Mataram NTB benuanews.com – Tim Opsnal Polsek Mataram bergerak cepat mengungkap kasus pengeroyokan disertai penusukan terhadap seorang pemuda berinisial IJ (21) di Lapangan BTN Kekalik, Kota Mataram. Dalam penanganan awal kasus tersebut, polisi telah mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan itu.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat malam (06/11/2026) tersebut mengakibatkan korban mengalami luka tusuk di bagian perut. Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., membenarkan bahwa lima terduga pelaku berinisial A, J, R, F, dan A telah diamankan di Mapolsek Mataram.
“Benar, tak lama setelah menerima laporan terkait aksi pengeroyokan dan penusukan di BTN Kekalik, Tim Opsnal kami langsung bergerak di lapangan. Saat ini, lima orang terduga pelaku berinisial A, J, R, F, dan A sudah berhasil kami amankan di Mapolsek,” ungkap AKP Amrozi.
Ia menjelaskan, kelima orang tersebut masih berstatus terduga pelaku dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik juga masih mendalami peran masing-masing dalam peristiwa tersebut serta melakukan pengembangan untuk mengidentifikasi dan mencari kemungkinan adanya pelaku lain.
Berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian, kejadian bermula ketika korban yang berasal dari Monjok Culik datang ke Lapangan BTN Kekalik bersama dua rekannya, A dan K, dengan berboncengan tiga menggunakan sepeda motor. Kedatangan mereka bertujuan menemui seorang perempuan berinisial IT.
Namun, setibanya di lokasi, sekelompok pemuda mendatangi korban dan mempertanyakan maksud kedatangannya untuk menemui perempuan tersebut. Situasi kemudian memanas hingga korban diduga diserang dari belakang oleh sejumlah orang.
Dalam penyerangan itu, korban mengalami luka tusuk pada bagian perut dengan panjang luka sekitar 8 sentimeter.
Korban kemudian mendapat pertolongan dari seorang mahasiswa berinisial SR yang kebetulan melintas di depan Rumah Makan Surabaya. Melihat kondisi korban, SR berinisiatif membawa korban menggunakan sepeda motor menuju Rumah Sakit Universitas Mataram untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Menyikapi kejadian tersebut, Kapolsek Mataram mengimbau keluarga korban dan masyarakat agar tetap tenang serta tidak terpancing melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami memahami keprihatinan keluarga dan warga. Namun, kami meminta semua pihak untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada penegak hukum. Kami berkomitmen akan mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Polsek Mataram memastikan proses penyelidikan dan penyidikan terus berjalan untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa tersebut, termasuk memastikan keterlibatan masing-masing pihak. Kepolisian juga mengajak masyarakat menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.(Dv)