Polres Labuhanbatu Musnahkan Puluhan Kilogram Sabu Jaringan Internasional dan Siagakan 315 Personel Amankan Mudik 2026

Screenshot_20260312_222710-1.jpg

LABUHANBATU | BENUANEWS.COM – Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu melakukan tindakan tegas terhadap peredaran gelap narkotika dengan memusnahkan barang bukti sabu dan ekstasi senilai puluhan miliar rupiah. Langkah ini dilakukan berbarengan dengan penguatan pengamanan wilayah menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, SIK, MSi, memimpin langsung pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan jaringan internasional dan antarprovinsi tersebut di Aula Yan Piter, Mapolres Labuhanbatu, Kamis (12/3/2026) sore.

Narkotika yang dimusnahkan merupakan hasil dari dua kasus besar yang diungkap Sat Res Narkoba Polres Labuhanbatu di bawah kepemimpinan AKP Hardianto.
– Kasus Pertama: Penangkapan tersangka berinisial MMZ di Loket Taxi Rapi, Desa Perbaungan Aek Nabara (24/2), dengan barang bukti 982,86 gram sabu.
– Kasus Kedua: Pengadangan mobil sedan hitam di Jalinsum Aek Kanopan (2/3) yang membawa 29,9 kilogram sabu serta 29.826 butir pil ekstasi. Dua tersangka, BAU dan BS, berhasil diringkus dalam operasi ini.

“Pemusnahan ini adalah bukti nyata sinergi kita semua dalam memerangi narkoba yang merusak generasi bangsa,” tegas AKBP Wahyu saat memasukkan barang bukti ke dalam mobil incinerator milik BNNP Sumut.

Proses pemusnahan dipastikan transparan dengan uji laboratorium forensik di lokasi dan disaksikan oleh unsur Forkopimda, termasuk Dandim 0209/LB Letkol Kav Hanung Kaptiaji serta perwakilan pemerintah daerah dan kejaksaan.

Selain fokus pada pemberantasan narkoba, Polres Labuhanbatu kini mulai “tancap gas” mengamankan wilayah menjelang perayaan Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Toba 2026.

Sebanyak 315 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, hingga Pramuka disiagakan untuk menjamin kelancaran arus mudik di wilayah Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara.

Skema Pengamanan Jalur Mudik:
– 9 Pos Strategis: Terdiri dari 3 Pos Pengamanan (titik macet/pasar), 4 Pos Pelayanan (rest area pemudik), dan 2 Pos Terpadu.
– Titik Vital: Fokus pengamanan diperketat di Stasiun Kereta Api dan Pelabuhan Tradisional Tanjung Sarang Elang.
– Keamanan Penyeberangan: Kapolres memberikan peringatan keras kepada operator kapal untuk tidak melebihi kapasitas angkut demi keselamatan penumpang.

Menutup keterangannya, AKBP Wahyu memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Labuhanbatu Raya dalam kondisi aman dan mencukupi. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying.

“Tujuan mudik adalah berkumpul dengan keluarga. Kami meminta pemudik untuk tidak terburu-buru, patuhi rambu lalu lintas, dan saling menghargai sesama pengguna jalan agar perjalanan aman sampai tujuan,” pungkasnya. (OC)

scroll to top