Tempat Wisata Pantai Bagedur Masih Ramai Di Kunjungi Wisatawan

IMG-20260325-WA0025.jpg

Lebak, Benuanews.com – Momentum libur Idulfitri 1447 H/2026 M membawa lonjakan jumlah kunjungan ke Pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Lebak, Banten. Sejak Minggu (H+1 Idulfitri) hingga saat ini, kawasan wisata andalan di Lebak Selatan tersebut masih dipadati wisatawan lokal dari berbagai daerah yang ingin menikmati suasana pantai bersama keluarga.

Namun, di tengah tingginya animo pengunjung, persoalan klasik kembali mencuat. Sejumlah wisatawan mengeluhkan kondisi kebersihan pantai yang dipenuhi sampah bekas makanan, seperti plastik dan tusuk sate, yang berserakan di sepanjang bibir pantai.

“Pantai Bagedur menjadi tujuan kami berwisata saat libur Lebaran, tetapi kami kecewa dengan banyaknya sampah dan tidak teraturnya pedagang. Padahal ada retribusi masuk Rp10 ribu per orang. Kami berharap kebersihan lebih diperhatikan,” ujar Vina, wisatawan asal Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/03/2026).

Selain sampah, kata Vina, penataan pedagang juga menjadi keluhan. Deretan warung penjaja makanan yang berdiri hingga ke area pasir, bahkan mendekati zona pasang surut laut, dinilai mengganggu pemandangan dan menghalangi wisatawan menikmati panorama laut lepas.

“Alih-alih disuguhi bentang alam yang terbuka, pengunjung justru melihat kawasan pantai yang dipenuhi bangunan warung yang semrawut. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan sekaligus mengaburkan fungsi utama destinasi wisata sebagai ruang menikmati keindahan alam,” ujar Vina.

Menurut Vina, usai dari Bagedur, ia dan keluarga akan melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata lampion di Bayah dan berencana menginap di kawasan tersebut.

Persoalan Klasik

Sampah bekas makanan dan minuman, menumpuk dan tak terkendali di Pantao Bagrdur, banten Kidul.–(foto: BG)

Sampah dan semrawutnya warung penjaja makanan bukan hal baru. Selain mengganggu estetika, keberadaan warung di bibir pantai juga berpotensi membahayakan saat air laut pasang.

Sejak lama, pengelolaan Pantai Bagedur dinilai belum beranjak dari persoalan kebersihan dan ketidakteraturan pedagang. Para pelaku usaha disebut lebih berorientasi pada penjualan, sementara aspek kenyamanan dan hak wisatawan belum menjadi prioritas.

Salah seorang pedagang mengungkapkan, untuk berjualan di lokasi tersebut, ia harus mengeluarkan biaya hingga Rp800 ribu, yang terbagi untuk pengelola dan pemilik warung, ditambah iuran kebersihan dan keamanan.

Sementara itu, Pengelola Destinasi Wisata Bagedur, Asep, yang dihubungi melalui saluran seluler belum memberikan tanggapan. Hal serupa juga terjadi saat media ini mencoba menghubungi Kepala Desa Sukamanah, Alek, belum memberikan respons.

Pantai Bagedur merupakan salah satu ikon destinasi wisata di Kabupaten Lebak. Ke depan, kawasan ini diharapkan dapat dikelola lebih baik. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak sebagai pembina dan pengarah destinasi wisata diharapkan lebih berperan dalam mengedukasi serta menata kawasan wisata bersama  kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar mampu mengelola destinasi secara profesional dan ramah wisatawan.

Pada 2025, kawasan wisata Bagedur tercatat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke kas daerah Lebak sebesar Rp80,4 juta dari target sebesar Rp 115 juta. Sementara jumlah pengunjung selama liburan lebaran idulfitri 1446 H/2025 lalu sebanyak 77 ribu orang.

Wisatawan berharap ada langkah konkret dari pihak pengelola dan pelaku usaha untuk menjaga kebersihan serta menata ulang kawasan, agar keindahan pantai tetap terjaga dan pengalaman liburan menjadi lebih nyaman. (B)

scroll to top