Tingkatkan Efisiensi Pasca Panen, Mahasiswa KKN Unand Sosialisasikan Teknologi Solar Dryer Box di Nagari Tarantang

FOTO-COVER-SOLAR-DRYER-BOX.JPG-scaled.jpeg

Benuanews, Limapuluhkota, 02/02/2026 –  Mahasiswa KKN Universitas Andalas (Unand) di Nagari Tarantang baru saja memperkenalkan sebuah inovasi teknologi tepat guna bernama Solar Dryer Box. Alat ini dirancang untuk membantu petani mengeringkan hasil panen secara lebih modern, higienis, dan efektif dengan memanfaatkan energi panas matahari.

Sosialisasi program ini dilakukan dalam dua kali pertemuan agar informasi tersampaikan secara merata kepada warga. Pertama dilaksanakan di Aula Kantor Wali Nagari pada 30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke rumah warga pada 1 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, tim KKN memberikan penjelasan teknis sambil menunjukkan bentuk fisik alat serta memaparkan hasil pengujian yang telah mereka lakukan.

Hasil uji coba alat ini pun terbilang cukup memuaskan. Ketika suhu lingkungan hanya berada di angka 22-23 derajat Celsius, suhu di dalam Solar Dryer Box mampu meningkat hingga 39 derajat Celsius. Bahkan, suhu tertinggi yang pernah tercatat di dalam kotak pengering ini mencapai angka 53 derajat Celsius. Dengan suhu setinggi itu, proses pengeringan bahan pangan tentu menjadi jauh lebih cepat dibandingkan metode penjemuran biasa di ruang terbuka.

Selain unggul dalam hal suhu, Solar Dryer Box ini juga menjadi solusi bagi masalah kebersihan hasil tani yang selama ini sering dikeluhkan. Dengan desain yang tertutup rapat namun tetap mendapat sirkulasi udara yang baik, bahan pangan yang dikeringkan akan terhindar dari debu, kotoran hewan, maupun gangguan cuaca mendadak seperti hujan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas serta nilai jual komoditas tani agar tetap prima hingga ke tangan konsumen.

Inisiatif ini pun mendapat sambutan hangat dari para petani yang hadir dalam sosialisasi tersebut. Banyak warga yang tertarik untuk menduplikasi alat ini secara mandiri karena bahan pembuatannya yang relatif terjangkau dan mudah ditemukan di pasar lokal. Diskusi dua arah antara mahasiswa dan warga pun berlangsung aktif, di mana para petani banyak bertanya mengenai kapasitas maksimal alat serta jenis tanaman apa saja yang paling cocok dikeringkan menggunakan teknologi ini.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa ada teknologi sederhana yang bisa melindungi komoditas tani dan mempercepat proses produksi,” ujar M. Achirul Pramadhanu selaku penanggung jawab kegiatan. Dalam pelaksanaannya, Achirul dibantu oleh rekan timnya yaitu Khairun Nisa, Ilham Khaira Amaldi, dan Nabila Putri. Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN Unand berharap para petani di Nagari Tarantang dapat mulai beralih ke metode pengeringan yang lebih modern dan efisien.

scroll to top