Aliansi Mahasiswa Jambi Sampaikan Dumas ke Mabes Polri, Minta Evaluasi Penanganan Dugaan PETI dan Illegal Drilling

1002234764.jpg

Jakarta.(Benuanews.com)-Aliansi Mahasiswa Jambi menyampaikan Dugaan Masyarakat (Dumas) kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terkait dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan illegal drilling yang masih menjadi persoalan di Provinsi Jambi.

Penyampaian Dumas tersebut merupakan bentuk partisipasi mahasiswa dalam mendorong transparansi dan pengawasan terhadap penegakan hukum, khususnya dalam menangani dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Dalam Dumas yang disampaikan, Aliansi Mahasiswa Jambi meminta Kapolri melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap efektivitas penanganan dugaan PETI dan illegal drilling oleh jajaran Polda Jambi dan Polres di wilayah Provinsi Jambi.

Aliansi juga meminta agar apabila dalam proses evaluasi ditemukan indikasi kelalaian, penyimpangan, atau pelanggaran, maka dilakukan pemeriksaan sesuai kewenangan dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang sah.

Korlap Aliansi Mahasiswa Jambi, Fahri dan Raditian, menyampaikan bahwa langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kontrol masyarakat dan mahasiswa agar dugaan persoalan yang berkembang dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang transparan dan profesional.

“Kami datang membawa Dumas sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal penegakan hukum. Kami meminta agar dugaan aktivitas PETI dan illegal drilling di Jambi tidak hanya menjadi perhatian di tingkat daerah, tetapi juga mendapatkan evaluasi dari Mabes Polri,” demikian sikap Aliansi Mahasiswa Jambi dalam penyampaian Dumas tersebut.

Dalam tuntutannya, Aliansi Mahasiswa Jambi meminta Kapolri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan dugaan PETI dan illegal drilling di Provinsi Jambi.

Selain itu, Aliansi meminta Kabareskrim Polri dan Kadiv Propam Polri melakukan pemeriksaan apabila terdapat dugaan kelalaian, penyimpangan, atau pelanggaran dalam penanganan perkara tersebut sesuai kewenangan masing-masing.

Aliansi juga meminta Kapolri mengambil langkah tegas sesuai hasil pemeriksaan dan evaluasi, termasuk pembinaan, mutasi, maupun pencopotan terhadap pejabat kepolisian apabila nantinya terbukti tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional, transparan, serta akuntabel.

Terakhir, Aliansi Mahasiswa Jambi meminta Polri memastikan penegakan hukum terhadap setiap dugaan tindak pidana pertambangan ilegal dan illegal drilling dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, serta tanpa pandang bulu.

Fahri dan Raditian selaku Korlap Aliansi Mahasiswa Jambi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses tindak lanjut Dumas tersebut dan berharap laporan masyarakat tidak berhenti pada tahap penerimaan administrasi, tetapi benar-benar ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

scroll to top