Labusel-Benuanews.com
Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, ratusan warga memadati taman pemakaman di Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Selasa (18/2/2026). Tradisi ziarah makam keluarga yang telah berlangsung turun-temurun ini kembali menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus ajang silaturahmi antar keluarga.
Warga datang dari berbagai daerah untuk mendoakan anggota keluarga yang telah wafat. Suasana khusyuk terasa di area pemakaman, diiringi aktivitas peziarah yang membersihkan makam dan menaburkan bunga.
Tradisi tahunan ini juga membawa berkah ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah anak-anak hingga orang dewasa tampak berjualan bunga tabur bagi para peziarah dengan harga berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per bungkus.
M. Sir (11), salah seorang penjual bunga, mengaku penjualannya meningkat menjelang Ramadhan. “Kalau mau puasa begini, kadang bisa habis 50 sampai 200 bungkus per hari, Pak. Kami mulai jualan sekitar seminggu sebelum puasa sampai awal Ramadhan,” ujarnya.
Petugas kebersihan makam, A. Harahap (62), mengatakan lonjakan pengunjung selalu terjadi setiap menjelang Ramadhan. Menurut dia, banyak keluarga yang pulang dari luar kota untuk berziarah.
“Sekitar satu minggu sebelum Ramadhan, pemakaman ini sangat ramai dikunjungi keluarga dari berbagai daerah. Banyak yang dulu tinggal di Kotapinang, lalu pindah ke luar kota. Saat momen ini mereka menyempatkan diri menziarahi makam keluarganya. Bahkan pada hari pertama Lebaran suasana juga sangat ramai,” jelasnya.
Tradisi ziarah makam menjelang Ramadhan tidak hanya menjadi wujud penghormatan kepada leluhur, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.(K.Nasution)