Light The Rooftop Resmi Dibuka, Empat Owner Bawa Konsep Nongkrong dan Ruang Kreatif Baru di Jambi

1002259406.jpg

JAMBI.(Benuanews.com)-Light The Rooftop (LTR) resmi membuka pintunya untuk masyarakat Kota Jambi. Grand opening yang digelar Sabtu (8/8/2026) di kawasan Tugu Juang, Sipin, Kota Jambi, ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh empat owner LTR, yakni Alvin, Raga, Aldi, dan Aldo.

Prosesi tersebut disaksikan ratusan tamu undangan yang hadir dalam momentum pembukaan resmi LTR. Kehadiran para tamu sekaligus menandai dimulainya babak baru sebuah ruang komersial yang tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner dan tempat berkumpul, tetapi juga membawa misi membangun ekosistem anak muda di Kota Jambi.

LTR hadir dengan konsep yang terinspirasi dari perkembangan ruang nongkrong dan lifestyle di sejumlah kota besar, seperti Bandung dan Jakarta. Konsep tersebut kemudian disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masyarakat Jambi.

Owner LTR Coffee, Alvin, mengatakan kehadiran LTR merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang yang lebih proper bagi masyarakat, khususnya generasi muda Jambi.

“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah hadir dalam acara peresmian LTR hari ini,” ujar Alvin.

Menurutnya, konsep yang diusung LTR sebelumnya telah diperkenalkan kepada masyarakat melalui soft opening. Namun, grand opening menjadi momentum untuk mempertegas arah bisnis sekaligus visi yang ingin dibangun bersama.

“Konsep ini memang yang kami tawarkan kepada anak-anak muda di Jambi. Ide awalnya terinspirasi dari konsep kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta, terutama dari beberapa tempat yang menjadi ruang berkumpul dan berkembangnya anak muda,” jelasnya.

Alvin melihat masih terdapat ruang yang cukup besar untuk mengembangkan destinasi lifestyle dan ruang publik alternatif di Kota Jambi.

“Kita melihat di Jambi memang masih kurang dan minim tempat wisata. Karena itu, kami mencoba membuat tempat yang sekiranya bisa berguna juga bagi anak-anak Jambi,” katanya.

LTR kemudian mengembangkan sejumlah fasilitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung, mulai dari area dengan pemandangan kota, ruang nongkrong yang nyaman hingga pertunjukan musik secara langsung.

“Kami hadirkan fasilitas seperti live music, tempat yang proper, dan harapannya semua ini bisa menjadi kontribusi yang baik untuk Kota Jambi,” ujar Alvin.

Lebih dari sekadar bisnis kuliner dan tempat berkumpul, LTR ingin membangun positioning sebagai ruang yang dapat mendukung pertumbuhan anak muda.

Alvin menyebut LTR diharapkan dapat menjadi rumah bagi generasi muda Jambi untuk belajar, berkarya, membangun jejaring, hingga mengembangkan potensi mereka.

“LTR berkomitmen menjadi rumah bagi anak-anak muda Jambi yang ingin bertumbuh, belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi terbaiknya. Setiap langkah yang kami tempuh adalah investasi untuk masa depan,” tuturnya.

Ia menegaskan, semangat tersebut juga berangkat dari keinginan para owner yang sama-sama memiliki keterikatan dengan Jambi untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“Kami kebetulan sama-sama orang Jambi. Jadi harapannya memang bisa memberikan kontribusi yang baik, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia,” katanya.

Dari sisi kuliner, LTR tidak hanya mengandalkan konsep coffee shop. Manajemen juga menyiapkan pilihan makanan, termasuk menu lokal, yang dikelola oleh tim manajemen internal.

Pengembangan konsep kuliner tersebut menjadi salah satu bagian dari strategi LTR untuk membangun tempat nongkrong yang dapat diterima oleh berbagai segmen masyarakat Jambi.

Untuk pengelolaan bisnis, Alvin menyebut peran Raga, Aldi, dan Aldo turut menjadi bagian penting dalam membangun serta menjalankan konsep LTR.

“Kalau dari segi makanan, kami juga ada makanan lokal. Untuk itu ada tim manajemen sendiri yang menangani, yang didirikan bersama Bapak Raga, Aldi maupun Aldo,” jelas Alvin.

Pada akhirnya, LTR ingin membangun sebuah brand lokal yang memiliki daya tarik dan mampu menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kota Jambi.

“Pada intinya, kami ingin menghadirkan di Jambi tempat nongkrong kopi yang bisa diterima masyarakat Jambi,” pungkasnya.

Dengan grand opening tersebut, Light The Rooftop tidak sekadar membuka sebuah destinasi kuliner baru. LTR membawa ambisi untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekosistem kreatif dan gaya hidup anak muda Jambi—sekaligus membuktikan bahwa bisnis lokal dapat tumbuh dengan mengadaptasi inspirasi dari kota-kota besar tanpa meninggalkan karakter daerahnya.

scroll to top