Bulan Suci Dinodai Sabu: Sosok ‘Ripin’ Diduga Kendalikan Narkoba di Bandar Durian, Warga Sebut Kebal Hukum

IMG-20260319-WA0013.jpg

AEK NATAS, LABURA | BENUANEWS.COM – Di saat umat Muslim sedang khusyuk menjalankan ibadah di penghujung bulan suci Ramadhan, keresahan justru menyelimuti warga Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Seorang pria yang dikenal dengan nama Ripin diduga kuat menjadi pengendali peredaran narkotika jenis sabu yang kian terang-terangan di wilayah tersebut.

Aktivitas peredaran barang haram yang diduga dikendalikan oleh Ripin dilaporkan tetap berjalan mulus tanpa hambatan, bahkan di saat masyarakat sedang memperbanyak ibadah. Sikap abai terhadap bulan suci ini membuat warga geram dan menilai bahwa pelaku seolah-olah merasa kebal hukum.

“Dia (Ripin) sepertinya tidak peduli ini bulan Ramadhan. Transaksi tetap jalan, lingkungan kami jadi rusak. Seolah-olah hukum tidak berlaku buat dia,” ungkap salah seorang warga yang merasa terancam dengan situasi ini.

Ketakutan terbesar warga Bandar Durian adalah nasib generasi muda. Kehadiran peredaran sabu yang masif di lingkungan mereka menjadi ancaman nyata bagi anak-anak dan remaja setempat. Warga khawatir, jika tidak segera ditindak, anak-anak mereka akan terjerumus menjadi korban ketergantungan narkoba.

Kerusakan lingkungan sosial akibat peredaran gelap ini sudah pada tahap yang mengkhawatirkan. “Kami hanya ingin lingkungan kami bersih. Kami takut anak-anak kami yang jadi korban berikutnya kalau pengendali seperti Ripin ini terus dibiarkan berkeliaran,” tambah warga lainnya.

Masyarakat Bandar Durian kini menaruh harapan besar kepada pihak Kepolisian, khususnya Polres Labuhanbatu, untuk segera melakukan tindakan tegas. Warga meminta agar aparat tidak memberi ruang sedikit pun bagi Ripin dan jaringannya untuk merusak tatanan sosial di Aek Natas.

Selain mendesak penegakan hukum, masyarakat juga mengajak seluruh elemen warga untuk bersatu padu.

“Narkoba adalah musuh bersama. Kita tidak bisa diam saja melihat lingkungan dihancurkan. Kami mengajak semua pihak, mulai dari tokoh agama hingga pemuda, untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba ini,” bunyi seruan masyarakat setempat.

Menjelang Idul Fitri, warga berharap mendapatkan “kado” berupa lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba. Mereka menanti langkah nyata dari pihak berwajib untuk membuktikan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum di tanah Labuhanbatu Utara, terutama bagi mereka yang merusak masa depan bangsa. (OC)

scroll to top