Satu Lagi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka

IMG-20220518-WA0024.jpg

Jakarta, Benuanews.com,- Tim Penyidik ​​pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, menetapkan suatu tempat yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022.

Menurut pihak kejaksaan adapun satu orang tersangka, yang dilakukan tersingkir yaitu LCW alias WH sebagai pihak swasta yang diperbantukan di Kementerian Perdagangan RI.

“Hal ini berdasarkan surat perintah enyidikan direktur penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-26/F.2/Fd .2/05/2022 tanggal 17 Mei 2022 dan surat penetapan tersangka (PIDSUS-18) Nomor: TAP-22/F.2/Fd.2/05/2022 tanggal 17 Mei 2022,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Ketut Sumedana, Selasa (17/5).

Menurut dia, dalam perkara ini, peran tersangka yaitu tersangka bersama-sama dengan tersangka IWW (Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI) mengkondisikan pemberian izin Persetujuan Ekspor (PE) di beberapa perusahaan.

Ditambahkannya, untuk mempercepat proses penyidikan, tersangka LCW alias WH dilakukan penahanan di rumah tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak 17 Mei 2022 s/d 05 Juni 2022.

“Perbuatan tersangka disangka melanggar Pasal 2 jo. Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,”ujarnya.

Sebelum tersingkir, tersangka LCW alias WH menjalani pemeriksaan kesehatan dan antigen swab dengan hasil yang dinyatakan sehat dan negatif Covid-19.

(Visited 65 times, 1 visits today)
scroll to top