Alokasikan Dana Nagari Guna Antisipasi Dampak COVID -19

Lubuk Basung (benuanews sumbar) – mengantisipasi dampak COVID-19, Pemerintah Kabupaten Agam Sumatera Barat mengalokasikan dana sebanyak Rp3,06 miliar dari dana desa (Nagari), dialokasikan untuk bantuan langsung tunai (BLT).

Hal tersebut disampaikan Wahyu Bestari  Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Agam, di Lubukbasung, mengatakan dana Rp3,06 miliar itu untuk 11.347 kepala keluarga terdampak COVID-19.

“Mereka itu tersebar di 82 nagari di Agam dan mereka mendapatkan BLT berdasarkan usulan dari jorong,” katanya.

Ia mengatakan, pencairan dana BLT itu secara bertahap. Tahap pertama sampai ketiga sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga setiap bulan dengan total anggaran Rp2,04 miliar.

Sementara tahap keempat sampai keenam sebesar Rp300 ribu per kepala keluarga setiap bulan dengan total anggaran Rp1,02 miliar.

“Saat ini BLT itu telah dicairkan dari tahap satu sampai tiga dan pencairan setiap bulan yang dilakukan pemerintah nagari,” katanya.

Ia menambahkan, penyaluran dana BLT itu berdasarkan Peraturan Menteri Desa No 6 Tahun 2020 tentang Perubahan Permendes No 11 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa dan

Peraturan Menteri Keuanga No 40 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Dana Desa.

Selain itu Peraturan Bupati No 41 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa.

Dari Permen itu, tambahnya, nagari atau desa adat yang menerima dana desa di bawah Rp800 juta wajib menganggarkan dana desa untuk COVID-19 sebesar 25 persen.

Bagi nagari menerima dana desa Rp800 sampai Rp1,2 miliar menganggarkan dana desa untuk COVID-19 sebesar 30 persen dan di atas Rp1,2 miliar menganggarkan dana desa sekitar 35 persen.

“Pada tahun ini Agam menerima dana desa sebesar Rp76,03 miliar dan dana desa itu telah dicairkan sampai dua tahap,” katanya.(tim)

scroll to top