JAMBI.(Benuanews.com)-Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dari Jambi menuju Palembang agar mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan panjang yang saat ini terjadi di wilayah Sumatera Selatan, khususnya di kawasan Betung dan sekitarnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Adi Benny Cahyono mengatakan, wilayah Jambi merupakan pintu utama keberangkatan pemudik yang hendak menuju Palembang dan wilayah Sumatera Selatan lainnya. Karena itu, pengaturan arus lalu lintas harus dilakukan secara maksimal agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di perbatasan.
“Kami mengimbau masyarakat yang hendak menuju Palembang untuk mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan di wilayah Betung. Dengan begitu perjalanan bisa lebih lancar dan aman,” ujar Kombes Pol Adi Benny Cahyono, Senin(16/3).
Jalur Alternatif yang Disarankan
Dirlantas menyebutkan, pemudik dari Jambi menuju Palembang dapat memilih rute alternatif sebagai berikut:
Rute alternatif utama:
Jambi – Sorolangun – Lubuk Linggau – Musi Rawas – Lahat – Prabumulih – Palembang.
Dari Prabumulih, pemudik juga dapat melanjutkan perjalanan melalui ruas tol menuju Palembang.
Sementara untuk jalur non tol, pemudik dapat melalui:
Jambi – Sorolangun – Lubuk Linggau – Musi Rawas – Sekayu – Betung – Palembang.
Selain mengarahkan pemudik menggunakan jalur alternatif,
Ditlantas Polda Jambi juga melakukan sejumlah langkah antisipasi kemacetan lintas provinsi sesuai kebijakan SKB 3 Menteri terkait pembatasan operasional angkutan barang selama arus mudik.
Kombes Pol Adi Benny Cahyono menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh Kasat Lantas untuk melakukan penyekatan terhadap kendaraan sumbu tiga atau lebih yang menuju arah Jambi–Palembang.
“Kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas akan kami arahkan masuk ke kantong-kantong parkir seperti rumah makan, jembatan timbang, maupun pool truk. Penyekatan dilakukan secara humanis namun tetap tegas sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Penebalan Personel di Perbatasan
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Ditlantas Polda Jambi juga menebalkan personel di wilayah perbatasan, khususnya di daerah Muaro Jambi yang berbatasan langsung dengan Sumatera Selatan.
Petugas di lapangan dibantu oleh personel PJR untuk mengatur ritme arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan menuju kawasan Betung.
Selain itu, koordinasi lintas wilayah juga dilakukan dengan kepolisian di Sumatera Selatan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time.
Dirlantas juga mengingatkan para pemudik agar memperhatikan kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Jalur lintas Jambi–Palembang memiliki karakter jalan lurus yang cukup panjang sehingga berpotensi memicu kantuk. Kami mengimbau pengendara memastikan kondisi kendaraan seperti rem, ban dan lampu dalam keadaan baik,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak mengambil jalur berlawanan ketika terjadi antrean kendaraan karena dapat menyebabkan kemacetan total.
“Kami juga akan melakukan penegakan hukum bagi pengendara yang melanggar aturan lalu lintas serta kendaraan angkutan barang yang tidak mematuhi ketentuan operasional selama arus mudik,” tegasnya.
Dirlantas berharap masyarakat dapat mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
(Ardi)