Labusel-Benuanews.com
Satu unit mobil Toyota Innova hangus terbakar di halaman parkir Alfamidi, tepatnya di depan SPBU Blok Songo, Kecamatan Kota Pinang, Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 04.20 WIB.
Peristiwa itu sempat membuat panik karyawan toko dan warga sekitar karena lokasi kebakaran berada dekat warung makan yang sebagian bangunannya berbahan papan.
Seorang karyawan Alfamidi berinisial MI (26) mengatakan mobil tersebut baru saja datang dan parkir di sisi kanan halaman toko sebelum api tiba-tiba muncul dari bagian tengah kendaraan. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar hingga melalap hampir seluruh badan mobil.
“Mobil itu baru datang dan parkir. Tidak lama kemudian api tiba-tiba membesar dari bagian tengah mobil.
Kami langsung mengambil alat pemadam api ringan dari toko karena takut api merambat ke bangunan sekitar,” ujar MI di lokasi kejadian.
Warga yang berada di sekitar lokasi, Lina (24), mengaku melihat langsung proses kebakaran hingga api berhasil dipadamkan. Menurutnya, setelah kobaran api padam, tampak sejumlah sisa jeriken terbakar di bagian kabin belakang mobil.
“Saat api sudah padam, terlihat ada sekitar sembilan bekas jeriken di bagian belakang mobil. Bau bensin juga masih sangat terasa,” katanya.
Keterangan serupa disampaikan pemilik warung nasi yang berada hanya beberapa meter dari lokasi. Ia mengaku sempat mencium bau bahan bakar sesaat setelah mobil terparkir. Dugaan sementara, kendaraan tersebut mengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang disimpan di dalam jeriken.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis penyelidikan. Hingga kini, identitas pemilik kendaraan serta keberadaan pengemudi masih dalam penyelidikan.
Kapolsekta Kotapinang, AKP Maruli Siregar, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab kebakaran tersebut.
“Terima kasih, saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Maruli melalui pesan singkat.
Polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran maupun dugaan keterkaitan kendaraan itu dengan pengangkutan BBM bersubsidi. Namun, temuan sisa jeriken di dalam mobil menjadi salah satu fokus penyelidikan petugas.(K.N)