Kanit Samapta Polsek Rangkasbitung Polres Lebak Giat Patroli Blue Light Cegah C3 di Jalan Sunan Kalijaga

IMG-20260609-WA0008.jpg
LEBAK Benuanews.com Kanit Samapta Polsek Rangkasbitung Polres Lebak,AIPTU Terry.M.S,AIPDA Danu Nugraha dan BRIPKA Agus.St, melaksanakan giat patroli blue light di seputaran Jalan Sunan Kalijaga, antisipasi gangguan kamtibmas dan C3.Upaya ini untuk menjaga Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Wilayah Hukum Polsek Rangkasbitung Polres Lebak.Selasa pagi 09 Juni 2026,pukul.00.34 Wib.Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Herfio Zaki,.S.I.K,.M.H,melalui Kapolsek Rangkasbitung Polres Lebak AKP Henri Sinaga,.SH mengatakan.“Patroli blueight dilaksanakn dalam rangka menjaga keamanan dan kewaspadaan diwilayah hukum Polsek Rangkasbitung Polres Lebak.“Selanjutnya anggota patroli juga memberikan himbauan kamtibmas kepada warga masyarakat yang sedang melaksanakan ronda Siskamling di lingkungan sekitar,” ujar Kapolsek Rangkasbitung.

Antisipasi Balapan Liar di Jalan Maulanan Hasanudin,Kanit Samapta Polsek Rangkasbitung Polres Lebak Patroli Mobile

IMG-20260609-WA0006.jpg
LEBAK Benuanews.com Kanit Samapta Polsek Rangkasbitung Polres Lebak,AIPTU Terry.M.S,AIPDA Danu Nugraha dan BRIPKA Agus.St, melaksanakan giat patroli mobilet di seputaran Jalan Maulana Hasanudin, antisipasi balapan liar dan C3Upaya ini untuk menjaga Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Wilayah Hukum Polsek Rangkasbitung Polres Lebak.Selasa pagi 09 Juni 2026,pukul.00.23 Wib.Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Herfio Zaki,.S.I.K,.M.H,melalui Kapolsek Rangkasbitung Polres Lebak AKP Henri Sinaga,.SH mengatakan.“Patroli mobile dilaksanakn dalam rangka menjaga keamanan dan kewaspadaan diwilayah hukum Polsek Rangkasbitung Polres Lebak.Seklugus menyampaikan sosialisasi call center 110 Polres Lebak.“Selanjutnya anggota patroli juga memberikan himbauan kamtibmas kepada warga masyarakat yang sedang melaksanakan ronda Siskamling di lingkungan sekitar,” ujar Kapolsek Rangkasbitung.

Tanpa Pelabuhan Utama, Visi Jambi Mantap Berdaya Saing Hanya Mimpi di Siang Bolong

1001879273.jpg

JAMBI.(Benuanews.com)-Visi Jambi Mantap Berdaya Saing dan Berkelanjutan seharusnya menjadi arah besar pembangunan daerah yang mampu mendorong kemajuan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, hingga saat ini visi tersebut masih terlihat lebih banyak hadir dalam dokumen perencanaan dibandingkan dalam kebijakan pembangunan yang nyata dan terukur.

Salah satu indikator utama daya saing daerah adalah tersedianya infrastruktur strategis yang mampu menggerakkan roda perekonomian. Di berbagai daerah, pemerintah provinsi berlomba-lomba memperkuat pelabuhan, kawasan industri, dan jaringan logistik sebagai pintu gerbang perdagangan serta investasi. Sayangnya, di Jambi justru belum terlihat keberpihakan yang kuat terhadap pembangunan infrastruktur ekonomi yang memiliki dampak jangka panjang.

Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung yang selama ini digadang-gadang sebagai proyek strategis daerah seakan kehilangan arah. Padahal, pelabuhan tersebut memiliki posisi geografis yang sangat strategis karena berada dekat dengan Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan internasional tersibuk di dunia. Jika dikembangkan secara serius, Pelabuhan Ujung Jabung dapat menjadi gerbang ekspor-impor, mempercepat arus logistik, menarik investasi, dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Jambi.

Kondisi saat ini menunjukkan adanya ketidakselarasan antara visi pembangunan dan implementasi program. Banyak program yang dianggarkan melalui APBD justru terkesan tidak memiliki fokus yang jelas terhadap penguatan ekonomi daerah. Sebagian besar anggaran masih terserap untuk belanja operasional, sementara program-program strategis yang mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat belum menjadi prioritas utama.

Masyarakat tentu berharap pemerintah daerah mampu menetapkan skala prioritas yang tepat. Di tengah tantangan ekonomi dan tingginya kebutuhan lapangan kerja, pembangunan pelabuhan, kawasan industri, dan hilirisasi komoditas semestinya menjadi agenda utama. Tanpa infrastruktur ekonomi yang memadai, sulit bagi Jambi untuk bersaing dengan provinsi lain yang telah lebih dahulu membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Karena itu, sudah saatnya Pemerintah Provinsi Jambi kembali menata arah pembangunan dengan fokus pada proyek-proyek strategis yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika tidak, maka visi Jambi Mantap Berdaya Saing hanya akan menjadi slogan yang indah di atas kertas, sementara peluang besar yang dimiliki Jambi, termasuk potensi Pelabuhan Ujung Jabung sebagai gerbang ekonomi internasional, terus terabaikan.

Tanpa pelabuhan utama yang mampu menghubungkan Jambi dengan jaringan perdagangan global, cita-cita menjadikan Jambi sebagai daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing berisiko hanya menjadi mimpi di siang bolong.

Iin Habibi:Pengamat Kebijakan Publik

Kejar-kejaran di Bangli, BNN Ringkus Dua WN Rusia Pembawa 7,8 Kg Hashish

IMG_20260609_083339-scaled.jpg
JAKARTA Benuanews.com Kembali Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional Rusia-Thailand-Indonesia.Dalam operasi gabungan yang berlangsung hingga Bali, petugas menangkap dua warga negara Rusia dan menyita 7,8 kilogram narkotika jenis hashish.Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait koper berisi hashish yang dibawa penumpang asal Thailand menuju Indonesia.“Tim Direktorat Interdiksi BNN bersama Bea Cukai menerima informasi adanya koper berisi narkotika jenis hashish asal Thailand tujuan Jakarta yang dibawa penumpang atas nama Kochetkova Kira untuk didistribusikan ke Bali,” kata Suyudi, Sabtu (6/6/2026).BNN kemudian menjalankan operasi controlled delivery untuk memantau pergerakan barang haram tersebut dari Jakarta hingga Bali.Petugas membuntuti Kochetkova Kira (51) sejak tiba di Bandara Soekarno-Hatta hingga melanjutkan perjalanan menggunakan mobil rental menuju Pulau Dewata.Kira menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sekitar pukul 01.30 WIB dan tiba di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pukul 03.00 Wita. Setelah masuk Bali, ia bertemu rekannya sesama warga Rusia, Sergei Khlebushchev (39).*Kejar-kejaran Dramatis di Bangli* Operasi berubah menegangkan saat Sergei diduga menyadari keberadaan petugas.Ketika melintas di Jalan Dusun Kayang, Kecamatan Bangli, Sergei menurunkan Kira beserta koper berisi narkotika lalu berusaha melarikan diri menggunakan kendaraan yang dikemudikannya.Petugas langsung melakukan pengejaran dari wilayah Gilimanuk hingga Kabupaten Bangli. Dalam proses pengejaran, aparat sempat melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan kendaraan pelaku.Pengejaran akhirnya berakhir setelah kendaraan yang digunakan pelaku mengalami kecelakaan dan terguling di wilayah Bangli.Petugas kemudian menangkap Sergei di Jalan Dusun Cingang, Bangli, sementara Kira juga berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.Petugas selanjutnya membawa kedua tersangka ke Polres Bangli untuk menjalani pemeriksaan intensif.*Sita Hashish Senilai Miliaran Rupiah* Dalam operasi tersebut, BNN menyita barang bukti berupa hashish seberat bruto 7,8 kilogram yang diduga akan diedarkan di Bali.Hashish merupakan narkotika yang berasal dari ekstrak tanaman ganja dengan kandungan zat aktif tinggi.Peredaran narkotika jenis ini kerap menyasar kawasan wisata internasional karena memiliki nilai jual yang tinggi di pasar gelap.BNN menduga kedua tersangka hanya bagian dari jaringan yang lebih besar. Karena itu, penyidik kini memburu sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut.*BNN Buru Anggota Jaringan Lain* Komjen Suyudi menegaskan penyidik terus mengembangkan kasus untuk membongkar seluruh jaringan dan memutus aliran dana sindikat narkotika internasional tersebut.“Kami terus mengembangkan penyelidikan terhadap tersangka lain yang diduga merupakan warga negara Rusia dan masih bersembunyi di wilayah Bali. Fokus kami tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga melumpuhkan kekuatan finansial jaringan peredaran gelap narkotika ini,” tegasnya.BNN bersama Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya kini memperketat pengawasan di pintu masuk Indonesia guna mencegah penyelundupan narkotika melalui jalur udara maupun laut, terutama yang melibatkan jaringan internasional.
scroll to top