Evakuasi Pasien Ke Rumah Sakit, Bhabinkamtibmas Di Riau Gendong Suspec Covid-19 Hingga Harus Nyeberangi Sungai.

IMG-20210720-WA0007.jpg
Benua News.Com – PEKAN BARU – Pasien suspek Covid-19 digendong petugas dengan menyebrangi sungai di Indragiri Hilir, Riau hingga akhirnya viral di media sosial. Ternyata petugas tersebut adalah Polisi Tembilahan. Polisi tersebut mengevakuasi pasien karena mengalami sesak nafas. Sebagaimana viralnya video berdurasi 19 detik yang saat ini viral, terlihat pasien HM (61) dievakuasi dari rumah menuju ke RSUD Tembilahan. Petugas yang memakai alat pelindung diri (APD) sigap menggendong pasien saat naik dan turun perahu. Ternyata petugas dibalik APD itu adalah Bripka Dedek Kurniawan, seorang Bhabinkamtibmas di Desa Sungai Perak, Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau.Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dian Setyawan saat dikonfirmasi mengatakan, evakuasi bermula saat Bripka Dedek mendapat kabar adanya pasien suspek Covid-19 dan mengalami sesak nafas. “Iya itu anggota kita Bripka Dedek Kurniawan, seorang Bhabinkamtibmas. Awalnya anggota kita mendapat informasi tentang adanya warga yang minta dievakuasi karena suspek Covid-19,” ujar Dian Senin (19/7/2021). Usai mendapat kabar, Dedek yang mendapat kabar pertama kali dari kepala desa langsung ke lokasi. Tidak ada satu orang pun berani mengevakuasi karena HM kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.“Sesuai arahan pimpinan dan sudah tugas kita. Kalau akan tracing oleh nakes untuk didampingi. Tapi karena banyak ketakutan, maka ditanganilah sama Bapak Dedek itu dengan atribut atau APD lengkap,” jelasnya.Menurut Dian, Bripka Dedek membawa pasien HM dari rumah hingga ke rumah sakit bersama tenaga kesehatan dengan perahu. Sebab, dari rumah MH ke RSUD Tembilahan harus melewati sungai dengan perahu.“Kondisi seperti itu adalah perjuangan dan sudah menjadi resiko kita di lapangan dalam memberikan pelayanan. Itu sampai sewa pompong, menyebrangi sungai untuk evakuasi. Lokasi video itu di Tembilahan Kota, tetapi di seberang. Harus menyeberangi Sungai Indragiri,” ucap Dian.Saat evakuasi ada dua orang yang suspek dan kontak erat. Namun, kondisi HM sangat klinis dan sudah tidak sanggup berjalan. “Ada 2 orang saat itu yang kami evakuasi. Tapi memang itu yang di video viral kondisi bergejala klinis. Evakuasi di laksanakan pada Jumat (16/7/2021) kemarin,” jelasnya. Dian memastikan pasien HM dan anggotanya dalam keadaan sehat. Ia juga memastikan penanganan maksimal telah dilakukan karena seluruh anggotanya di lapangan sudah divaksin.“Sekarang alhamdulillah untuk pasien dan Pak Bhabin kita sehat semua. Kita semua juga sudah divaksin, jadi semua dibekali APD saat bertugas, Intinya kami semua sesuai arahan pimpinan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.(hms, polri/Lz,giawa)

Kapolda Riau Terima Dua Penghargaan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Se Riau.

IMG-20210719-WA0075.jpg
benuanews.com –Pekan-Baru Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi menerima dua Penghargaan (penanganan karhutla dan penanganan kasus narkoba) dari Badan Eksekutif Mahasiswa Se Riau bertempat di Cafetaria Lantai 3 Gedung Utama Polda Riau jalan Pattimura no 13 Kota Pekanbaru, Senin (19/07/2021).Amir Aripin selaku Koordinator Pusat BEM se Riau 2020-2021 mengatakan bahwa hari ini kita melihat perkembangan dari kebakaran Hutan dan Lahan di Riau yang sangat menurun drastis dan tak pernah lagi kita melihat langit yang tertutup kabut asap yang di akibatkan Karhutla di Riau sejak kepemimpinan Irjen Pol Agung sebagai Kapolda di negeri Lancang Kuning ini. Narkoba juga dapat di kendalikan oleh Polda Riau, dengan sinergitas TNI, Polri dan juga Mahasiswa.“Tentunya kita berharap kedepan, Mahasiswa Riau terus dapat bersinergi dengan Polri, juga dengan TNI” ujar Amir Aripin.Sementara itu, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi selaku Kapolda Riau, yang saat acara di damping beberapa pejabat utama Polda Riau mengatakan rasa terimakasihnya pada mahasiswa atas penghargaan ini, walaupun Riau masih dalam masa pandemi yang luar biasa dan masih merajalela, tapi pekerjaan tak bisa kita tunda. Kebaikan harus tetap kita torehkan dan kita harus tetap berbuat untuk menuntaskan semua pekerjaan.“Kebaikan ini bukan untuk sekedar penghias profil di media sosial saja, tetapi kebaikan ingin kita lakukan kepada diri sendiri, kepada orang lain dan juga sebagai pertanggung jawaban hidup kita kepada Tuhan” ujar Agung.“Kita tau masyarakat Riau adalah masyarakat yang bertuah, memiliki ilmu yang luas, punya pengalaman segudang dan yang paling penting punya kejayaan. Kejayaan itu harus kita raih, Sultan Syarif Kassim 1 sampai Sultan Syarif Kassim XII tentunya sudah menunjukkan kepada kita bahwa kejayaan Riau itu benar adanya. dari sisi umur, Saya boleh tua, tetapi saya percaya bahwa anggota saya adalah team anak muda yang sehat dan punya semangat juang dan dedikasi yang luar biasa,”lanjutnya.Agung juga menceritakan pertama kali datang ke Riau di Bandara Sultan Syarif Kassim II Pekanbaru, saat dijamu makan siang di Bandara, Gubernur Riau mengatakan, adalah sebuah tamasya yang indah jika melihat langit biru di Riau. Selaku Kapolda, Agung tercenung karena sedemikian parahnya soal Karhutla Riau. Kemudian dia mengambil langkah nyata dengan menuntaskan Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau dengan merancang Aplikasi Dasboard Lancang Kuning.“Dasboard Lancang Kuning ini pernah menjadi sebuah pertanyaan besar oleh Konsulat Jenderal negara sahabat, bagaimana sebuah aplikasi di Smartphone mampu menjadi jawaban jitu dan pamungkas untuk Kebakaran Hutan dan Lahan. Praktisnya, dengan Dasboard Lancang Kuning, problem Karhutla bertahun tahun di Riau langsung hilang” ujar Agung.Terkait Narkoba di Kampung Dalam, Agung juga menyinggung bagaimana ia selaku Kapolda melakukan langkah langkah persuasif dan humanis untuk membentuk image baru bagi kampung Dalam. Tentu tidak mudah, dan ada pihak pihak tertentu yang keberatan Ketika Polisi masuk ke sana.“Namun sebagaimana terakhir sudah sama sama kita ketahui, Kini daerah Kampung Dalam sudah menjadi sebuah tempat yang ramah dan tidak lagi perlu kita khawatirkan bisa merusak generasi muda kita akan bahaya Narkotika” ujar Agung.(hms’polri/arman gulo) Read more

Polda Riau Bongkar Kejahatan Perdagangan Ilegal Hewan Dilindungi.

IMG-20210719-WA0069.jpg
Benua news.com – Pekan Baru – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau membongkar kejahatan Perdagangan Ilegal Hewan dilindungi berupa Hewan Kukang, Trenggiling, Kuku Macan dan Paruh burung Enggang di beberapa tempat di Kota Pekanbaru dalam Konperensi Pers yang di gelar di Halaman Apel Utama Markas Komando Polda Riau jalan Pattimura no 13 Kota Pekanbaru Senin (19/07/2021)Dalam keterangannya kepada Pers, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan bahwa penangkapan ini terpisah di beberapa tempat di Kota Pekanbaru. Untuk Kejahatan Perdagangan Hewan Trenggiling / Sisik trenggiling di tangkap dua tersangka an. IR (45 thn) dan ER (31 thn) di Jalan Lubuk Telongo Desa Batu Gajah Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu, Riau dan tersangka RU di tangkap di Jalan Imam Munandar depan Islamic Arsyad Pekanbaru. Saat ditangkap oleh aparat Krimsus, IR dan ER memiliki barang bukti sebanyak lima belas kilo sisik Trenggiling dan RU memiliki sebanyak tiga kilo sisik trenggiling. Harga komoditi sisik trenggiling ini cukup menggiurkan sehingga memicu mereka untuk memburu hewan dilindungi ini. Menurut Narto, IR dan ER ditangkap pada tanggal 21 juni 2021 dan RU pada tanggal 2 Juni 2021.“Kita masih melakukan pengembangan atas hubungan antara tersangka IR dan RE dengan tersangka RU karena kejadiannya mereka ini memang terpisah” ujar Narto.Selain sisik Trenggiling, juga direlease kejahatan Perdagangan Hewan Kukang, dimana aparat Krimsus Polda Riau menangkap tersangka KIS (55 thn) warga Kampar Kiri yang menetap di Kecamatan Tanjung Emas Tanah Datar (Sumbar) dan RAF (30 thn) juga warga Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat “Tersangka KIS dan RAF kita tangkap saat membawa hewan Kukang yang dilindungi ini pada hari Senin (12/07) sekira pukul 06 pagi di parkiran Rumah Sakit Eka Hospital Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Tangkerang Barat Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru” ujar Narto. Dalam penangkapan tersebut terdapat delapan hewan Kukang yang diletakkan di dua kardus yang terpisah. KIS dan RAF ini menurut Narto, datang dari Tanjung Emas ke Pekanbaru untuk menjual delapan ekor Kukang yang mereka tangkap secara illegal di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.Dalam release ke tiga, Narto mengungkapkan bahwa Polda Riau juga menangkap kejahatan atas perdagangan sebanyak Lima Paruh burung Enggang (burung Rangkong) dan satu kuku Harimau oleh tersangka AH (28 thn) warga Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar – Riau. Menurut Narto, AH ditangkap hari Jumat (02/07/2021) sekira pukul 10.00 pagi di areal SPBU Pertamina di Jalan HR Soebrantas (diseberang Pasar Simpang Baru) Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. “AH kita tangkap Ketika sedang menunggu pembeli di SPBU diatas” ujar Narto.“Terhadap ketiga kasus ini, Semua tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf d Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 KUHPidana” tutup Narto( H.Usman Ali) Read more

Pasien Covid-19 Terima Bantuan Sembako Dari Polres Sumbawa Barat

IMG-20210719-WA0209.jpg
Sumbawa Barat NTB benuanews.com – Warga Desa Kalimantong Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerima bantuan sembako dari Kapolres setempat, Minggu (18/7).Bantuan tersebut diserahkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kalimantong dan Satuan Tugas Covid-19 kepada 10 orang warga desa setempat.“Bantuan ini untuk warga pasien Covid-19 yang tidak mampu dan sedang melakukan isolasi mandiri,” ujar Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono SIK MH melalui Kasi Humas Ipda Eddy Soebandi SSos di Taliwang, Senin.Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas yang terjun langsung memberikan bantuan mengimbau warga agar selama isolasi dan karantina tetap menjaga protokol kesehatan dan tidak keluar dari lokasi isolasi.Ia juga mengimbau agar pasien tetap menkonsumsi vitamin, makan teratur, olahraga dan istrahat yang cukup serta segara menginformasikan kepada petugas kesehatan jika terjadi gejala yang meningkat.Adapun 10 warga yang menerima bantuan sembako dari Kapolres Sumbawa Barat tersebut berasal dari Dusun Batu Putih, dan Dusun Ai Dewa Desa Kalimantong.(Adbravo)
scroll to top