23 Ninik Mamak di Nagari Taeh Baruah Di lewakan Drs. Eriswandi Resmi Menyandang Gelar, Dt Majo Kayo 

IMG_20251222_112528-scaled.jpg
Limapuluh Kota,-Benuanews.com Tidak seperti biasanya Jorong Parik Dalam, Nagari Taeh Baruah , Kecamatan Payakumbuh dikunjungi oleh ratusan masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi adat, dalam kegiatan ini hadir tokoh adat dan bundo kanduang berkumpul untuk mengikuti kegiatan pengukuhan gelar Datuak yang bakal dilewakan sebanyak 23 orang , Senin (22/12) 2025 .
Kegiatan ini di biasanya  disebut “Batagak Pangulu” ini merupakan tradisi turun temurun yang bertujuan mengukuhkan gelar pusaka (sako) pada kaum tertentu di masyarakat Minangkabau.
Taeh Baruah mempunyai 84 niniak mamak atau kepala kaum, dari 84 penghulu yang ada di Taeh Baruah 57 orang sebelumnya sudah mengikuti prosesi pengukuhan Baralek Godang Diblerong pada tahun 2017 yang lalu pada tahun 2025 kembali di begelar pengukuhan sebanyak 23 orang niniak mamak, masing – masing dari sudut Sembilan berjumlah 8 orang, Sudut Chaniago ada 7 orang, Sudut Pitopang ada 5 orang serta dari Sudut Melayu 3 orang.
Hadir dalam acara tersebut berbagai unsur masyarakat, mulai dari niniak mamak (pemimpin adat), alim ulama, cadiak pandai (pemuda), bundo kanduang (pemimpin perempuan), hingga perwakilan pemerintah daerah. Wakil Bupati Limapuluh Kota yang menghadiri acara juga menyampaikan apresiasi, menekankan bahwa upacara adat seperti ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan ke generasi mendatang.
Dari 23 niniak mamak yang di lewakan itu salah satunya yang resmi menyandang gelar Datuak yaitu Drs.Eriswandi yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMA.N 2 Payakumbuh yang di beri gelar Datuak Majo Kayo, gelar yang di kukuhkan ini menjadi tolak ukur untuk dituakan dalam kaumnya untuk itu Drs.Eriswandi yang saat ini resmi menyandang gelar Dt Majo Kayo mengingatkan pentingnya menjaga nilai dan norma adat ” Iya untuk itu saya yang resmi menyandang gelar adat di kaum saya  berpesan dan mengucapakan terimakasih terutama untuk kaum saya,yang sudah mengantarkan  dari kampuang Singkuang suku Chaniago untuk mengikuti barolek Godang di Balerong pungkasnya dalam pidato yang di sampaikannya.
Selain itu menurut panitia pelakasana Zulka Medri, Barolek Godang di Balerong ini  bertujuan manggodangkan (membesarkan) niniak mamak  yang sudah besar di kampung dan menuju prosesi masuk dan naik ke balai adat, resmi  menjadi kepala kaumnya, dari 23 orang ninik mamak yang di lewakan itu, akan resmi menyandang gelar, mudah -mudahan dengan pengukuhan adat ini akan memperkuat nilai adat terkhusus di Nagari Taeh Baruah ini tutupnya.
Prosesi adat yang berlangsung khidmat diwarnai dengan penyampaian petatah petitih adat, pemasangan saluak (tutup kepala adat yang menjadi simbol kehormatan), dan penyerahan berbagai simbol adat lainnya kepada penerima gelar. Semua tahapan ini bertujuan meneguhkan legitimasi adat kepada mereka yang baru menjabat, sebagai pemimpin kaum yang bertanggung jawab terhadap anak kemenakan.
Acara ini melibatkan 4 suku di Nagari Taeh Baruah, yaitu Suku Pitopang (5 orang niniak mamak), Suku Sembilan (8 orang), Suku Caniago (7 orang), dan Suku Melayu (3 orang). Dengan dilewatinya upacara ini, diharapkan struktur sosial dan martabat kaum di Nagari Taeh semakin kokoh, serta memperkuat filosofi inti Minangkabau “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.(lili )
scroll to top