JAMBI.(Benuanews.com)– Di tengah hiruk-pikuk aktivitas Pasar Induk Talang Gulo, Kota Jambi, sosok muda ini mencuri perhatian. Namanya Hendrawan Cipta Pambudi (26), atau akrab disapa Hendra. Di usia yang masih terbilang muda, ia berhasil membangun usaha distribusi sayur yang kini menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan kerja bagi orang-orang terdekatnya.
Lahir pada tahun 1999, Hendra memulai langkah beraninya sejak usia 20 tahun. Berbekal tekad dan keberanian, ia merintis usaha sendiri sembari menjalani kuliah, yang saat ini diketahui sedang dalam masa cuti.
Usaha yang diberi nama “CIPTO SAYUR” ini kini dikenal sebagai salah satu pemasok sayuran dari petani lokal Jambi hingga luar daerah.
Perjalanan Hendra tidak mudah. Ia harus membagi waktu antara pendidikan dan bisnis. Saat masih aktif kuliah, pagi hingga siang hari digunakan untuk belajar, sementara malam hari menjadi waktu utama bekerja. Mulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari, ia sibuk menyusun dan merapikan pesanan pelanggan, baik dari dalam maupun luar Kota Jambi.
Selama kurang lebih enam tahun menjalankan usaha, Hendra tidak berjalan sendiri. Ia mengajak enam orang pekerja yang berasal dari teman sekolah, rekan tongkrongan, hingga saudara sendiri untuk ikut berkembang bersama.
Baginya, bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang kebersamaan dan membuka peluang bagi orang lain.
Di Pasar Induk Talang Gulo Pal X, Hendra dikenal sebagai sosok pengusaha muda yang mandiri dan pekerja keras. Ia menjalin kerja sama dengan para petani lokal di Kota Jambi serta sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi untuk memastikan ketersediaan sayur segar bagi masyarakat.
Menariknya, loyalitas pelanggan menjadi bukti nyata kualitas usaha yang dibangun Hendra. Salah satu pelanggan setia yang berasal dari Sungai Bahar Unit 6, Kabupaten Muaro Jambi mengaku telah berlangganan hampir enam tahun di “CIPTO SAYUR”.
“Sudah hampir 6 tahun saya ambil sayur di sini. Harganya murah, owner dan pekerjanya juga baik-baik serta ramah,” ungkapnya Sabtu (30/05) Malam.
Ia juga menceritakan perjuangannya demi mendapatkan pasokan sayur terbaik. Setiap hari, dirinya rela berangkat sejak sore dari Sungai Bahar menuju Pasar Induk Talang Gulo untuk berbelanja langsung ke tempat Hendra. Sayuran yang dibeli tersebut kemudian dijual kembali di wilayah Sungai Bahar.
“Saya pelanggan setia. Dari sore sudah berangkat ke sini. Sayur dari sini nanti saya jual lagi di Sungai Bahar,” tambahnya.
Pelanggan tersebut berharap usaha Hendra terus berkembang dan tetap menjaga kualitas.
“Semoga semakin sukses dan kualitas sayurnya tetap terjaga,” tutupnya.
Saat ditemui di lokasi usahanya, Hendra mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya adalah keluarga.
“Awalnya saya ingin membantu ekonomi orang tua. Dari situ saya mulai usaha sendiri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian bagi generasi muda untuk memulai usaha.
“Jangan takut memulai. Kuncinya usaha, doa, dan restu orang tua,” pesannya.
Menurut Hendra, bisnis bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga memperluas jaringan sosial.
“Dari usaha ini, saya dapat banyak saudara baru, relasi, dan ilmu dari orang-orang yang berbeda setiap hari,” tambahnya.
Ke depan, Hendra berharap usahanya dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jambi. Ia ingin memastikan kebutuhan sayur mayur warga tetap terpenuhi dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau.
Kisah Hendra menjadi bukti bahwa usia muda bukan halangan untuk sukses. Dengan kerja keras, disiplin, dan niat yang kuat, peluang bisa datang dari mana saja -bahkan dari lorong-lorong pasar tradisional.
(Ardi)