LUBUK DALAM – BenuaNews.com, 29 September 2026 — Kondisi fasilitas tempat tinggal karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Regional 3 Kebun Lubuk Dalam mendapat perhatian setelah adanya informasi mengenai kondisi hunian, akses air bersih, serta sejumlah keluhan terkait sistem kerja.
Berdasarkan informasi yang diterima BenuaNews.com, sejumlah rumah karyawan disebut berada dalam kondisi kurang baik. Salah satunya terlihat memiliki bagian atap yang diduga telah lapuk dan mengalami kebocoran.
Dokumentasi yang diterima redaksi menunjukkan bagian atap rumah tampak berlubang. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air hujan masuk ke dalam rumah dan mengganggu kenyamanan penghuni.
Selain kondisi hunian, pekerja juga menyampaikan adanya kendala dalam memperoleh air bersih. Menurut informasi yang diterima, sebagian pekerja harus mengambil atau memikul air dengan jarak sekitar 100 meter dari tempat tinggal mereka.
Persoalan lain yang disampaikan pekerja berkaitan dengan waktu kerja, termasuk aktivitas pada hari yang secara umum merupakan hari libur.
Salah seorang karyawan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan:
“Di sini tidak ada tanggal merah. Hari biasa maupun hari libur, kami tetap bekerja. Kalau informasi ini diketahui atasan, kami khawatir dimarahi atau bahkan diberikan surat peringatan,” ungkapnya.
Keterangan tersebut merupakan pernyataan pekerja dan masih memerlukan klarifikasi dari perusahaan, terutama mengenai sistem shift, jadwal kerja, hari istirahat pengganti serta ketentuan lembur.
Dalam wawancara dengan BenuaNews.com, pekerja berharap pihak perusahaan dan pemerintah memberikan perhatian terhadap sejumlah kebutuhan dan kondisi kerja.
Pekerja antara lain mempertanyakan biaya penerangan dan meteran listrik yang menurut keterangannya dibeli menggunakan biaya sendiri, termasuk mengenai mekanisme penggantian biaya tersebut.
Pekerja juga berharap peralatan kerja dapat diganti secara layak dan tepat waktu apabila sudah tidak memenuhi kebutuhan pekerjaan.
Selain itu, pekerja berharap adanya ruang komunikasi yang lebih terbuka ketika terdapat kunjungan atau wawancara dari pihak luar. Menurut keterangan yang diterima redaksi, terdapat kekhawatiran pekerja mengenai penyampaian informasi terkait sistem kerja, khususnya pekerjaan pada hari Minggu.
Pekerja menyebut bahwa dalam kondisi tertentu mereka tetap bekerja pada hari Minggu, termasuk melakukan pekerjaan panen. Sementara itu, mengenai penggantian peralatan kerja, pekerja juga mempertanyakan apakah penggantian yang dilakukan selama ini telah sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Seluruh keterangan tersebut merupakan hasil wawancara dengan pekerja dan masih memerlukan konfirmasi dari pihak perusahaan. BenuaNews.com tidak menyimpulkan bahwa keterangan tersebut merupakan kebijakan resmi perusahaan.
Saat dimintai tanggapan mengenai informasi tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Siak melalui Bapak Fauzi menyampaikan bahwa pihaknya baru memperoleh informasi awal sehingga belum dapat memberikan komentar secara khusus.
“Kami baru dapat info, belum dapat memberi komentar, khususnya terkait jam kerja di hari libur, karena kadang apakah mereka masuk shift atau seperti apa, memang perlu dicermati lagi.”
Dengan demikian, persoalan mengenai pelaksanaan kerja pada hari libur masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk mengenai pola shift, jadwal kerja, waktu istirahat dan penerapan ketentuan apabila terdapat pekerjaan di luar waktu kerja normal.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, salah satu bagian atap rumah karyawan tampak mengalami kerusakan dan terdapat bagian yang berlubang.
Namun, untuk menentukan apakah kondisi hunian, fasilitas air bersih, maupun sistem kerja telah memenuhi ketentuan yang berlaku, diperlukan pemeriksaan langsung oleh pihak yang berwenang.
BenuaNews.com mendorong Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Riau bersama instansi terkait melakukan pengecekan langsung ke lokasi, termasuk terhadap kondisi fasilitas tempat tinggal, ketersediaan air bersih, waktu kerja, hari istirahat dan sistem kerja pekerja.
Media mencoba konfirmasi minta tanggapan kepada pimpinan perusahaan lewat chat whatsapp, Nomor tersebut tidak aktif”
Di sisi lain, PT Perkebunan Nusantara IV Regional 3 Kebun Lubuk Dalam diharapkan memberikan penjelasan dan klarifikasi mengenai kondisi fasilitas perumahan, sistem kerja, peralatan kerja serta berbagai keluhan yang disampaikan pekerja pemberitaan ini tidak ada bermaksud untuk menyimpulkan ada pelanggaran hanya berdasarkan informasi dari pekerja.
BenuaNews.com tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, keberimbangan dan hak jawab. Seluruh informasi dalam pemberitaan ini merupakan informasi awal dan keterangan dari pihak yang diwawancarai, sehingga masih terbuka untuk diklarifikasi oleh perusahaan maupun instansi terkait.
Tim BenuaNews.com