Dari Akademisi untuk Masa Depan Bangsa: ASASI Ulurkan Tangan bagi Mahasiswa UISB Terdampak Banjir

DSC05629-scaled.jpg

Benuanews, Padang 18/12/2025- Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya kering dan luka yang masih membekas akibat banjir, harapan kembali menemukan jalannya. Perkumpulan Akademisi dan Saintis Indonesia (ASASI) menunjukkan bahwa solidaritas intelektual tidak berhenti di ruang diskusi dan jurnal ilmiah, tetapi hadir nyata di tengah krisis kemanusiaan. Melalui kegiatan santunan, ASASI memberikan bantuan kepada mahasiswa Universitas Islam Sumatera Barat (UISB) yang terdampak bencana banjir, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral komunitas akademik.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua ASASI Sumatera Barat, Yosritzal, S.T., M.T., Ph.D, kepada mahasiswa terdampak. Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat makna—menjadi simbol bahwa di saat mahasiswa berada dalam kondisi paling rentan, ada tangan yang terulur dan ada kepedulian yang tulus.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga mengguncang keberlangsungan pendidikan para mahasiswa. Sebagian mahasiswa UISB kehilangan tempat tinggal, perlengkapan belajar, serta harus menghadapi tekanan ekonomi keluarga yang semakin berat. Dalam situasi ini, melanjutkan studi menjadi perjuangan yang tidak mudah.

Ketua ASASI Sumatera Barat, Yosritzal, S.T., M.T., Ph.D, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa mahasiswa adalah aset masa depan bangsa yang tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian di tengah bencana.

“Mahasiswa tidak hanya membutuhkan empati, tetapi juga dukungan nyata. Bencana tidak boleh memutus mimpi mereka untuk menyelesaikan pendidikan. ASASI hadir untuk memastikan bahwa harapan itu tetap menyala,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan memang tidak dapat menggantikan semua kerugian yang dialami mahasiswa, namun membawa pesan yang jauh lebih besar: bahwa penderitaan mereka tidak diabaikan. Bahwa komunitas akademik berdiri bersama mereka, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai bagian dari solusi.

Bagi mahasiswa penerima santunan, bantuan ini bukan sekadar bantuan material. Ia adalah suntikan semangat, penguat mental, dan pengingat bahwa perjuangan mereka di bangku kuliah masih memiliki makna dan dukungan.

Salah seorang mahasiswa UISB terdampak banjir mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya. “Di tengah kondisi yang serba sulit, bantuan ini membuat kami merasa diperhatikan. Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi tentang kepedulian dan keberpihakan,” tuturnya.

Pihak Universitas Islam Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas kepedulian ASASI. Menurut UISB, kolaborasi dan solidaritas seperti ini mencerminkan nilai luhur dunia akademik yang tidak tercerabut dari realitas sosial.

“Ketika akademisi dan saintis turun langsung membantu mahasiswa terdampak bencana, di situlah ilmu pengetahuan menemukan dimensi kemanusiaannya,” ungkap perwakilan UISB.

Kegiatan santunan ini juga menjadi refleksi penting bahwa peran akademisi tidak hanya diukur dari capaian intelektual, tetapi juga dari kepekaan sosial. ASASI melalui aksi ini menegaskan identitasnya sebagai perkumpulan ilmuwan yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga bertindak empatik.

Di tengah tantangan pendidikan tinggi dan meningkatnya kerentanan mahasiswa akibat bencana alam, langkah ASASI menjadi pengingat bahwa solidaritas adalah kekuatan utama untuk bangkit. Pendidikan tidak akan berjalan dengan baik tanpa keberpihakan pada mereka yang terdampak dan terpinggirkan oleh keadaan.

ASASI Sumatera Barat berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari gerakan kepedulian yang lebih luas, melibatkan berbagai elemen akademik untuk bersama-sama mendukung mahasiswa terdampak bencana. Karena bagi ASASI, mencerdaskan kehidupan bangsa tidak dapat dipisahkan dari menjaga martabat dan keberlangsungan generasi mudanya.

Ketika bantuan diserahkan dan senyum perlahan kembali muncul di wajah para mahasiswa, satu pesan menjadi jelas: di saat bencana datang, solidaritas akademik harus hadir lebih dulu. Dan melalui aksi ini, ASASI telah membuktikan bahwa kepedulian bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang menyentuh dan menguatkan.

scroll to top