Sinergi Strategis Untuk Kesehatan Masyarakat: UISB Dan Dinas Kesehatan Kota Padang Resmikan Kerja Sama Implementasi Tridharma

DSC06366-scaled.jpg

Benuanews, Padang, 11/02/2026 –  Universitas Islam Sumatera Barat (UISB) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bersama Dinas Kesehatan Kota Padang. Kegiatan strategis ini berlangsung di Balai Kota Padang, bertempat di Kantor Bagian Kerja Sama, dalam suasana penuh semangat kolaboratif dan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Perjanjian kerja sama ini secara khusus berfokus pada penguatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Sumatera Barat dengan Dinas Kesehatan Kota Padang. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, khususnya dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Kerja Sama Kota Padang, jajaran pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Padang, Miko Makal selaku Wakil Rektor III Universitas Islam Sumatera Barat, Andes Robensyah selaku Kepala Humas Universitas Islam Sumatera Barat, serta Sari Ridhola selaku Kepala Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Sumatera Barat. Kehadiran para pimpinan dan pejabat terkait menunjukkan keseriusan kedua institusi dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Padang. Dinas Kesehatan Kota Padang sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan urusan kesehatan di daerah memandang penting dukungan akademik dan riset dari perguruan tinggi guna memperkuat perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program-program kesehatan.

Wakil Rektor III Universitas Islam Sumatera Barat, Miko Makal, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen UNISBAR dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi berbasis kajian ilmiah terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk di bidang kesehatan masyarakat.

Melalui kerja sama ini, Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Sumatera Barat akan memiliki ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Dinas Kesehatan Kota Padang. Bentuk implementasi kerja sama meliputi pelaksanaan praktik lapangan dan magang mahasiswa di berbagai fasilitas kesehatan, kolaborasi penelitian terkait isu-isu kesehatan prioritas, penyusunan kajian akademik untuk mendukung kebijakan kesehatan daerah, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan program-program Dinas Kesehatan.

Kepala Program Studi Kesehatan Masyarakat, Ridholla Permata Sari, menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam dinamika pelayanan kesehatan di lapangan. Hal ini menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kepala Humas Universitas Islam Sumatera Barat, Andes Robensyah, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat positioning UISB sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus terus ditingkatkan agar ilmu pengetahuan dan hasil riset dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kemitraan strategis Universitas Islam Sumatera Barat. Dalam era kolaborasi saat ini, tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

scroll to top