“Abah Buari Turun Tangan, Masyarakat Kalibanter Bangun Jalan Rabat Beton 850 Meter Tanpa Bantuan Pemerintah Desa”

20251222_130507_copy_950x950.jpg

Lumajang, Benua News.com – Setiap hari selama lebih dari delapan tahun, warga Dusun Kalibanter RT 52 RW 13 Desa Kalipenggung Kecamatan Randuagung harus menempuh jalan makadam yang terjal, licin saat hujan, dan penuh lubang. Mulai tahun 2017, harapan mereka akan pembangunan jalan oleh pemerintah desa hanya tersisa janji-janji kosong yang tak pernah terwujud. Bahkan, salah satu warga yang enggan disebut namanya mengaku merasa “anak tirikan” karena wilayahnya seolah terluar dari perhatian pemimpin setempat. Namun, hari ini Senin, 22 Desember 2025 cerita mereka berubah: sebuah jalan rabat beton sepanjang 850 meter dengan lebar 2,5 meter mulai terbentuk berkat gotong royong masyarakat dan kontribusi luar biasa dari seorang tokoh yang dicintai, H. Buari atau yang akrab disapa Abah Buari.

Masyarakat Dapat Sumbangan Lagi Dari Hamba Allah


Pembangunan yang menjadi harapan banyak warga ini bukanlah inisiatif dari pemerintah, melainkan dari dalam diri masyarakat sendiri. Bapak Muhammad, tokoh masyarakat setempat, menyampaikan kepada awak media bahwa langkah pertama diambil dengan mengadakan musyawarah bersama seluruh warga. “Ini inisiatif kita semua, warga. Kita sudah menunggu terlalu lama, jadi kita putuskan untuk berbuat sendiri,” ujarnya. Dari iuran yang dikumpulkan dari setiap keluarga, mereka berhasil mengumpulkan sekitar 200 sak semen , jumlah yang masih jauh dari kebutuhan.

JALAN MAKADAM


Mengetahui kebutuhan semen yang besar, yaitu sekitar 1000 sak untuk menyelesaikan seluruh panjang jalan, Muhammad dan beberapa tokoh masyarakat memutuskan untuk mengunjungi rumah Abah Buari. Mereka tahu bahwa pria ini memiliki sejarah panjang dalam membantu pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang kurang terlayani. Tanpa ragu, Abah Buari langsung menanggapi panggilan bantuan tersebut. “Ya, mas, saya lagi bangun jalan rabat beton di Kalibanter, tepatnya RT 52 RW 13,” ujar Abah Buari saat di konfirmasi oleh awak media. Dia mengakui merasa kasihan melihat kondisi jalan yang parah di daerah itu, sehingga tanpa ragu menanggung biaya untuk 800 sak semen sisanya , jumlah yang bukan sedikit dan membutuhkan dana yang tidak kecil.

Abah Buari sendiri bukanlah orang asing di dunia kemasyarakatan Lumajang. Selama bertahun-tahun, dia telah turut andil dalam pembangunan jalan, masjid, dan tempat ibadah di berbagai dusun yang kurang mendapat perhatian pemerintah. Banyak warga menyebutnya sebagai “pahlawan tersembunyi” karena selalu membantu tanpa mencari pujian atau pengakuan. “Abah Buari selalu begitu , kapanpun ada warga yang kesulitan, dia tidak pernah ragu untuk menolong. Bukan hanya uang atau barang, dia juga sering turun langsung ke lapangan untuk memantau pembangunan,” kata salah satu warga yang ikut terlibat dalam gotong royong.

Di lokasi pembangunan, suasana penuh semangat dan kebersamaan. Ratusan warga, mulai dari pemuda hingga orang tua, turun tangan membersihkan lokasi, mencampur beton, dan memasangnya ke permukaan jalan. Beberapa orang membawa alat bantu dari rumah masing-masing, sementara yang lain memberikan makanan dan minuman untuk rekan-rekan yang bekerja. “Kita merasa bangga bisa membangun jalan sendiri, terutama dengan bantuan Abah Buari yang baik hati. Sekarang, anak-anak tidak akan kesulitan ke sekolah saat hujan, dan warga juga lebih mudah mengangkut hasil panen ke pasar,” ujar seorang ibu rumah tangga yang tinggal di dekat lokasi.

Mengenai respon pemerintah desa terhadap inisiatif masyarakat ini, awak media telah mencoba menghubungi kepala desa Kalipenggung, namun sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi. Namun, bagi warga Kalibanter, hal itu tidak lagi menjadi perhatian utama. Mereka lebih fokus pada proses pembangunan yang sedang berlangsung dan harapan akan jalan yang mulus yang akan menyambungkan mereka dengan daerah lain. “Kita tidak kecewa lagi, karena kita sudah buktikan bahwa kita bisa membantu diri sendiri. Dan dengan bantuan Abah Buari, semuanya menjadi lebih mudah,” tutup Muhammad dengan senyum bangga.

Pembangunan jalan rabat beton di Dusun Kalibanter diharapkan selesai dalam waktu 2 minggu ke depan. Setelah selesai, jalan ini akan menjadi akses utama bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kontribusi dari individu yang peduli dapat mengubah nasib sebuah komunitas , bahkan ketika harapan kepada pemerintah tampak hilang. Dan di tengah semua itu, sosok Abah Buari akan selalu dikenang sebagai sosok yang turut membuka jalan menuju perubahan bagi warga Kalibanter.

[M.HADI]

Redaksi

Redaksi

Satu Pelurumu Hanya Tembus Satu Kepala Manusia...Tetapi Satu Tulisan Seorang Jurnalis Bisa Tembus Jutaan Manusia (082331149898)

scroll to top