By: Lukman Hamarong
LUWU UTARA-Benuanews.com-Di antara deretan pegunungan nan terisolir, tersimpan sebuah pemandangan indah yang sanggup meluluhkan hati siapa saja yang melihatnya.
Kecamatan Seko, wilayah yang selama ini dikenal menantang secara geografis, mendadak hangat oleh secercah kebahagiaan yang begitu murni.
Dari balik gunung yang memesona itu, terlihat seorang anak perempuan Seko menyambut Wakil Bupati Jumail Mappile dengan senyum semringah yang begitu tulus.
Kebahagiaan anak tersebut dituangkan lewat sebuah media sederhana, yakni selembar karton bertuliskan “Selamat Datang Wakil Bupati Luwu Utara”.
Begitu Wakil Bupati Jumail Mappile tiba di Seko, anak ini menyambutnya dengan ekspresi unik yang begitu tulus. Sebuah sambutan bersahaja, namun sarat makna.
Momen berharga tersebut diabadikan dan dibagikan oleh Jumail Mappile melalui akun Facebook pribadinya pada 10 Agustus 2026. Dalam unggahan yang menyentuh hati, ia menuliskan:
“Semangat hidup itu sering datang dari hal-hal kecil yang kelihatannya sepele, tetapi efeknya bikin hati berbunga-bunga,” tulis Jumail Mappile dalam akun facebook-nya.
“Lihat bendera merah putih berkibar di bulan Agustus sambil menikmati secangkir kopi panas di pagi hari saat udara masih sejuk. Luar biasa efeknya bagi semangat untuk bekerja hari ini,” tulis Jumail Mappile.
Pesan itu merefleksikan bagaimana kebahagiaan sejati acapkali lahir dari kesederhanaan serta perpaduan antara sejuknya udara pegunungan, kibaran Merah Putih, kehangatan secangkir kopi, dan senyum tulus anak-anak negeri di Seko, menjadi energi luar biasa untuk melayani warga.
Kehadiran Wakil Bupati Jumail Mappile di Seko bukan tanpa alasan. Ia hadir mendampingi Bupati Andi Abdullah Rahim guna menghadiri pembukaan rangkaian kegiatan memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kehadiran para pemimpin daerah ini di wilayah pegunungan yang terisolir menjadi simbol nyata bahwa semangat kemerdekaan, perhatian, dan pemerataan pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, dari pusat kota hingga ke puncak-puncak gunung.
Dari Seko, kita diingatkan kembali bahwa kemerdekaan itu bukan sekadar perayaan, tetapi juga melahirkan senyum, harapan, dan semangat untuk terus melangkah bersama. (LHr#)