Kapolres Labusel Gandeng Disnaker, 16 Warga Pengangguran Dilatih Menjahit

IMG-20261105-WA0040.jpg

LABUSEL – Benuanews.com
Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, menggandeng Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN). Sebanyak 16 warga dari tiga kecamatan mendapat kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan menjahit.

Kegiatan sosialisasi dan pembekalan program POLIRAN tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Disnaker Labusel, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kamis (5/11/2026).

Kapolres Labusel AKBP Rosef Efendi, S.I.K., M.H., CPHR, hadir langsung bersama Wakapolres Kompol Moch. Guntur Pryantoko, S.H., M.H., Kasi Humas AKP Sujono, serta KBO Satbinmas IPDA Supriadi.

Turut hadir Kepala Disnaker Labusel Tommi Sandro Hutabarat, S.T., M.M., Kabid Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Sabda Riyani, S.H., personel Polres, jajaran Disnaker, serta 16 peserta pelatihan.

Dalam arahannya, Rosef mengatakan program POLIRAN merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan sosial, khususnya pengangguran dan peningkatan keterampilan masyarakat.

Menurutnya, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Polri ingin mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan pekerjaan maupun membuka usaha secara mandiri.

Ia pun meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan.

“Ikutilah pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan yang diberikan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta mengasah keterampilan. Jangan pernah merasa malu untuk belajar, karena setiap keahlian yang diperoleh dapat menjadi modal berharga untuk masa depan,” pesan Rosef.

Kapolres juga menilai keterampilan menjahit memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan apabila ditekuni dengan baik.

Selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, kemampuan tersebut bisa dikembangkan menjadi usaha produktif yang menghasilkan pendapatan, membantu perekonomian keluarga, bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Adapun 16 peserta pelatihan berasal dari Kecamatan Kotapinang, Torgamba, dan Kampung Rakyat. Mereka mengikuti pelatihan dengan harapan memperoleh keterampilan baru sekaligus meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan.

Rosef menegaskan, sinergi Polres Labusel dengan Disnaker merupakan langkah penting dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Melalui program POLIRAN, pihaknya berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menjadi tenaga kerja yang produktif serta memiliki kemandirian ekonomi.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan dalam mendukung penyelesaian persoalan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(K.Nasution)

scroll to top