*Bermain “Sunjuk” Bareng Seorang Bocah, Upaya Wawali Palopo Hidupkan Kembali Permainan Rakyat*

Screenshot_20260303_201344.jpg

PALOPO-Benuanews.com-Pemandangan yang tidak biasa terlihat dalam akun media sosial (medsos) Wakil Wali Kota (Wawali) Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud. Tepatnya pada akun Facebook pribadinya.

Akhmad Syarifuddin Daud mengunggah sebuah video, di mana dirinya sedang asyik bermain “sunjuk” bersama seorang bocah perempuan, dengan backsound lagu “Ayah” milik Ada Band.

Pemandangan yang sangat menarik perhatian. Terlihat ia sangat menikmati permainan tersebut. Kesannya, ia bernostalgia kembali dengan kehidupan pada masa-masa tahun 80-an dan 90-an.

Di mana pada masa itu, anak-anak belum mengenal yang namanya handphone dan game daring. Dengan permainan tradisional, anak-anak lebih aktif bergerak, ketimbang bermain HP dan game daring, yang lebih banyak diam menunduk ketimbang bergerak.

Tanpa melepas sepatunya, pria yang akrab disapa Ome ini ikut menemani sang bocah bermain. Keduanya tampak sangat akrab. Saat Wawali Palopo melompat, tawa sang bocah pun pecah.

Momen keakraban Wakil Wali Kota Palopo dengan seorang bocah perempuan ini sangat menyita perhatian warganet. Terbukti, banyak kalangan berkomentar positif, dan ingin ikut bermain.

Sekadar diketahui, permainan “sunjuk” adalah salah satu jenis permainan tradisional yang sangat digemari dan popular di kalangan anak-anak antara tahun 1980-an sampai 1990-an silam.

Ome rupanya sangat mahir bermain “sunjuk”. Ini membuktikan bahwa permainan rakyat ini masih sangat diminati sampai sekarang, di tengah masifnya gempuran gadget dan game daring.

Apa yang dilakukan Ome tentunya bukan sekadar pencitraan, tetapi ada hal yang lebih urgen dari sekadar itu, yakni bagaimana menjaga dan melestarikan permainan tradisional tersebut.

Melestarikan permainan tradisional seperti ini merupakan cara terbaik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental anak-anak sejak dini. Sehingga saat dewasa nanti, mentalnya sudah terbentuk.

Yang lebih penting, Ome ingin mengajak segenap masyarakat kota Palopo untuk tidak melupakan permainan rakyat yang pernah popular pada masa lampau, seperti permainan “sunjuk” ini.

Tentu ada pesan humanis yang coba dimunculkan Ome, yaitu menghilangkan sekat antara pejabat dan masyarakatnya melalui interaksi yang tulus, sehingga tercipta kedekatan emosional. (LHr#)

Editor: Andi Uttang

scroll to top