Labusel-Benuanews.com
Polres Labuhanbatu Selatan menggelar simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan berlangsung di halaman Mako Polres Labuhanbatu Selatan, Jalan Lintas Sumatera Kotapinang–Gunung Tua, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Simulasi dipimpin langsung oleh Kapolres Labuhanbatu Selatan, Aditya S.P. Sembiring, serta diikuti Wakapolres Moch Guntur Pryantoko, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, personel, hingga ASN di lingkungan Polres.
Dalam simulasi tersebut, diperagakan skenario kerusuhan sosial yang dipicu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di SPBU. Kondisi itu memicu aksi anarkis berupa penjarahan hingga massa mendatangi Mapolres untuk menuntut pembebasan warga yang diamankan aparat.
Seluruh tahapan penanganan diperagakan secara sistematis, mulai dari laporan masyarakat melalui layanan 110, koordinasi internal, hingga pengendalian massa oleh personel di lapangan.
Kapolres Labuhanbatu Selatan, Aditya S.P. Sembiring, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar latihan rutin, melainkan bentuk kesiapan nyata Polri dalam melindungi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar simulasi, tetapi bentuk kesiapan kita dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan ruang publik.
Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap humanis, dan hindari tindakan yang tidak perlu. Utamakan pendekatan persuasif dalam setiap tahapan pengamanan,” ujarnya.
Simulasi diawali dengan apel kesiapan, kemudian dilanjutkan Tactical Wall Game (TWG) guna mematangkan strategi pengendalian massa. Personel Dalmas ditempatkan di pintu masuk utama, sementara personel lainnya mengamankan sisi samping dan belakang markas.
Saat massa simulasi tiba dan melakukan aksi unjuk rasa, aparat mengedepankan dialog terbuka. Dalam skenario tersebut, Kapolres bersama jajaran menerima perwakilan massa untuk mencari solusi melalui pendekatan restorative justice dengan mempertemukan pihak korban dan pelaku.
Pendekatan ini menjadi salah satu fokus utama dalam simulasi, di mana aparat tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan dalam meredam konflik.
Hingga akhir kegiatan, situasi berhasil dikendalikan dengan aman dan kondusif. Simulasi ditutup dengan apel konsolidasi guna memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana.
Melalui kegiatan ini, Polres Labuhanbatu Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus membangun kepercayaan publik melalui pendekatan yang humanis dan profesional.(K.Nasution)