Kepala BNNP Sumbar Brigjen Khasril : Himbau Kepada Personil Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) SumbarMenjaga Kesehatan dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

DSC_0418-ok--scaled-e1626540566960.jpg
Padang – Kota Padang termasuk daerah peningkatan kasus Covid 19 tinggi, sehingga diberlakukan Pemberlakuan Pembatas Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang bertujuan untuk menekan lajunya peningkatan penularan virus Corona didaerah tersebut.Dalam rangka menundukung kebijakan pemerintah daerah Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar Brigjen Khasril disela – sela kegiatan olahraga untuk meningkatkan imun tubuh, menghimbau kepada personil untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Jum,at 16-7-2021“Kita menghimbau kepada seluruh personil Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, supaya menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak tertular virus” kata nya.Dia menambahkan dengan adanya penyekatan yang dilakukan pemerintah daerah, diminta personil Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar juga menahan diri jangan melewati pembatasan untuk pulang kampung.Beberapa hari lagi tepatnya tanggal 20 juli 2021 akan akan merayakan Idul Adha, bagi personil kampung nya diluar kota Padang diharapkan jangan pulang dulu, untuk menjaga diri, keluarga dan masyarakat agar tidak tertular virus Covid 19.“Disaat Pandemi ini kita harus mematuhi himbauan pemerintah dan juga pemerintah daerah agar kita semua selamat dari sebaran virus yang semakin mengganas, apalagi datang virus varian baru yang disebut delta, semua kita harus hati-hati, jangan lengah dan patuhi protokol kesehatan” ujarnya.Dalam rangka mengikuti instruksi pemerintah daerah Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar juga mengajak Seluruh personil untuk mematuhi protokol kesahatan dan berdoa agar senantiasa diberi, kesehatan, perlindungan dan ketabahan ketabahan dalam menghadapi Pandemi. Tim

Strategi penanganan pandemi Covid 19 Ala Bang Jack

IMG-20210717-WA0067.jpg
Mataram, NTB benuanews.com – Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi NTB Lalu Herman Mahaputra mengungkapkan strategi penanganan pandemi Covid 19 perlu diketahui dan disebarluaskan kepada masyarakat dalam Rakor Kepala Dinas Kominfotik se NTB di kantor Dinas Kominfotik, Kamis, (15/07/2021).“Penanganan pandemi Covid-19 ini muaranya adalah rumah sakit. Maka kesiapan dan ketersediaan ruang perawatan sangat penting,” ujarnya”.Menurut dr Jack strateginya adalah kolaborasi dengan rumah sakit swasta yang nantinya diampu oleh rumah sakit pemerintah strategi lain dengan menyiapkan rumah sakit darurat di setiap kabupaten/kota,” Jelasnya”.Sapaan Dr. Jack ini menjelaskan, rumah sakit darurat ini dapat saja menggunakan hotel atau fasilitas lain yang difungsikan. Bukan semata tenda darurat. Hal lainnya adalah, RSUP sebagai pengampu tidak akan menolak rujukan dari manapun untuk kasus berat.Kepada pihak kabupaten/kota untuk tidak memungut biaya sepeserpun bagi pasien,” dalam hal ini, pulau Sumbawa dari hasil kunjungan tim RSUP masih membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak,”tegas dr Jack”.“Begitupula dengan Dompu, selain ketersediaan sarana dan prasarana yang kurang memadai juga secara geografis jauh dari ibukota provinsi,” ungkapnyadr Jack menyarankan agar pemangku kebijakan disana seperti pemerintah kabupaten, OPD terkait dan pihak rumah sakit membentuk grup diskusi untuk memudahkan koordinasi.Ditambahkan, kolaborasi dengan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PRSI) dengan pemerintah provinsi ini untuk memastikan ketersediaan ruang perawatan sekaligus distribusi alat kesehatan dan tenaga kesehatan karena rumah sakit rumah sakit ini akan melaporkan statusnya secara harian. Begitupula dengan ketersediaan oksigen dan ventilator yang masih cukup tersedia.“Untuk yang kasus ringan kita juga sudah punya daftar fasilitasnya gedungnya untuk isolasi mandiri. Hanya KLU dan Loteng yang belum ada datanya,” ungkap dr Jack menambahkan (NP)

Kantor Desa Pedu Tidak Terurus,Kades Kemana??

IMG_20210717_132341.jpg

PALEMBANG.(Benuanews.com)-Warga Masyarakat desa pedu kecamatan Jejawi kabupaten Komering Ilir provinsi sumatera selatan keluhkan pelayanan kantor desa yang jarang buka.

Investigasi laporan yang masuk dari masyarakat atas kegiatan kantor desa,awak media benuanews langsung meninjau atas laporan warga tersebut di desa pedu,Jum’at 16 Juli 2021 pagi

Awak media selaku kontrol sosial meninjau kembali kinerja di desa pedu untuk informasi dan konfirmasi isi laporan warga masyarakat , ke kantor desa pedu sangat disayangkan oknum kades tidak berada dikantor nya

Memang benar dugaan alasan ucapan warga sekitar desa pedu tampak terlihat tidak ada aktivitas pada kantor kepala desa tersebut, kondisi kantor juga tidak terurus ,banyak sekali tumbuhan liar disekitar kantor,juga dinding atap beton kantor tidak kokoh lagi yang sewaktu-waktu dapat roboh dan membahayakan.

Tampak juga dari fisik kantor yang diduga dikerjakan dengan asal-asalan , Yang perlu diketahui bangunan kantor kepala desa pedu,baru rampung pekerjaannya rehab bangunan dengan anggaran Rp.200.000.000,-(dua ratus juta rupiah) pada tahun 2018/2019 lalu.

Halaman kantor sudah mulai ditumbuhi rumput liar yang tinggi bersemak dari depan dan belakang kantor desa pedu seperti tidak dirawat dan di urus lagi.

Warga desa pedu dengan inisial (Zi) menjelaskan kepada awak media memang benar kades desa pedu ini jarang aktif kalau tidak ada kegiatan penting”kata warga

Dan setelah dapat kabar ucapan warga sekitar awak media langsung menuju kediaman kades berinisial ( I ) , sekitar pukul:10:40.Wib awak media langsung menuju kediaman oknum kepala desa tersebut yang beralamat di jalan pedu panduwinta rt.04.

Oknum kades tidak berada di kediaman hanya istri oknum kades yang terlihat saja yang berada dikediaman nya sang istri oknum kades tidak berkomentar banyak karena darah tinggi nya lagi naik.

Awak media sempat menghubungi lewat via telpon berkali kali yang nomor telpon terlihat dan terdengar jelas masih aktif tapi kades tetap tak mau mengangkat telpon nya ,untuk konfirmasi masalah bangunan desa pedu dan aktifitas kantor kepala desa.

Warga sangat berharap semoga kepada Bupati H.Iskandar dapat meninjau kroscek kembali kebenaran isi berita pembangunan di desa pedu dan kinerja kepala desa pedu tersebut .(wahyudi)

Target vaksin 3 juta orang, Tetap jalankan vaksin pertama di RSUP NTB

IMG-20210717-WA0049.jpg
Mataram NTB benuanews.com – Selama proses berjalannya vaksinasi berjalan dengan mulus. Direktur RSUD Provinsi NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, Mengatakan bahwa saat ini pihaknya mendorong kepada seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota kabupaten yang berada di wilayah NTB. Mataram Sabtu, (17/07/2021).Direktur RSUP yang kerap di sapa Bang Jek ini mempertajam, untuk proses pencegahan terhadap Covid-19 yang saat ini pemerintah menitikberatkan pada proses vaksin terhadap masyarakat tanpa harus mengesampingkan prokes lainnya, dokter ini menjelaskan bahwa telah melakukan koordinasi dengan semua pihak seperti lembaga kepolisian dalam hal ini Kapolda NTB untuk bersama-sama mensukseskan target vaksin nasional yaitu sebanyak 3 juta orang, rekor terbanyak”ungkapnya”.Untuk mencapai target tersebut menurut Direktur RS provinsi NTB tidak ada yang tidak mungkin, dengan terus berupaya untuk memperoleh target. Intinya mau di vaksin dan proses vaksin di titik-titik keramaian, dan bagaimana membuat masyarakat bisa vaksin dengan mudah. Salah satu contoh layanan vaksin yang di siapkan di depan kantor RSUP ini, di iringi musik agar tidak terlalu tegang sedemikian rupa agar suasana bisa lebih nyaman, “tagas Bang Jek” .“Untuk itu kami memberikan hak penuh kepada RS di daerah kabupaten kota se NTB untuk mengemas acara vaksin ini dengan gaya dan cara mereka masing-masing asal cakupan nya bisa maksimal dengan vaksinp mampu meminimalisir tingkat penularan covid-19, ” tuturnya”Dalam penyampaian Bang Jek saat dikunjungi media pekan lalu menyampaikan bahwa tugas ini adalah tugas kita bersama-sama dengan semua stakeholder yang ada, mungkin bukan target ini yang di bebankan kepada kami saja tetapi menurut kami, kami melihat bagaimana upaya selaku pemerintah mengejar akselerasi dari pada proses pencapaian target ini. “Semoga 3 juta itu terlampaui”, harapnya”.upaya melakukan langkah pencegahan serta penanganan terhadap penyebaran Covid-19 sesuai dengan cara masing-masing daerah dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan Prokes.Sambungnya, dengan demikian kami mengharapkan kepada seluruh rekan-rekan karyawan saya agar Prokes di jalankan sebagaimana mestinya yang telah di berlakukan dari pemerintah karena dengan tetap menjalankan Prokes semuanya akan baik-baik saja”, tutupnya”.(NP)
scroll to top