*Lestarikan Warisan Leluhur, Workshop dan Pertunjukan Tari Pajjaga Lili Rongkong Resmi Dihelat*

Screenshot_20260416_201229.jpg

LUWU UTARA-Benuanews.com-Gelaran Workshop Pelestarian dan Pertunjukan Tari Pajjaga Lili Rongkong resmi dihelat selama dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan mulai 14 – 20 April 2026, dan tahap kedua dimulai pada 23 – 29 April 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sanggar Seni Lipu Maraninding Kecamatan Rongkong bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Sekretaris Daerah Luwu Utara, Jumal Jayair Lussa, secara resmi membuka kegiatan ini, Rabu (14/4/2026), di Aula Kantor Camat Baebunta.

Kehadiran Sekda mewakili Bupati menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemda Kabupaten Luwu Utara dalam upaya menjaga eksistensi budaya lokal melalui gelaran Workshop Pelestarian dan Pertunjukan Tari Pajjaga Lili Rongkong.

Kegiatan ini ibarat oase bagi kemajuan kebudayaan di daerah berjuluk Bumi La Maranginang ini. Workshop ini juga dirancang secara komprehensif yang terbagi ke dalam dua tahap pelaksanaan, yaitu tahap pertama dilaksanakan mulai 14 – 20 April 2026, dan tahap kedua tanggal 23 – 29 April 2026 mendatang.

Fokus utama kegiatan ini adalah merevitalisasi kembali nilai-nilai filosofis dan teknik gerak asli Tari Pajjaga Lili Rongkong, sebuah tarian sakral nan bersejarah dari warga adat Rongkong. Tari ini adalah tradisi adat Rongkong pada zaman dahulu yang dilakukan untuk menjaga semangat dan wilayah adat Rongkong dari serangan musuh yang ingin menguasai wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Sekda Jumal Jayair Lussa menekankan bahwa Tari Pajjaga Lili bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah identitas yang membawa muruah masyarakat Rongkong dan Luwu Utara secara umum.

“Pelestarian kebudayaan tidak boleh berhenti pada narasi saja. Kegiatan ini merupakan langkah konkret agar generasi muda memahami akar budayanya. Tari Pajjaga Lili Rongkong adalah pusaka yang harus kita jaga agar tetap hidup di tengah arus modernisasi,” tutur Jumal Jayair Lussa.

Jumal berharap, melalui workshop ini akan lahir para penari dan instruktur baru yang mampu mementaskan Tari Pajjaga Lili Rongkong dengan benar sesuai pakem adat. “Kita berharap kegiatan ini mampu memicu geliat pariwisata berbasis kebudayaan di Kabupaten Luwu Utara,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Sanggar Seni Lipu Maraninding Rongkong, Bulan Masagena, mengaku bahagia atas terlaksananya kegiatan ini. “Kami, tim produksi, merasa bangga dapat mempersembahkan workshop ini sebagai wujud kepedulian kita terhadap seni dan kebudayaan Tana Luwu, sekaligus sebagai wujud pelestarian warisan leluhur kita,” jelasnya.

Tidak lupa, mantan Kabid Pariwisata Luwu Utara ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah atas doa dan dukungannya, sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar, tanpa ada kendala sedikitpun.

“Kami merasa terhormat atas kehadiran Bupati yang diwakili Pak Sekda untuk memberi support kepada kami untuk menyukseskan kegiatan ini hingga selesai, serta menghasilkan output dan outcome yang nantinya kita harapkan berkualitas dan bermanfaat untuk generasi pelanjut.

Acara pembukaan ini dihadiri perwakilan dari Kementerian Kebudayaan, Camat Baebunta, tokoh adat, penggiat seni dan budaya, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Luwu Utara.

Para peserta yang hadir terdiri dari Sanggar Seni Bunga Masamba, Sanggar Seni Kembang Lestari, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 9, SMP 1 Rongkong, SMP 1 Masamba, SMP 1 Baebunta, SDN Limbong, SDN Limpomajang, SDN Rantemalino, SDN Salulimbong, Komunitas Adat Limbong, Perempuan Adat Limbong, dan perwakilan Disdikbud, DP3AP2KB, dan Kantor Camat Baebunta.

Workshop ini juga menghadirkan beberapa pelatih dan instruktur yang sudah dianggap maestro di bidang seni dan tari. Sehingga para peserta mendapatkan ilmu seni dan tari yang datang dari para ahli dan pakar di bidangnya. (LHr#)

scroll to top