ini hanya hoax, kalau mereka mengerti bagaimana Covid-19 ini menyerang 216 negara harusnya mereka mengerti ini bukan hoax sama sekali, ini bukan hal yang main2, bukan hal yang kecil, karena tidak mungkin covid19 ini akan melumpuhkan ekonomi seluruh dunia bahkan sampai saat ini banyak sudah negara-negara yang ekonominya sudah mencapai resesi”, urainya.Oleh sebab itu, Tri Tito Karnavian sebagai Ketum TP PKK sangat serius secara masif door to door mendukung penuh gerakan Pemerintah untuk membuat masyarakat menyadari bagaimana untuk memutus mata rantai Covid-19 ini“Dengan gerakan memakai masker, tentunya tidak hanya memakai masker, kita juga mensosialisasikan bagaimana protokol kesehatan lainnya seperti selalu menjaga jarak, mencuci tangan sesering mungkin, menghindari kerumunan dan menjaga imunitas tubuh dengan memakan makanan sehat dan dengan pola hidup yang sehat” pungkasnya.Dalam sambutan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, masker sekarang sudah menjadi tren dalam mencegah penyebaran Covid-19. Namun, kampanye masker ini tak cukup dengan membagikan masker saja, namun juga mensosialisasikan pemakaiannya.“Kita harus memberi contoh kepada masyarakat, bahwa masker adalah sebagian dari kebutuhan disiplin diri sambil menunggu vaksin,” kata gubernur Sumbar Irwan Prayitno.Pemerintah terus melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap pandemi Covid-19 secara berkesinambungan yang lebih kreatif dalam memutus mata rantai Covid-19 di Indonesia.“Alhamdulillah, dengan kedatangan Mendagri beserta istri, memberikan semangat dan kami apresiasi yang setinggi-tingginya. Mudah-mudahan kegiatan kami terus semangat di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya. (nov)

Empat Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hadis Atwa As-sunah Sumatera Barat Terkonfirmasi Positif COVID-19

Covid-ilustrasi.jpg
Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Agam, Tri Pipo menyampaikan empat santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hadis Atwa As-sunah Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terkonfirmasi positif COVID-19 setelah kontak dengan pasien corona sebelumnya.Tripipo merinci, keempat santri itu dengan inisial ND (16) berjenis kelamin perempuan, IO (28) berjenis kelamin laki-laki, F (20) berjenis kelamin perempuan dan MR (19) berjenis kelamin laki-laki.“Saat ini kita menyuruh kepada pengurus Pondok pesantren supaya keempat santri itu melakukan isolasi di Pondok Pesantren,” tambahnya.Ia mengemukakan, keempat santri itu terkonfirmasi positif COVID-19 setelah kontak langsung dengan RK pasien positif sebelumnya.RK dinyatakan positif COVID-19 setelah kontak dengan pasien positif di Kota Bukittinggi.Sebelum dinyatakan positif, tambahnya RK pergi main ke pondok pesantren dan beberapa hari setelah kontak dengan santri, RK dinyatakan positif.“Setelah hasil usap RK keluar, maka santri di pondok pesantren itu di tes usap dan empat orang positif,” katanya.Ia menyebutkan, saat ini total kasus positif di Agam 73 orang dan 39 orang dinyatakan sembuh.Sedangkan 34 orang lainnya sedang menjalankan isolasi dan dirawat di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar Kota Bukittinggi, Rumah Sakit Umum Daerah Lubukbasung, Rumah Sakit Rasidin Kota Padang dan lainnya.(tim)
scroll to top