KEPULAUAN SELAYAR-Benuanews.com-Hari-hari terus berlalu sejak KLM Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada 15 Juli 2026.
Namun bagi keluarga korban yang hingga kini masih kehilangan anggota keluarganya, waktu seolah berjalan lebih lambat.
Mereka terus menunggu, berharap, dan berdoa agar suatu saat mendapatkan kepastian.
Di tengah penantian itu, secercah kabar datang dari perairan Selat Makassar.
Pada Kamis (23/7) malam, warga Pulau Sanane, Desa Mattaro Adae, Kecamatan Liukang Tupabiring, Kabupaten Pangkep, dilaporkan menemukan potongan kaki manusia saat melaut.
Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada Posko Induk Tim SAR Gabungan yang masih melakukan pencarian korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa.
Belum ada kepastian mengenai asal-usul potongan organ tubuh tersebut. Namun karena lokasi penemuan masih berada di kawasan perairan yang berpotensi menjadi lintasan arus hanyut korban, muncul dugaan bahwa temuan itu berkaitan dengan tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa.
Merespons laporan tersebut, Komandan Pos SAR Kabupaten Kepulauan Selayar, Ronaldhi, G.K.M., menyatakan pihaknya akan segera melakukan penelusuran.
“Oke, kita telusuri. Terima kasih,” tulis Ronaldhi melalui pesan singkat WhatsApp.
Bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar, setiap informasi yang muncul selalu menghadirkan dua perasaan sekaligus: harapan dan kecemasan.
Mereka berharap pencarian segera memberikan kepastian, meski harus menerima kenyataan yang mungkin tidak mudah.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar, Fadly Syarif, S.I.Kom, berharap laporan masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan.
Menurutnya, proses verifikasi perlu dilakukan sesegera mungkin untuk memastikan apakah potongan organ tubuh yang ditemukan memang berkaitan dengan musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa.
“Tim SAR Gabungan diharapkan segera melakukan verifikasi terhadap temuan tersebut untuk memastikan apakah potongan organ tubuh yang ditemukan memang berkaitan dengan musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa,” ujar Fadly.
Ia menambahkan, apabila dugaan tersebut terbukti benar, proses evakuasi dan identifikasi harus segera dilakukan.
Selain sebagai bagian dari upaya kemanusiaan, langkah itu juga menjadi jawaban yang telah lama dinantikan keluarga korban yang hingga kini masih menggantungkan harapan pada setiap perkembangan pencarian.
Hingga berita ini ditulis, temuan potongan kaki tersebut masih menunggu verifikasi resmi dari Tim SAR Gabungan dan pihak berwenang.
Seluruh dugaan yang berkembang belum dapat dipastikan sebelum proses identifikasi dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Di balik setiap informasi yang muncul selama operasi pencarian, tersimpan harapan banyak keluarga yang hanya menginginkan satu hal: kepastian.
Bagi mereka, apa pun hasilnya, kepastian adalah akhir dari penantian yang telah berlangsung sejak musibah itu terjadi. (AFDB#)
Kontributor: Andi Fadly Dg. Bititta