Forkopimca Randuagung Sidak Dua Pangkalan LPG 3 Kg, Atasi Kelangkaan Gas di Tengah Masyarakat

IMG-20260410-WA0089.jpg

Randuagung, Lumajang, Benua News.com – Forkopimca Randuagung turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua pangkalan Gas LPG 3 Kg guna merespons keluhan warga terkait kelangkaan gas bersubsidi di wilayah Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Sidak dipimpin langsung oleh Camat Randuagung, Dra. Mawi Mujayanti, bersama jajaran Forkopimca pada Jumat (10/4/2026). Dua titik yang menjadi sasaran pengecekan adalah pangkalan milik Bu Kanti dan pangkalan milik Bu Endang yang berada di Desa Randuagung.

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat soal sulitnya mendapatkan gas LPG 3 Kg. Karena itu hari ini Forkopimca Randuagung langsung turun untuk memastikan stok, harga, dan distribusinya,” tutur Dra. Mawi Pujiati di sela kegiatan.

Dari hasil sidak, ditemukan bahwa stok tabung di kedua pangkalan dalam kondisi kosong. Tercatat sebanyak 200 tabung di dua lokasi tersebut belum terisi dan menunggu pasokan dari agen. Kedua pemilik pangkalan menyatakan bahwa pengiriman baru akan datang pada sore hari dengan jumlah kurang dari 100 tabung, jauh dari kebutuhan normal harian.

Meski stok kosong, Camat Mawi memastikan harga jual di tingkat pangkalan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp18.000 per tabung. “Kami cek langsung, harga tidak ada permainan. Dijual Rp18.000 sesuai HET. Persoalannya memang di pasokan yang turunnya sedikit dan tidak menentu,” tegasnya.

Bu Kanti, salah satu pemilik pangkalan, membenarkan bahwa distribusi gas LPG 3 Kg ke wilayah Randuagung belakangan tidak stabil. “Biasanya dikirim 100 sampai 200 tabung per pengiriman. Sekarang turunnya kadang hanya 50 sampai 80 tabung. Warga banyak yang bolak-balik tapi tidak kebagian,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bu Endang yang menyebut permintaan warga sangat tinggi menjelang Lebaran. “Stok pagi habis, sore baru datang lagi itupun tidak banyak. Kasihan warga, apalagi yang buat jualan,” kata Endang.

Forkopimca Randuagung menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak agen penyalur dan Pertamina untuk mencari solusi atas persoalan distribusi yang tersendat. Selain itu, pengawasan akan diperketat agar tidak terjadi penimbunan atau penjualan di atas HET oleh pengecer.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan. Forkopimca akan terus pantau. Jika ada yang menjual di atas HET atau menimbun, segera laporkan,” pungkas Dra. Mawi Pujiati.

Kelangkaan gas LPG 3 Kg di Kecamatan Randuagung, terutama di Desa Randuagung, menjadi atensi Forkopimca karena gas melon merupakan kebutuhan pokok warga, khususnya pelaku UMKM dan rumah tangga kurang mampu.

Redaksi

Redaksi

Satu Pelurumu Hanya Tembus Satu Kepala Manusia...Tetapi Satu Tulisan Seorang Jurnalis Bisa Tembus Jutaan Manusia (082331149898)

scroll to top