Syamsurizal Resmi Pimpin KONI Siak, Targetkan Lumbung Atlet dan Prestasi Nasional

IMG-20251213-WA0071.jpg

SIAK –Benua news com : Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Siak masa bakti 2025–2029 resmi dilantik pada Sabtu (13/12/2025) di Gedung Tengku Mahratu, Siak. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua KONI Provinsi Riau, Iskandar Hoesin, dan dirangkai dengan Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Siak.

Ketua KONI Riau Iskandar Hoesin mengucapkan selamat kepada Syamsurizal beserta jajaran pengurus KONI Siak yang baru. Ia menegaskan bahwa terpilihnya Syamsurizal secara aklamasi dalam Musorkablub menjadi bukti kuat dukungan penuh dari seluruh pemilik suara.

“Pemilihan Pak Syamsurizal secara aklamasi menunjukkan kepercayaan penuh. Kami berharap amanah ini dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Siak,” ujar Iskandar.

Iskandar juga menyoroti kontribusi atlet-atlet Siak yang selama ini telah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional. Ia berharap di bawah kepemimpinan Syamsurizal, Siak kembali melahirkan atlet-atlet unggulan.

“Jadikan Kabupaten Siak sebagai lumbung atlet,” tegasnya.

Ketua KONI Siak Syamsurizal, yang akrab disapa Budi, menyampaikan bahwa dirinya memiliki latar belakang panjang di dunia olahraga. Sebelum dipercaya memimpin KONI Siak, ia pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Siak selama tiga periode.

“Kecintaan saya terhadap olahraga sudah sejak kecil. Amanah sebagai Ketua KONI Siak ini menjadi kesempatan untuk berbuat lebih baik dan lebih luas bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Siak,” kata Budi.

Ia berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat bekerja sama secara solid dan maksimal demi kepentingan olahraga dan pembinaan atlet di Siak.

“Kami bertekad melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Kabupaten Siak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menyinggung polemik terkait permintaan penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau tahun 2026, yang rencananya digelar di Kabupaten Siak dan Dumai.

“Kami bukan meminta mundur, tetapi menunda. Permintaan ini disampaikan dalam Rakerda KONI Riau dengan pertimbangan kondisi keuangan daerah yang belum stabil,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa dari 20 venue cabang olahraga yang direncanakan di Kabupaten Siak, sebanyak 15 venue telah siap digunakan. Kendala utama saat ini adalah keterbatasan anggaran akibat kondisi keuangan daerah.

“Venue pada dasarnya sudah siap. Kendala kita hari ini adalah keterbatasan anggaran karena kondisi keuangan yang belum stabil,” terangnya.

Permintaan penundaan Porprov tersebut menuai beragam reaksi. Bahkan, menurut Budi, muncul sindiran hingga wacana sanksi terhadap atlet Siak jika daerahnya batal menjadi tuan rumah.

“Sindiran-sindiran itu bahkan datang dari sesama pengurus olahraga,” ungkapnya.

Acara pelantikan KONI Siak 2025–2029 turut dihadiri jajaran pengurus KONI Provinsi Riau, KONI Kabupaten Indragiri Hulu, KONI Kota Pekanbaru, KONI Kabupaten Kampar, KONI Kota Dumai, serta 32 Asosiasi Kabupaten (Askab) cabang olahraga di bawah naungan KONI Siak.

Agus zega/Tim.

scroll to top